{"id":19143,"date":"2026-10-01T10:49:22","date_gmt":"2026-10-01T03:49:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/10\/01\/gapasdap-usulkan-ke-presiden-pengembangan-infrastruktur-ketapang-gilimanuk-masuk-psn\/"},"modified":"2026-10-01T10:49:22","modified_gmt":"2026-10-01T03:49:22","slug":"gapasdap-usulkan-ke-presiden-pengembangan-infrastruktur-ketapang-gilimanuk-masuk-psn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/10\/01\/gapasdap-usulkan-ke-presiden-pengembangan-infrastruktur-ketapang-gilimanuk-masuk-psn\/","title":{"rendered":"Gapasdap Usulkan ke Presiden Pengembangan Infrastruktur Ketapang\u2013Gilimanuk Masuk PSN"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/10\/01\/ad6a93a06bb4.jpg\" alt=\"Gapasdap Usulkan ke Presiden Pengembangan Infrastruktur Ketapang\u2013Gilimanuk Masuk PSN\"\/>\n            <\/div>\n<p>Ketum GAPASDAP Khoiri Soetomo saat bersama Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Dok. Suaraindonesia.co.id).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013 <\/b>Lintasan penyeberangan Ketapang\u2013Gilimanuk kembali lancar setelah berbagai langkah operasional dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan. Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (DPP GAPASDAP) mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menangani kepadatan di lintasan tersebut.<\/p>\n<p>Ketua Umum DPP GAPASDAP Khoiri Soetomo mengatakan, koordinasi antarstakeholder dan percepatan proses bongkar-muat kapal mulai memberikan hasil terhadap kelancaran penyeberangan.<\/p>\n<p>\u201cKami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Bambang Haryo Soekartono (anggota DPR RI) serta seluruh stakeholder yang telah memberikan perhatian dan bersama-sama mencari jalan keluar. Demikian pula kepada ASDP, KSOP, BPTD, pemerintah daerah, Organda, Aptrindo, operator kapal dan seluruh unsur yang bekerja di lapangan. Persoalan sebesar Ketapang\u2013Gilimanuk memang tidak mungkin diselesaikan sendiri-sendiri. Kuncinya adalah kolaborasi dan bergerak bersama,\u201d ujar Khoiri, Kamis (1\/10\/2026).<\/p>\n<p>Menurutnya, kondisi lintasan yang kembali lancar perlu dijaga agar kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan penyeberangan Jawa\u2013Bali kembali meningkat.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat. Ketapang\u2013Gilimanuk saat ini sudah lancar dan siap melayani perjalanan masyarakat. Kami berharap masyarakat kembali memanfaatkan lintasan ini sehingga demand yang sempat menurun dapat kembali pulih dan terus meningkat,\u201d kata Khoiri.<\/p>\n<p>GAPASDAP menilai kelancaran saat ini perlu diikuti pembenahan infrastruktur untuk mengantisipasi kenaikan volume kendaraan, terutama saat Natal dan Tahun Baru serta Lebaran.<\/p>\n<p>Sejumlah pekerjaan yang didorong untuk dipercepat antara lain penyatuan dan optimalisasi dermaga plengsengan di Ketapang, pelebaran fasilitas LCM di Gilimanuk, serta perbaikan dan optimalisasi fasilitas di Bulusan.<\/p>\n<p>\u201cKita jangan menunggu sampai antrean panjang terjadi kembali baru bergerak. Infrastruktur harus dipersiapkan sebelum demand mencapai puncaknya. Karena itu pekerjaan yang secara teknis dapat segera dilaksanakan harus dipercepat,\u201d tegas Khoiri.<\/p>\n<p>GAPASDAP, kata dia, juga meminta pengelola kepelabuhanan bersama pemerintah dan instansi terkait mempercepat koordinasi sehingga pekerjaan yang mendesak untuk menambah kapasitas layanan tidak tertunda.<\/p>\n<p>Untuk jangka panjang, GAPASDAP mengusulkan kepada Presiden dan pemerintah pusat agar pengembangan infrastruktur penyeberangan Ketapang\u2013Gilimanuk dipertimbangkan masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN).<\/p>\n<p>Usulan tersebut berkaitan dengan peran Ketapang\u2013Gilimanuk sebagai salah satu jalur utama konektivitas Jawa\u2013Bali yang melayani mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pariwisata, serta kegiatan ekonomi.<\/p>\n<p>\u201cPersoalan Ketapang\u2013Gilimanuk tidak cukup diselesaikan setiap kali antrean terjadi. Kita membutuhkan penyelesaian struktural dan jangka panjang. Karena itu GAPASDAP mengusulkan kepada Bapak Presiden agar pengembangan infrastruktur penyeberangan Ketapang\u2013Gilimanuk dapat dipertimbangkan menjadi bagian dari Program Strategis Nasional,\u201d ujar Khoiri.<\/p>\n<p>Ia mengatakan pengembangan infrastruktur perlu mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan kendaraan, distribusi logistik, pariwisata, dan aktivitas ekonomi dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>\u201cKetapang\u2013Gilimanuk adalah urat nadi konektivitas Jawa\u2013Bali. Infrastruktur pelabuhannya harus dirancang bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi untuk kebutuhan 10, 20 bahkan 30 tahun ke depan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>GAPASDAP juga menilai penambahan kapal berukuran besar bukan satu-satunya solusi untuk meningkatkan kapasitas layanan Ketapang\u2013Gilimanuk.<\/p>\n<p>Menurut Khoiri, keberadaan kapal besar dan kecil tetap dibutuhkan karena masing-masing memiliki fungsi sesuai kondisi operasional dan tingkat permintaan kendaraan.<\/p>\n<p>\u201cKetapang membutuhkan kapal besar dan kapal kecil. Keduanya mempunyai fungsi masing-masing. Persoalannya bukan semata-mata ukuran kapal, tetapi apakah dermaga yang tersedia mampu melayani kapal-kapal tersebut. Jangan sampai kapalnya tersedia tetapi tidak dapat beroperasi karena keterbatasan dermaga,\u201d kata Khoiri.<\/p>\n<p>Pada periode padat, kapal berkapasitas besar dapat dioptimalkan untuk mengangkut lonjakan kendaraan. Sementara saat permintaan menurun, kapal dengan kapasitas lebih kecil dapat disesuaikan dengan kebutuhan.<\/p>\n<p>GAPASDAP berpandangan peningkatan jumlah dan kapasitas armada harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas, kekuatan, serta konektivitas dermaga.<\/p>\n<p>\u201cPrinsipnya sederhana kapalnya tersedia, dermaganya juga harus siap. Jangan sampai perkembangan sarana transportasi jauh meninggalkan prasarananya,\u201d tutur dia.<\/p>\n<p>Khoiri mengatakan penanganan Ketapang\u2013Gilimanuk perlu dilakukan dalam tiga tahap, yakni menjaga kelancaran operasi, meningkatkan kapasitas dermaga, serta membangun infrastruktur secara terintegrasi untuk kebutuhan jangka panjang.<\/p>\n<p>\u201cKondisi yang sudah kembali lancar ini harus kita jaga bersama. Jangan berhenti karena antrean sudah berkurang. Justru sekarang waktunya melakukan pembenahan agar pada Nataru, Lebaran, maupun peningkatan demand di masa mendatang, kita jauh lebih siap,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>\u201cGAPASDAP akan terus mengambil bagian dalam menyampaikan kondisi lapangan kepada masyarakat, memberikan masukan kepada pemerintah, serta membangun komunikasi dengan seluruh stakeholder. Keselamatan, kelancaran dan keberlanjutan penyeberangan Ketapang\u2013Gilimanuk adalah tanggung jawab kita bersama,\u201d tutup Khoiri. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Bahrullah <\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6abdd7427e5a8\/Gapasdap-Usulkan-ke-Presiden-Pengembangan-Infrastruktur-KetapangGilimanuk-Masuk-PSN\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Ketum GAPASDAP Khoiri Soetomo saat bersama Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono di Pelabuhan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19144,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-19143","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ad6a93a06bb4.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ad6a93a06bb4-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ad6a93a06bb4-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ad6a93a06bb4.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ad6a93a06bb4.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ad6a93a06bb4.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ad6a93a06bb4.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ad6a93a06bb4.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ad6a93a06bb4.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ad6a93a06bb4.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ad6a93a06bb4-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/ad6a93a06bb4-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19143","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19143"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19143\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19143"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}