{"id":18659,"date":"2026-09-20T19:58:24","date_gmt":"2026-09-20T12:58:24","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/09\/20\/konsisten-gelar-big-downhill-uci-apresiasi-banyuwangi-atas-kualitas-lintasan-dan-penyelenggaraan\/"},"modified":"2026-09-20T19:58:24","modified_gmt":"2026-09-20T12:58:24","slug":"konsisten-gelar-big-downhill-uci-apresiasi-banyuwangi-atas-kualitas-lintasan-dan-penyelenggaraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/09\/20\/konsisten-gelar-big-downhill-uci-apresiasi-banyuwangi-atas-kualitas-lintasan-dan-penyelenggaraan\/","title":{"rendered":"Konsisten Gelar BIG Downhill, UCI Apresiasi Banyuwangi Atas Kualitas Lintasan dan Penyelenggaraan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Olahraga<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/09\/20\/112db760c3bb.jpg\" alt=\"Konsisten Gelar BIG Downhill, UCI Apresiasi Banyuwangi Atas Kualitas Lintasan dan Penyelenggaraan\"\/>\n            <\/div>\n<p>Aksi pebalap melibas lintasan ekstrem Gantasan Bike Park Banyuwangi. (Foto: Istimewa).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013<\/b> Konsistensi Kabupaten Banyuwangi dalam menyelenggarakan kejuaraan balap sepeda bergengsi kembali mendapat apresiasi dari Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI).\u00a0<\/p>\n<p>Commissaire UCI asal Hong Kong, Daisy Wong Man-San, mengaku terkesan dengan pelaksanaan Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026 yang berlangsung di Gantasan Bike Park, 19-20 September.<\/p>\n<p>Daisy mengungkapkan, dari sekian banyak kejuaraan downhill yang pernah ia kawal, ajang BIG Downhill di Banyuwangi ini tercatat menjadi yang paling berkesan dengan skala partisipasi pembalap yang sangat besar.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk ajang ini, ini adalah event downhill terbesar yang pernah saya ikuti secara langsung, dengan jumlah pembalap yang mencapai lebih dari 200 orang,&#8221; ujar Daisy di lokasi acara, Minggu (20\/9\/2026).<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Daisy juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi serta panitia penyelenggara karena sukses mengemas ajang internasional tersebut dengan sangat baik.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, BIG Downhill telah menjadi wadah reuni besar bagi para komunitas dan pembalap sepeda gunung dari berbagai daerah.<\/p>\n<p>Kondisi cuaca di Gantasan Bike Park yang cerah saat putaran final berlangsung turut menambah impresi positif baginya. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang kerap diguyur hujan, cuaca mendukung musim ini makin memanjakan para rider untuk tampil maksimal di lintasan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mendengar dari para pembalap bahwa tahun-tahun sebelumnya selalu hujan. Hari ini kita mendapatkan cuaca yang sangat cerah untuk babak final. Ini tentu sangat bagus bagi para pembalap, panitia, dan memudahkan tugas saya selama bertugas di sini,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Melihat potensi besar lintasan dan kualitas penyelenggaraan di Banyuwangi, Daisy berharap ke depan ajang berstatus UCI Class 1 (C1) ini mampu menjaring lebih banyak lagi pembalap internasional dari berbagai negara.<\/p>\n<p>&#8220;Saya merasa saat ini menjadi salah satu dari sedikit perwakilan asing di sini. Saya sangat berharap pada penyelenggaraan tahun depan, akan makin banyak pembalap mancanegara yang datang dan bergabung di Banyuwangi,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Ketua Panitia Penyelenggara BIG Downhill 2026, Munif, mengungkapkan bahwa kejuaraan ini telah konsisten digelar selama 7 tahun sejak 2020. Pada tahun ini, ajang tersebut diikuti oleh 216 pebalap yang seluruhnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jatim, Bali, Batam, Sulawesi, NTB, Jakarta, Tangerang, hingga Jawa Tengah.<\/p>\n<p>&#8220;Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah peserta dari luar negeri memang membludak, ada dari Iran, Thailand, Filipina, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia, hingga Australia. Namun, tahun ini jumlah peserta sedikit menurun, setelah dikomunikasikan ternyata faktor ekonomi,&#8221; ujar Munif.\u00a0<\/p>\n<p>Meski demikian, dari segi kualitas, penyelenggaraan event ini terus diperhatikan dan mengalami peningkatan. &#8220;Alhamdulillah, kualifikasinya berkembang pesat. Bahkan atlet-atlet yang lahir dari ajang ini sudah ada yang menembus kompetisi internasional seperti Asian Games. Ke depan, kami berharap peserta dari luar negeri bisa kembali meningkat,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Menurut Munif, salah satu daya tarik utama yang memikat para pebalap untuk menjajal lintasan Gantasan Bike Park adalah keunikan karakteristik lintasannya. Pada rute sepanjang 2,3 kilometer yang termasuk salah satu yang terpanjang di Indonesia ini, kontur dan kondisi tanahnya sangat sulit ditebak.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Bagian atas lintasan selalu basah dan lembap karena berada di dalam kawasan hutan. Sebaliknya, sektor bagian bawah selalu kering, bahkan meski diguyur hujan sekalipun. Hal ini membuat laju sepeda makin kencang dan menjadi dilema tersendiri bagi para atlet,&#8221; jelas Munif.<\/p>\n<p>Dilema tersebut biasanya terlihat pada pemilihan jenis ban sepeda yang digunakan oleh para peserta. &#8220;Kalau menggunakan ban basah, mereka akan kewalahan di sektor bawah yang kering. Sebaliknya, jika memakai ban kering, mereka akan kesulitan menaklukkan sektor atas. Di situlah letak tantangan utamanya,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Tak hanya variasi kondisi tanah, lintasan ekstrem ini juga menyajikan serangkaian obstacle berat, seperti tanjakan, turunan curam, tikungan tajam, bebatuan, drop pohon, wallride kayu, super bowl, hingga big drop. Tingginya tingkat kesulitan lintasan bahkan membuat tidak sedikit pembalap yang sempat terjatuh saat memacu kecepatan di babak final. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Bahrullah <\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/olahraga\/6aafd70ba5f66\/Konsisten-Gelar-BIG-Downhill-UCI-Apresiasi-Banyuwangi-Atas-Kualitas-Lintasan-dan-Penyelenggaraan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Olahraga Aksi pebalap melibas lintasan ekstrem Gantasan Bike Park Banyuwangi. (Foto: Istimewa). BERITA PLUS, BANYUWANGI&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18660,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-18659","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/112db760c3bb.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/112db760c3bb-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/112db760c3bb-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/112db760c3bb.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/112db760c3bb.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/112db760c3bb.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/112db760c3bb.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/112db760c3bb.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/112db760c3bb.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/112db760c3bb.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/112db760c3bb-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/112db760c3bb-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18659"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18659\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18660"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}