{"id":19119,"date":"2026-09-30T22:04:09","date_gmt":"2026-09-30T15:04:09","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/09\/30\/sidang-pengeroyokan-di-gudang-agrimex-saksi-tak-lihat-awal-keributan\/"},"modified":"2026-09-30T22:04:09","modified_gmt":"2026-09-30T15:04:09","slug":"sidang-pengeroyokan-di-gudang-agrimex-saksi-tak-lihat-awal-keributan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/09\/30\/sidang-pengeroyokan-di-gudang-agrimex-saksi-tak-lihat-awal-keributan\/","title":{"rendered":"Sidang Pengeroyokan di Gudang Agrimex, Saksi Tak Lihat Awal Keributan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Jefri Hadi <\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>30 September 2026 | 20:09<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 0 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/09\/30\/faa735902668.jpg\" alt=\"Sidang Pengeroyokan di Gudang Agrimex, Saksi Tak Lihat Awal Keributan\"\/>\n            <\/div>\n<p>Persidangan kasus pengeroyokan terus bergulis di pengadilan negeri Surabaya hadirkan dua saksi lanjutan. (Foto: Yulian\/suaraindonesia)<\/p>\n<p><strong style=\"font-size: 1rem;\">BERITA PLUS, SURABAYA &#8211;\u00a0<\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\">Dua saksi dalam perkara dugaan pengeroyokan di kawasan pergudangan PT Agrimex, Jalan Tanjungsari, Surabaya, terus bergulir di pengadilan negeri Surabaya, Rabu (30\/9\/2026).<\/span><\/p>\n<p>Pengakuan\u00a0saksi mengaku tidak melihat awal keributan yang melibatkan terdakwa Yusuf bin Buamin alias Haji Yus\/Denius dan Poerwantoro Prasigi alias Sengek bin Sanut.<\/p>\n<p>Keterangan itu disampaikan kedua saksi, Sefila Rahayu Aji dan Supriyanto, mengaku tiba di lokasi ketika suasana sudah gaduh saat ditanya penuntut umum dalam persidangan.<\/p>\n<p>Saksi Sefila mengatakan, saat datang, ia melihat Haji Yus dan seorang pemuda terlibat cekcok hingga kemudian terjatuh. Saat itu, posisi Haji Yus sudah berada di tanah dalam keadaan telentang.<\/p>\n<p>\u201cSaat datang ke lokasi, suasana sudah gaduh dan ada perkelahian. Saya melihat Haji Yus dan pemuda saling cekcok. Awalnya adu mulut, lalu sampai terjatuh ke tanah dalam keadaan telentang,\u201d kata Sefila di hadapan majelis hakim yang diketuai S. Pujiono.<\/p>\n<p>Sementara itu, Supriyanto menerangkan, ketika tiba di lokasi, ia melihat Haji Yus berada di bawah, sedangkan Louis berada di atas tubuh Haji Yus.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak melihat Haji Yusuf melakukan pukul-pukulan kepada Louis. Yang kami lihat sudah ada keributan. Haji Yusuf berada di bawah, Louis di atas,\u201d ujar Supriyanto.<\/p>\n<p>Penuntut umum kemudian mengakhiri pemeriksaan terhadap kedua saksi. \u201cCukup, Yang Mulia, dari penuntut umum,\u201d kata jaksa.<\/p>\n<p>Setelah pemeriksaan oleh penuntut umum selesai, penasihat hukum terdakwa mendapat kesempatan menggali lebih lanjut keterangan kedua saksi.\u00a0<\/p>\n<p>Selanjutnya, kesempatan PH terdakwa menanyakan apa yang sebenarnya dilihat saksi ketika tiba di gudang Agrimex.\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">\u201cSaudara saksi, apa yang saudara lihat dalam peristiwa di gudang Agrimex saat kejadian?\u201d tanya penasihat hukum terdakwa.<\/span><\/p>\n<p>Saksi kemudian menjawab bahwa mereka tidak melihat kejadian sejak awal. Mereka baru datang ketika situasi sudah dalam keadaan gaduh.\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">\u201cTidak melihat Haji Yus memukul Louis,\u201d jawab saksi.<\/span><\/p>\n<p>PH kembali mempertegas, apakah kedua saksi benar-benar melihat langsung peristiwa pengeroyokan dan siapa saja yang terlibat dalam keributan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKami datang tidak dari awal, tetapi ketika sudah ada keributan. Yang kami lihat Haji Yus berada di tengah kerumunan seperti perkelahian,\u201d jawab saksi.<\/p>\n<p>Saksi kemudian menjelaskan, saat itu Haji Yus sudah berada di bawah, sedangkan Louis berada di atas dan melakukan pemukulan.<\/p>\n<p>\u201cJadi kami tidak melihat pukul-pukulannya dari awal. Kami hanya melihat ketika keributan sudah terjadi dan Haji Yus berada di bawah,\u201d ujar saksi.<\/p>\n<p>Para saksi juga menyebut melihat adanya luka pada bagian pipi Haji Yus setelah keributan tersebut. Namun, mereka tidak menyaksikan secara langsung rangkaian kejadian sebelum keributan berlangsung.<\/p>\n<p>Usai persidangan, penasihat hukum terdakwa, Nurdin, mengatakan keterangan tersebut penting karena kedua saksi hanya melihat kondisi ketika keributan sudah terjadi.<\/p>\n<p>\u201cYang dilihat saksi bukan dari awal. Mereka datang ketika sudah ada keributan. Saat itu Haji Yus sudah berada di bawah, sedangkan Louis di atas dan melakukan pemukulan,\u201d kata Nurdin.<\/p>\n<p>Menurut Nurdin, berdasarkan keterangan saksi, Poerwantoro justru terlihat berupaya melerai keributan.\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">\u201cYang mereka lihat, Purwantoro melerai. Jadi bukan ikut melakukan pemukulan,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p>Nurdin juga menyebut setelah kejadian, Haji Yus pulang, sedangkan Louis masih menjalankan aktivitasnya. Keduanya disebut masih dapat bekerja dan tidak langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit.<\/p>\n<p>\u201cHaji Yus pulang, sementara Louis masih menjalankan aktivitasnya. Keduanya masih bisa bekerja setelah kejadian,\u201d kata Nurdin.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, para saksi yang dihadirkan tidak menyaksikan kejadian sejak awal sehingga keterangan mereka terbatas pada situasi yang terlihat setelah keributan berlangsung. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6abd21fa6b8d7\/Sidang-Pengeroyokan-di-Gudang-Agrimex-Saksi-Tak-Lihat-Awal-Keributan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jefri Hadi &#8211; 30 September 2026 | 20:09 &#8211; Dibaca 0 kali News Persidangan kasus&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19120,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-19119","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/faa735902668.jpg",800,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/faa735902668-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/faa735902668-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/faa735902668-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/faa735902668.jpg",640,360,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/faa735902668.jpg",800,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/faa735902668.jpg",800,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/faa735902668.jpg",800,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/faa735902668.jpg",800,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/faa735902668.jpg",800,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/faa735902668-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/faa735902668-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19119"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19119\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}