{"id":18967,"date":"2026-09-27T10:17:06","date_gmt":"2026-09-27T03:17:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/09\/27\/fesyar-jawa-2026-bidik-celah-pembiayaan-umkm-syariah\/"},"modified":"2026-09-27T10:17:06","modified_gmt":"2026-09-27T03:17:06","slug":"fesyar-jawa-2026-bidik-celah-pembiayaan-umkm-syariah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/09\/27\/fesyar-jawa-2026-bidik-celah-pembiayaan-umkm-syariah\/","title":{"rendered":"FESyar Jawa 2026, Bidik Celah Pembiayaan UMKM Syariah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Ekbis<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/09\/27\/31aec3d259e4.jpg\" alt=\"FESyar Jawa 2026, Bidik Celah Pembiayaan UMKM Syariah\"\/>\n            <\/div>\n<p>Pembukaan FESyar Jawa 2026. (Foto: Istimewa)<\/p>\n<p><span><span><b>BERITA PLUS, SURABAYA \u2013<\/b> Potensi ekonomi syariah di Jawa Timur terus didorong agar tidak berhenti pada besarnya jumlah pelaku usaha dan pasar halal. Bank Indonesia (BI) mendorong ekosistem ekonomi syariah semakin terhubung dengan akses pasar, pembiayaan, serta rantai nilai halal agar memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Dorongan tersebut menjadi salah satu fokus Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 yang digelar di Surabaya pada 25\u201327 September 2026.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, pengembangan ekonomi syariah membutuhkan ekosistem yang terintegrasi. Tidak hanya dari sisi produksi dan perdagangan produk halal, tetapi juga pembiayaan serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>\u201cKetiganya diarahkan agar semakin terintegrasi, berdampak nyata, dan inklusif. Kunci mewujudkannya adalah sinergi,\u201d kata Destry saat membuka FESyar Jawa 2026, Sabtu (26\/9\/2026).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Menurut dia, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Selain memiliki basis konsumen Muslim yang besar, provinsi ini juga memiliki jaringan pesantren yang dapat menjadi bagian penting dari rantai ekonomi syariah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>\u201cJawa Timur memiliki 97,33 persen penduduk beragama Islam dan 7.347 pesantren,\u201d ujarnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Besarnya basis syariah di sisi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan ekonomi dari hulu hingga hilir. Pesantren, UMKM, industri halal, lembaga keuangan syariah, hingga pasar konsumen dapat terhubung dalam satu ekosistem ekonomi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>BI mencatat, ruang pertumbuhan ekonomi syariah nasional masih terbuka lebar. Pada triwulan II 2026, sektor unggulan rantai nilai halal tumbuh 5,50 persen secara tahunan. Sementara aset keuangan syariah telah mencapai Rp3.131 triliun.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Dari sisi pemahaman masyarakat, literasi ekonomi syariah juga menunjukkan peningkatan. BI mencatat tingkat literasi ekonomi syariah naik dari 16,30 persen pada tahun 2019 menjadi 50,18 persen pada tahun 2025.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span><span>Bukan Sekadar Pertumbuhan Aset<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span><span>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai perkembangan ekonomi syariah perlu diukur dari dampaknya terhadap masyarakat. Pertumbuhan aset dan transaksi, menurut dia, harus diikuti dengan semakin luasnya manfaat ekonomi bagi pelaku usaha.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>\u201cUkuran keberhasilan ekonomi syariah bukan hanya seberapa besar asetnya, namun seberapa luas manfaat dan kemaslahatan yang dihasilkannya,\u201d kata Khofifah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Oleh karena itu, penguatan akses pembiayaan menjadi salah satu aspek penting. Pelaku UMKM syariah tidak hanya membutuhkan pasar untuk menjual produk, tetapi juga modal untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas, dan memperluas usaha.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>FESyar Jawa 2026 menghadirkan sejumlah program yang ditujukan untuk mempertemukan kebutuhan tersebut. Salah satunya Pasar Rakyat serta Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat yang menjadi ruang bagi UMKM untuk memperluas akses pasar.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Pengembangan wakaf produktif juga menjadi bagian dari agenda FESyar. Salah satunya melalui uang wakaf untuk mendukung sektor pendidikan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Selain itu, terdapat skema pembiayaan bagi guru madrasah dan pesantren yang tergabung dalam Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Program tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak hanya menyasar transaksi perdagangan produk halal, tetapi juga mulai diarahkan pada pembentukan sumber-sumber pembiayaan yang produktif.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>FESyar Jawa 2026 merupakan bagian dari rangkaian Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Forum ini mempertemukan pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, pemerintah, pesantren, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat konektivitas ekonomi syariah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Dengan basis konsumen Muslim yang besar, jaringan pesantren yang luas, serta pertumbuhan sektor halal dan keuangan syariah, tantangan berikutnya adalah memastikan potensi tersebut berubah menjadi aktivitas ekonomi yang menciptakan nilai tambah, memperluas pembiayaan, dan membuka pasar bagi pelaku usaha. (*)<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Dona Pramudya <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/ekbis\/6ab8778e34ea9\/FESyar-Jawa-2026-Bidik-Celah-Pembiayaan-UMKM-Syariah\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ekbis Pembukaan FESyar Jawa 2026. (Foto: Istimewa) BERITA PLUS, SURABAYA \u2013 Potensi ekonomi syariah di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18968,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-18967","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/31aec3d259e4.jpg",984,656,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/31aec3d259e4-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/31aec3d259e4-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/31aec3d259e4-768x512.jpg",640,427,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/31aec3d259e4.jpg",640,427,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/31aec3d259e4.jpg",984,656,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/31aec3d259e4.jpg",984,656,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/31aec3d259e4.jpg",984,656,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/31aec3d259e4-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/31aec3d259e4.jpg",984,656,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/31aec3d259e4-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/31aec3d259e4-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18967","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18967"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18967\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18968"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}