{"id":18798,"date":"2026-09-24T12:38:42","date_gmt":"2026-09-24T05:38:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/09\/24\/petrokimia-gresik-bawa-misi-industri-hijau-ke-forum-pbb-di-new-york-amerika-serikat\/"},"modified":"2026-09-24T12:38:42","modified_gmt":"2026-09-24T05:38:42","slug":"petrokimia-gresik-bawa-misi-industri-hijau-ke-forum-pbb-di-new-york-amerika-serikat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/09\/24\/petrokimia-gresik-bawa-misi-industri-hijau-ke-forum-pbb-di-new-york-amerika-serikat\/","title":{"rendered":"Petrokimia Gresik Bawa Misi Industri Hijau ke Forum PBB di New York Amerika Serikat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Rifki Ahmad<\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>23 September 2026 | 22:09<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 463 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/09\/23\/2fbc54da7bb1.jpg\" alt=\"Petrokimia Gresik Bawa Misi Industri Hijau ke Forum PBB di New York Amerika Serikat\"\/>\n            <\/div>\n<p>Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob  saat menjadi pembicara dalam forum Global Talent for Sustainable Development di KJRI New York. (Foto: Rifki\/Suara Indonesia)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, GRESIK \u2013<\/b> PT Petrokimia Gresik membawa pengalaman transformasi industri dan pertanian berkelanjutan Indonesia ke forum global di New York Amerika Serikat. <\/p>\n<p>Kehadiran Petrokimia Gresik merupakan tindak lanjut dari kiprah inovasi keberlanjutan perusahaan, termasuk GladiAgro: Next-Gen Soil Revival, solusi pemulihan kesehatan tanah yang sebelumnya meraih penghargaan tertinggi dalam SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026.<\/p>\n<p>Delegasi perusahaan plat merah tersebut langsung dihadiri oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob di 2026 UN Private Sector Forum di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York Amerika Serikat pada Minggu (20\/9) waktu setempat atau Senin (21\/9\/2026) waktu Indonesia. <\/p>\n<p>Forum itu mempertemukan sekitar 150 pemimpin senior dunia usaha, pemerintah, dan PBB untuk membahas percepatan transisi menuju energi yang bersih, adil, dan aman. Dalam forum tersebut, Daconi menjadi satu-satunya direktur utama dari Indonesia yang berkesempatan hadir.<\/p>\n<p>Adapun forum tersebut merupakan acara yang diselenggarakan oleh UN Global Compact di bawah kepemimpinan Sanda Ojiambo, Assistant Secretary-General PBB sekaligus CEO dan Executive Director UN Global Compact dan turut dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Ant\u00f3nio Guterres. <\/p>\n<p>Agenda forum membahas berbagai tantangan transisi energi global, mulai dari investasi, infrastruktur, kebijakan, hingga kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat implementasi energi bersih.<\/p>\n<p>Saat menjadi pembicara dalam forum Global Talent for Sustainable Development di KJRI New York yang mempertemukan diaspora Indonesia, mahasiswa, pemimpin bisnis, praktisi keberlanjutan, dan inovator tersebut, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menekankan pentingnya kesiapan talenta Indonesia dalam menghadapi pertumbuhan green jobs dan transformasi industri hijau.<\/p>\n<p>\u201cTransformasi menuju ekonomi hijau pada dasarnya juga merupakan transformasi tenaga kerja. Investasi pada teknologi harus berjalan bersama dengan investasi pada manusia. Teknologi hijau hanya akan memberikan manfaat apabila didukung talenta yang mampu merancang, mengoperasikan, dan mengembangkannya,\u201d kata Daconi.<\/p>\n<p>Ia pun mendorong talenta Indonesia di New York untuk mengambil bagian dalam transformasi tersebut dengan membawa pengetahuan, pengalaman, dan jejaring global untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. <\/p>\n<p>Menurutnya, kebutuhan terhadap SDM dengan kompetensi global akan semakin penting seiring berkembangnya industri hijau dan ekonomi berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap talenta-talenta terbaik Indonesia yang saat ini belajar maupun berkarya di luar negeri dapat membawa kembali pengetahuan dan pengalamannya untuk berkontribusi bagi Indonesia. Transformasi ke depan membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, perspektif global, dan kemampuan menjawab perubahan industri,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Menurut Daconi, Petrokimia Gresik memiliki posisi yang unik karena berada pada dua sisi transformasi sekaligus. Di sisi hulu, perusahaan merupakan industri pupuk dan kimia yang terus meningkatkan efisiensi serta menurunkan intensitas karbon. Sementara di sisi hilir, produk dan inovasinya bersentuhan langsung dengan produktivitas petani, kesehatan tanah, dan keberlanjutan pertanian Indonesia.<\/p>\n<p>Salah satunya melalui GladiAgro yang dikembangkan untuk menjawab tantangan menurunnya kesehatan tanah. Berdasarkan pengujian Petrokimia Gresik terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016, sebanyak 91,9 persen menunjukkan kandungan karbon organik yang rendah. <\/p>\n<p>Dalam implementasinya, GladiAgro memanfaatkan Petro Gladiator sebagai dekomposer berbasis mikroba unggul untuk mempercepat proses dekomposisi limbah pertanian dan bahan organik menjadi nutrisi organik. <\/p>\n<p>Nutrisi tersebut selanjutnya dikembalikan ke lahan untuk meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, dan mendukung pemulihan kesehatan tanah.<\/p>\n<p>\u201cTransformasi hijau kami tidak berhenti di gerbang pabrik, tetapi berlanjut sampai ke lahan pertanian. Di industri, kami harus membuat proses produksi semakin efisien dan rendah karbon. Di sektor pertanian, kami juga harus membantu petani menjaga kesehatan tanah, menggunakan input secara lebih tepat, dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya dalam forum di KJRI New York, Daconi membawa perspektif \u201cGreen Jobs: From Green Transformation to Green Talent\u201d. Menurutnya, perubahan menuju industri rendah karbon bukan hanya mengubah teknologi dan sumber energi, tetapi juga kompetensi tenaga kerja.<\/p>\n<p>Engineer dan operator yang sebelumnya banyak berfokus pada keandalan serta kapasitas produksi, misalnya, ke depan juga perlu memahami efisiensi energi, energi terbarukan, manajemen karbon, serta teknologi rendah karbon. Kebutuhan talenta pun semakin luas, mulai dari teknik dan lingkungan hingga pertanian, digital, data, keuangan, dan bisnis.<\/p>\n<p>\u201cEngineer tetap engineer, agronom tetap agronom, dan akuntan tetap akuntan. Tetapi teknologi yang mereka gunakan, kompetensi yang mereka butuhkan, dan ukuran keberhasilan pekerjaannya akan berubah. Karena itu, penguatan talenta perlu dilakukan melalui reskilling, upskilling, pengalaman industri, serta kolaborasi lintas disiplin,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Penguatan talenta tersebut berjalan beriringan dengan transformasi operasional Petrokimia Gresik. Perusahaan memiliki roadmap dekarbonisasi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Pada 2030 sebagai target jangka pendek, Petrokimia Gresik menargetkan penurunan emisi sebesar 30 persen dibandingkan skenario Business as Usual (BAU) sebesar 3,46 juta ton CO\u2082e.<\/p>\n<p>Upaya tersebut dilakukan melalui efisiensi energi dan utilitas, penggunaan sumber energi yang lebih bersih, pemanfaatan energi terbarukan dan CO\u2082, serta pengembangan teknologi rendah karbon. <\/p>\n<p>Salah satunya adalah rencana pengembangan green hydrogen untuk mendukung produksi (hybrid) green ammonia berkapasitas 250 MTPD yang tengah dikaji Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia sebagai bagian dari transformasi energi perusahaan.<\/p>\n<p>Menurut Daconi, perubahan tersebut membuat industri tidak cukup hanya menjadi pengguna tenaga kerja, tetapi juga perlu ikut membentuk talenta masa depan melalui pengembangan kompetensi serta kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan.<\/p>\n<p>\u201cTalenta hijau Indonesia perlu disiapkan dari sekarang karena transformasi industri hijau tidak menunggu kesiapan kita. Kolaborasi antara industri, pemerintah, perguruan tinggi, serta talenta Indonesia di dalam maupun luar negeri akan menjadi fondasi penting agar transformasi ini tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka peluang bagi generasi mendatang,\u201d pungkas Daconi. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Rifki Ahmad<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6ab3da77c4a42\/Petrokimia-Gresik-Bawa-Misi-Industri-Hijau-ke-Forum-PBB-di-New-York-Amerika-Serikat\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rifki Ahmad &#8211; 23 September 2026 | 22:09 &#8211; Dibaca 463 kali News Direktur Utama&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18799,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-18798","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/2fbc54da7bb1.jpg",1599,1066,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/2fbc54da7bb1-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/2fbc54da7bb1-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/2fbc54da7bb1-768x512.jpg",640,427,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/2fbc54da7bb1-1024x683.jpg",640,427,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/2fbc54da7bb1-1536x1024.jpg",1536,1024,true],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/2fbc54da7bb1.jpg",1599,1066,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/2fbc54da7bb1-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/2fbc54da7bb1-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/2fbc54da7bb1-1024x683.jpg",1024,683,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/2fbc54da7bb1-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/2fbc54da7bb1-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18798"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18798\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18799"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}