{"id":18792,"date":"2026-09-23T23:43:40","date_gmt":"2026-09-23T16:43:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/09\/23\/361-siswa-di-cilacap-diduga-keracunan-mbg-19-korban-dilarikan-ke-rs\/"},"modified":"2026-09-23T23:43:40","modified_gmt":"2026-09-23T16:43:40","slug":"361-siswa-di-cilacap-diduga-keracunan-mbg-19-korban-dilarikan-ke-rs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/09\/23\/361-siswa-di-cilacap-diduga-keracunan-mbg-19-korban-dilarikan-ke-rs\/","title":{"rendered":"361 Siswa di Cilacap Diduga Keracunan MBG, 19 Korban Dilarikan ke RS"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Peristiwa<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/09\/23\/5c968def72ee.jpg\" alt=\"361 Siswa di Cilacap Diduga Keracunan MBG, 19 Korban Dilarikan ke RS\"\/>\n            <\/div>\n<p>Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Sampang saat menjalani perawatan di RSUD Cilacap usai mengalami keluhan, korban dugaan keracunan MBG. (Foto: dok. Istimewa)<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\"><b>BERITA PLUS, CILACAP &#8211; <\/b>Kasus dugaan keracunan massal terjadi di Cilacap, Jawa Tengah. Korban ratusan siswa SMA Negeri 1 Sampang.<\/span><\/p>\n<p>Mereka mengeluhkan mual, pusing, dan diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (22\/9\/2026).\u00a0<\/p>\n<p>Belasan siswa bahkan sempat dilarikan ke Puskesmas hingga Rumah Sakit pada keesokan harinya untuk mendapatkan perawatan.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Cilacap, Hasanuddin mengungkapkan dari jumlah 962 siswa, 361 siswa diantaranya diduga mengalami keracunan.<\/p>\n<p>&#8220;Yang mengalami keluhan itu ada siswa kelas 10 ada 108 anak, kemudian kelas 11 ada 125 anak, dan kelas 12 ada 128 anak,&#8221; katanya, Rabu (23\/9\/2026).<\/p>\n<p>Dari jumlah tersebut, 6 siswa menjalani rawat inap di Puskesmas Sampang, dan terdapat 19 siswa dilarikan ke RSUD Cilacap.<\/p>\n<p>&#8220;Siswa yang mengalami keluhan, setelah dilakukan pemeriksaan ada yang cukup dengan pengobatan, dan sudah diberi obat oleh teman-teman dari Puskesmas di sekolah ada 70 anak. Ini karena gejalanya masih aman,&#8221; jelas Hasanuddin.<\/p>\n<p>Selain itu, terdapat siswa yang menjalani rawat jalan di Puskesmas Sampang sebanyak 15 anak. &#8220;Kalau rawat jalan itu berarti dilakukan pemeriksaan kemudian diberi pengobatan lalu pulang,&#8221; ujar Hasanuddin.<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian yang dirawat di Puskesmas Sampang itu ada 6 anak, dan ada yang dirujuk ke RSUD Cilacap sampai saat ini update ada 19 anak. Kalau tadi sekitar 15 anak, kemudian datang lagi pasien,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Hasanuddin mengaku pihaknya bergerak cepat memberikan pertolongan kepada para korban pasca mengalami keluhan dengan menerjunkan tim ke lapangan.<\/p>\n<p>&#8220;Langkah utama yang kami lakukan dari Dinas Kesehatan dan teman-teman di lapangan itu yang terpenting melakukan penyelamatan, memberikan pertolongan kepada siswa yang mengalami keluhan untuk dilaksanakan pemeriksaan,&#8221; tegasnya.\u00a0<\/p>\n<p>Adapun upaya penanganan, melibatkan tenaga medis dari lima Puskesmas yang ditunjuk mulai Sampang, Maos, Adipala I, Adipala II dan Kesugihan I, dibantu tim Yankes dan Farmalkes dari Dinas Kesehatan Cilacap.<\/p>\n<p>&#8220;Teman-teman ini kami libatkan untuk membantu pemeriksaan, termasuk kemungkinan evakuasi atau rujukan,&#8221; terang Hasanuddin.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Jadi yang terpenting bagi kami adalah memberikan pelayanan kesehatan terhadap anak-anak kita yang diduga mengalami keracunan,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Dalam kasus tersebut, Dinas Kesehatan Cilacap tidak hanya sebatas melakukan penanganan medis saja, namun juga melakukan koordinasi dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait.<\/p>\n<p>&#8220;Langkah selanjutnya, kami koordinasi dengan pihak SPPG, tim kami sudah meluncur ke sana untuk melakukan pemeriksaan lokasi, dan pengambilan sampel,&#8221; kata Hasanuddin.<\/p>\n<p>&#8220;Artinya ini makanan yang kemungkinan kemarin, karena gejalanya itu ada yang sudah dirasakan siswa tadi malam, ada yang tadi pagi sampai dengan siang,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Sementara untuk sampel makanan yang sudah dibawa petugas, nantinya akan dikirimkan ke Labkes Provinsi Jawa Tengah guna dilakukan pemeriksaan.<\/p>\n<p>&#8220;Apa dugaan keracunan ini berasal dari sampel makanan atau dari air dan lain sebagainya, nanti diperiksa di Labkes Provinsi Jawa Tengah,&#8221; ujar Hasanuddin.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Dinas Kesehatan Cilacap juga telah berkoordinasi dengan Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) yang ada di Cilacap mengenai kasus yang terjadi tersebut agar menghentikan sementara operasional SPPG yang terkait.<\/p>\n<p>&#8220;Kami minta operasional SPPG untuk dihentikan dulu sementara sampai proses pemeriksaan ini selesai,&#8221; kata Hasanuddin.<\/p>\n<p>Menurut pengakuan Yesilia, salah satu siswa SMA Negeri 1 Sampang, dirinya merasakan keluhan seperti mual, pusing hingga diare sejak pagi.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Semalam sudah mulai kerasa, terus tadi pagi di sekolah tambah parah. Terus kan sudah ketahuan MBG. Dikumpulin jadi satu tempat. Yang sakit perut biasa saja dipisah, yang parah dibawa ke sini,&#8221; ungkapnya, dikutip detik.com.<\/p>\n<p>Saat kondisinya mulai memburuk, dia mengaku mengalami penglihatan berkunang-kunang. (*)\u00a0<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Satria Galih Saputra<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/peristiwa\/6ab401739cef1\/361-Siswa-di-Cilacap-Diduga-Keracunan-MBG-19-Korban-Dilarikan-ke-RS\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peristiwa Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Sampang saat menjalani perawatan di RSUD Cilacap usai mengalami&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18793,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-18792","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/5c968def72ee.jpg",424,239,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/5c968def72ee-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/5c968def72ee-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/5c968def72ee.jpg",424,239,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/5c968def72ee.jpg",424,239,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/5c968def72ee.jpg",424,239,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/5c968def72ee.jpg",424,239,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/5c968def72ee.jpg",424,239,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/5c968def72ee.jpg",424,239,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/5c968def72ee.jpg",424,239,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/5c968def72ee.jpg",424,239,false],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/5c968def72ee-400x239.jpg",400,239,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18792","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18792"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18792\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18793"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18792"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18792"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18792"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}