{"id":19081,"date":"2026-09-29T19:57:03","date_gmt":"2026-09-29T12:57:03","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/09\/29\/jpu-tolak-eksepsi-tiga-terdakwa-kasus-dugaan-penampungan-emas-ilegal-di-surabaya\/"},"modified":"2026-09-29T19:57:03","modified_gmt":"2026-09-29T12:57:03","slug":"jpu-tolak-eksepsi-tiga-terdakwa-kasus-dugaan-penampungan-emas-ilegal-di-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/09\/29\/jpu-tolak-eksepsi-tiga-terdakwa-kasus-dugaan-penampungan-emas-ilegal-di-surabaya\/","title":{"rendered":"JPU Tolak Eksepsi Tiga Terdakwa Kasus Dugaan Penampungan Emas Ilegal di Surabaya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Jefri Hadi <\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>29 September 2026 | 19:09<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 0 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/09\/29\/c5034b0e939c.jpg\" alt=\"JPU Tolak Eksepsi Tiga Terdakwa Kasus Dugaan Penampungan Emas Ilegal di Surabaya\"\/>\n            <\/div>\n<p>Tiga Terdakwa Kasus TPPU PT Semar Permata Emas Mulia di Ruang Candra PN Surabaya. (Foto: Yulian\/suaraindonesia)<\/p>\n<p><strong style=\"font-size: 1rem;\">BERITA PLUS, SURABAYA \u2013 <\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\">Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menolak seluruh dalil eksepsi tiga terdakwa perkara dugaan penampungan dan pengolahan emas hasil tambang ilegal serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).<\/span><\/p>\n<p>Penuntut umum menilai surat dakwaan terhadap ketiganya telah disusun secara cermat, jelas, dan lengkap sesuai ketentuan hukum acara pidana.<\/p>\n<p>Penolakan itu disampaikan JPU Damang Anubowo dalam persidangan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (28\/9\/2026).<\/p>\n<p>Tiga terdakwa dalam perkara tersebut adalah Direktur Utama PT Semar Permata Emas Mulia Teddy Wijaya, Direktur Benny Surya Wijaya, dan Komisaris Debby Wijaya.<\/p>\n<p>\u201cDakwaan telah disusun secara cermat dan memenuhi ketentuan hukum acara pidana,\u201d ujar Damang dalam persidangan.<\/p>\n<p>Menurut jaksa, eksepsi yang diajukan tim penasihat hukum para terdakwa tidak memiliki alasan hukum.<\/p>\n<p>Sebab, lanjutnya dakwaan telah menguraikan secara jelas rangkaian perbuatan yang diduga dilakukan ketiganya, termasuk aktivitas penerimaan, pengolahan, pemurnian, hingga penjualan emas yang disebut berasal dari pertambangan tanpa izin.<\/p>\n<p>Penuntut umum menyebut aktivitas tersebut berlangsung sekitar Mei 2019 hingga April 2022 di kantor PT Semar Permata Emas Mulia, Jalan Tampomas, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Sawahan, Surabaya.<\/p>\n<p>Emas tersebut diduga berasal dari Franky Lorentz Bintoro dan Michael Lorentz Bintoro, urainya. Kedua terdakwa sebelumnya telah diputus bersalah oleh PN Pontianak dalam perkara jual beli emas ilegal.<\/p>\n<p>Dalam uraian dakwaan, Franky disebut datang langsung ke kantor PT Semar untuk melakukan kesepakatan harga dengan Teddy Wijaya.<\/p>\n<p>Emas kemudian diserahkan tanpa dokumen pendukung dan langsung ditimbang.<br \/>Pembayaran dilakukan melalui pencairan cek dari enam rekening Bank BCA milik Debby Wijaya.<\/p>\n<p>Lanjutnya, dana tersebut kemudian disetor secara tunai dengan menggunakan nama Franky, Franky L, maupun Franky Lorentz.<\/p>\n<p>Setelah diterima, emas diduga dilebur secara manual menggunakan kowi dan solder. Selanjutnya, proses pemurnian dilakukan melalui PT Indah Golden Signature, PT Sukajadi Logam, dan PT Simba Jaya Utama.<\/p>\n<p>&#8220;Emas yang telah dimurnikan kemudian dijual ke sejumlah toko emas di Surabaya, Jakarta, Makassar, Jombang, Jember, Cirebon, hingga Purwokerto,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>Penuntut umum juga mengungkap sedikitnya 10 transaksi pencairan cek dan penyetoran tunai yang disebut fiktif pada April hingga Mei 2021.<\/p>\n<p>&#8220;Nilai transaksi tersebut berkisar Rp1,5 miliar hingga Rp9 miliar dan seluruhnya disebut mengalir ke rekening Franky Lorentz,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Dana tersebut, kata penuntut umum kemudian digunakan untuk membeli kembali emas dari perusahaan pemurnian.<\/p>\n<p>Menurut penuntut umum, aktivitas tersebut tidak menerapkan prinsip Know Your Customer (KYC) sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 1796 K\/30\/MEM\/2018.<\/p>\n<p>Penuntut umum menyebut tidak ditemukan dokumen yang menunjukkan asal-usul emas berasal dari kegiatan pertambangan dengan perizinan yang sah.<\/p>\n<p>Dalam penyidikan perkara ini, sejumlah barang bukti turut diamankan. Adapun disebutkan uang tunai sekitar Rp6,17 miliar, ratusan lembar uang asing pecahan US$100, ribuan keping emas logam mulia berbagai merek, emas dengan berat sekitar 100 kilogram, peralatan peleburan emas, serta puluhan buku catatan transaksi dan dokumen perbankan.<\/p>\n<p>Atas perkara tersebut, ketiga terdakwa didakwa melanggar Pasal 161 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara juncto UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka juga didakwa dengan Pasal 607 ayat (1) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU,&#8221; pungkasnya. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6aba1fcf1f9ed\/JPU-Tolak-Eksepsi-Tiga-Terdakwa-Kasus-Dugaan-Penampungan-Emas-Ilegal-di-Surabaya\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jefri Hadi &#8211; 29 September 2026 | 19:09 &#8211; Dibaca 0 kali News Tiga Terdakwa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19082,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-19081","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/c5034b0e939c.jpg",1600,900,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/c5034b0e939c-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/c5034b0e939c-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/c5034b0e939c-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/c5034b0e939c-1024x576.jpg",640,360,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/c5034b0e939c-1536x864.jpg",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/c5034b0e939c.jpg",1600,900,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/c5034b0e939c-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/c5034b0e939c-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/c5034b0e939c-1024x576.jpg",1024,576,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/c5034b0e939c-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/c5034b0e939c-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19081","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19081"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19081\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}