{"id":19301,"date":"2026-10-06T18:55:27","date_gmt":"2026-10-06T11:55:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/10\/06\/pertarungan-15-guru-besar-di-bursa-rektor-uinsa-nilai-kualitatif-bakal-dibuka\/"},"modified":"2026-10-06T18:55:27","modified_gmt":"2026-10-06T11:55:27","slug":"pertarungan-15-guru-besar-di-bursa-rektor-uinsa-nilai-kualitatif-bakal-dibuka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/10\/06\/pertarungan-15-guru-besar-di-bursa-rektor-uinsa-nilai-kualitatif-bakal-dibuka\/","title":{"rendered":"Pertarungan 15 Guru Besar di Bursa Rektor\u00a0 UINSA, Nilai Kualitatif Bakal Dibuka"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Jefri Hadi <\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>06 October 2026 | 15:10<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 0 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/10\/05\/044229c76953.jpg\" alt=\"Pertarungan 15 Guru Besar di Bursa Rektor\u00a0  UINSA, Nilai Kualitatif Bakal Dibuka\"\/>\n            <\/div>\n<p>Guru Besar UINSA yang juga masuk dalam bursa bakal calon rektor, Prof. Mohammad Kurjum. (Foto: Yulian\/suaraindonesia)<\/p>\n<p><strong style=\"font-size: 1rem;\">BERITA PLUS, SURABAYA &#8211;\u00a0<\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\">Bursa pemilihan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2026-2030 kembali bergulir dengan 15 guru besar dan akademisi yang masuk dalam penjaringan.<\/span><\/p>\n<p>Guru Besar UINSA yang juga masuk dalam bursa bakal calon rektor, Prof. Mohammad Kurjum, mengatakan keterbukaan penilaian menjadi salah satu pembeda dalam proses seleksi kali ini.\u00a0<\/p>\n<p>Kontestasi kali ini membawa penekanan baru, yakni keterbukaan nilai kualitatif hasil penilaian Senat UINSA terhadap para bakal calon rektor.<\/p>\n<p>Menurut dia, nilai kualitatif dari anggota Senat nantinya akan dibuka di hadapan anggota Senat.<\/p>\n<p>\u201cKalau yang kemarin tidak ada keterbukaan nilai kualitatif dari anggota Senat. Untuk yang sekarang lebih terbuka, artinya nilai semuanya nanti akan dipublikasikan di depan anggota Senat,\u201d kata Kurjum, Selasa (6\/10\/2026).<\/p>\n<p>Disebutkan, pada tahapan verifikasi kelengkapan persyaratan administrasi dokumen bakal calon rektor berlangsung pada 5 Oktober 2026.\u00a0<\/p>\n<p>Setelah itu, hasil verifikasi diserahkan kepada Plt Rektor UINSA untuk diteruskan kepada Senat sebelum nama-nama bakal calon rektor diumumkan.<\/p>\n<p>Penilaian kualitatif tersebut akan mencakup sejumlah aspek yang berkaitan dengan kapasitas calon pemimpin UINSA.\u00a0<\/p>\n<p>Adapun penilaian, sebutnya antara profil nilai kepemimpinan, kemampuan membangun kolaborasi, moralitas, serta latar belakang pendidikan.<\/p>\n<p>Seluruh anggota Senat UINSA akan terlibat dalam proses penilaian.\u00a0<\/p>\n<p>Kurjum mengatakan proses tersebut juga akan mendapat pengawasan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama untuk menjaga transparansi tahapan pemilihan.<\/p>\n<p>\u201cSemua anggota Senat dan insyaallah ada pengawas dari Irjen Kemenag. Itu dalam rangka supaya pemilihan rektor yang sekarang ini betul-betul transparan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Bagi Kurjum, keterbukaan tersebut penting karena UINSA membutuhkan pemimpin yang mampu diterima oleh berbagai unsur sivitas akademika.<\/p>\n<p>Ia menilai banyaknya peserta dalam bursa rektor menunjukkan masih terbukanya ruang bagi berbagai figur akademik untuk menawarkan gagasan kepemimpinan.<\/p>\n<p>\u201cUINSA itu lembaga keagamaan Islam di bawah Kementerian Agama yang sangat strategis. Bab itu, UINSA membutuhkan pemimpin yang benar-benar diterima di semua sisi, utamanya di lingkup sivitas akademika,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti pentingnya konsolidasi internal setelah berbagai dinamika yang terjadi dalam kepemimpinan UINSA sebelumnya.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Kurjum, rektor berikutnya perlu membangun komunikasi dan kolaborasi agar tidak terjadi kembali polarisasi di lingkungan kampus.<\/p>\n<p>\u201cYang terpenting menurut saya, saya ingin membangun konsolidasi internal. Selama ini seakan-akan antara satu bagian dengan bagian yang lain saling mengancam dan saling menjelek-jelekkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Olehnya itu, jika terpilih, Kurjum mengatakan akan mendorong terciptanya harmoni dalam kepemimpinan UINSA.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cMendatang, saya tidak ingin itu terjadi lagi. Saya ingin membangun harmoni dalam kepemimpinan UINSA. Tidak ada polarisasi lagi. Semua milik kita, UINSA adalah rumah kita,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dalam bursa kali ini, terdapat empat nama baru, yakni Prof. Wahidah Zein Br Siregar, Prof. Abdul Kadir Riyadi, Prof. Mohammad Thohir, dan Prof. Titik Triwulan.<\/p>\n<p>Mereka bergabung dengan 11 pendaftar sebelumnya, yakni Prof. Masdar Hilmy, Prof. Abdul Chalik, Prof. Khoirun Niam, Prof. Evi Fatimatur Rusydiyah, Prof. Zumrotul Mukaffa, Prof. Siti Warjiyati, Prof. Rubaidi, Prof. Husniyatus Salamah Zainiyati, Prof. Mohammad Kurjum, Prof. Achmad Muhibin Zuhri, dan Prof. Nur Kholis.<\/p>\n<p>Setelah verifikasi administrasi, Senat UINSA dijadwalkan melakukan penilaian kualitatif terhadap para calon rektor pada 7 Oktober 2026 melalui rapat tertutup.\u00a0<\/p>\n<p>Tahapan tersebut menjadi salah satu penentu dalam proses penyaringan calon yang akan melanjutkan kontestasi menuju kursi Rektor UINSA periode 2026-2030. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6ac4639b67f16\/Pertarungan-15-Guru-Besar-di-Bursa-Rektor-UINSA-Nilai-Kualitatif-Bakal-Dibuka\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jefri Hadi &#8211; 06 October 2026 | 15:10 &#8211; Dibaca 0 kali News Guru Besar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19302,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-19301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/044229c76953.jpg",1505,900,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/044229c76953-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/044229c76953-300x179.jpg",300,179,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/044229c76953-768x459.jpg",640,383,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/044229c76953-1024x612.jpg",640,383,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/044229c76953.jpg",1505,900,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/044229c76953.jpg",1505,900,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/044229c76953-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/044229c76953-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/044229c76953-1024x612.jpg",1024,612,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/044229c76953-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/044229c76953-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19301"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19301\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}