{"id":18548,"date":"2026-09-18T09:17:28","date_gmt":"2026-09-18T02:17:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/09\/18\/dua-warga-banyuwangi-hilang-dalam-tenggelamnya-km-virgo-keluarga-masih-menanti\/"},"modified":"2026-09-18T09:17:28","modified_gmt":"2026-09-18T02:17:28","slug":"dua-warga-banyuwangi-hilang-dalam-tenggelamnya-km-virgo-keluarga-masih-menanti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/09\/18\/dua-warga-banyuwangi-hilang-dalam-tenggelamnya-km-virgo-keluarga-masih-menanti\/","title":{"rendered":"Dua Warga Banyuwangi Hilang dalam Tenggelamnya KM Virgo, Keluarga Masih Menanti"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/09\/17\/0c098d1fe661.jpg\" alt=\"Dua Warga Banyuwangi Hilang dalam Tenggelamnya KM Virgo, Keluarga Masih Menanti\"\/>\n            <\/div>\n<p>Bupati Ipuk menemui keluarga dua warga Banyuwangi yang hilang dalam musibah KM Virgo. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin\/suaraindonesia.co.id).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013 <\/b>Dua warga Banyuwangi, Soni Marta Andika (40) dan Ponco Budi Raharjo, masih dalam pencarian setelah KM Virgo Transport 8 tenggelam di Selat Jawa, Minggu lalu (13\/9\/2026).<\/p>\n<p>Keduanya berada di kapal tersebut sebagai sopir dan kernet truk yang mengangkut paket logistik dari Jakarta menuju Banjarmasin.<\/p>\n<p>Sepekan setelah kejadian, keluarga Soni dan Ponco masih menunggu kabar mengenai keberadaan keduanya. Keluarga berharap keduanya dapat ditemukan dalam kondisi selamat.<\/p>\n<p>Soni merupakan warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Istrinya, Rini Handayani (49), mengatakan suaminya sudah belasan tahun bekerja sebagai sopir truk.<\/p>\n<p>Perjalanan menggunakan KM Virgo Transport 8 menjadi rute Jakarta-Banjarmasin pertama yang dijalani Soni selama bekerja sebagai sopir.<\/p>\n<p>&#8220;Ini baru pertama kali rute Jakarta-Banjarmasin. Sebelumnya bukan rute ini,&#8221; kata Rini, saat ditemui Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.<\/p>\n<p>Ipuk sebelumnya mendatangi rumah keluarga Soni dan Ponco untuk mengetahui kondisi keluarga sekaligus menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut.<\/p>\n<p>Rini mengaku masih berkomunikasi dengan Soni pada Sabtu (12\/9\/2026) malam, sehari sebelum kapal mengalami musibah. Saat itu, Soni sudah berada di kamar kapal.<\/p>\n<p>Dalam percakapan melalui panggilan video, Soni sempat menanyakan kondisi putra bungsunya, Firdan Maulana (8), yang sedang mengalami demam.<\/p>\n<p>Menurut Rini, Firdan memang sering meminta berbicara melalui panggilan video dengan ayahnya. Soni jarang berada di rumah karena pekerjaannya membuatnya lebih banyak berada di perjalanan.<\/p>\n<p>Soni terakhir pulang sekitar 1,5 bulan sebelum keberangkatannya. Rini mengatakan suaminya sebenarnya berencana kembali, tetapi mengambil tambahan perjalanan.<\/p>\n<p>&#8220;Sebenarnya kemarin sudah mau pulang. Tapi nambah satu rute lagi karena (butuh uang) untuk bayar sekolah anaknya yang pertama,&#8221; kata Rini.<\/p>\n<p>Soni dan Rini memiliki dua anak. Putra sulung mereka, Firman Eka Putra (17), sedang bersekolah di tingkat SMK dan akan menghadapi ujian.<\/p>\n<p>Selain keluarga inti, Soni juga tinggal bersama orang tua dan adiknya. Selama ini, penghasilan sebagai sopir menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga.<\/p>\n<p>Rini berharap pencarian terus dilakukan dan suaminya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.<\/p>\n<p>&#8220;Karena suami satu-satunya tulang punggung keluarga,&#8221; kata Soni.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ponco merupakan warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. Ia tinggal bersama istrinya, Eny Tri Widayati (41), serta dua anak kembar mereka.<\/p>\n<p>Kedua anak Ponco, Safira Niken Raharja (19) dan Tiara Niken Raharja (19), saat ini berkuliah di Fakultas Pertanian Universitas Negeri Jember (Unej).<\/p>\n<p>Eny mengatakan Ponco biasanya memberi kabar kepada keluarga melalui grup WhatsApp setiap melakukan perjalanan. Pesan terakhir disampaikan sebelum kapal berangkat.<\/p>\n<p>&#8220;Sabtu pagi sempat telepon sebentar, tapi saya tidak begitu perhatikan saat itu karena keburu-buru ke Posyandu. Sekarang saya menyesal, kenapa waktu itu tidak saya perhatian teleponnya,&#8221; cerita Eny, yang merupakan kader posyandu di desa tersebut.<\/p>\n<p>Setelah mendapat kabar Ponco hilang, kedua anaknya pulang ke rumah untuk menemani Eny. Sebelumnya, Eny lebih sering tinggal sendiri karena kedua putrinya berada di Jember untuk kuliah.<\/p>\n<p>Keluarga Ponco selama ini mengandalkan penghasilannya sebagai kernet truk. Eny tidak bekerja dan sehari-hari menjalankan aktivitas sebagai kader posyandu.<\/p>\n<p>&#8220;Saya ini ada (kebutuhan) apa-apa selalu (bilang) ke Mas (Ponco),&#8221; sambung dia.<\/p>\n<p>Eny mengetahui kabar tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dari seorang teman yang suaminya juga bekerja sebagai sopir truk. Saat itu, ia baru mengetahui Ponco berada di kapal tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Saya langsung menangis. Saya telepon keluarga di Kalimantan dan memberi kabar bahwa mas (Ponco) ada di kapal yang terbalik,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Hingga kini, keluarga Ponco dan Soni masih menunggu kabar dari proses pencarian. Mereka berharap keduanya dapat ditemukan dalam kondisi selamat. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Bahrullah <\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6aac9dcd5d87b\/Dua-Warga-Banyuwangi-Hilang-dalam-Tenggelamnya-KM-Virgo-Keluarga-Masih-Menanti\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Bupati Ipuk menemui keluarga dua warga Banyuwangi yang hilang dalam musibah KM Virgo. (Foto:&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18549,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-18548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/0c098d1fe661.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/0c098d1fe661-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/0c098d1fe661-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/0c098d1fe661.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/0c098d1fe661.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/0c098d1fe661.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/0c098d1fe661.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/0c098d1fe661.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/0c098d1fe661.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/0c098d1fe661.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/0c098d1fe661-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/0c098d1fe661-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18548"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18548\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}