{"id":19375,"date":"2026-10-08T13:02:52","date_gmt":"2026-10-08T06:02:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/10\/08\/truk-hantam-portal-viaduk-bh-87a-banyuwangi-kai-ingatkan-risiko-keselamatan-kereta-api\/"},"modified":"2026-10-08T13:02:52","modified_gmt":"2026-10-08T06:02:52","slug":"truk-hantam-portal-viaduk-bh-87a-banyuwangi-kai-ingatkan-risiko-keselamatan-kereta-api","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/10\/08\/truk-hantam-portal-viaduk-bh-87a-banyuwangi-kai-ingatkan-risiko-keselamatan-kereta-api\/","title":{"rendered":"Truk Hantam Portal Viaduk BH 87A Banyuwangi, KAI Ingatkan Risiko Keselamatan Kereta Api"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/10\/08\/094432bb099e.jpg\" alt=\"Truk Hantam Portal Viaduk BH 87A Banyuwangi, KAI Ingatkan Risiko Keselamatan Kereta Api\"\/>\n            <\/div>\n<p>TPK Portal Viaduk BH 87A yang ditabrak truk Hino. (Foto: Istimewa).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013 <\/b>Portal pembatas ketinggian kendaraan di depan Viaduk BH 87A, Kilometer 17+394 petak jalan Argopuro-Ketapang, Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, roboh setelah ditabrak truk Hino P 8850 UV, Rabu malam (7\/10\/2026).<\/p>\n<p>KAI Daop 9 Jember menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 19.00 WIB dari masyarakat. Truk diduga membawa muatan melebihi batas ketinggian yang diperbolehkan.<\/p>\n<p>Truk tersebut tetap melintas melalui portal pembatas hingga terjadi benturan. Akibat kejadian itu, pengemudi Fandy Ahmad dan kernet Husna Fitroh mengalami luka ringan.<\/p>\n<p>Keduanya kemudian dibawa ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan perawatan medis setelah mengalami luka akibat insiden benturan kendaraan dengan portal pembatas.<\/p>\n<p>KAI menegaskan robohnya portal bukan sekadar persoalan kerusakan fasilitas. Keberadaan pembatas tersebut merupakan bagian dari sistem keselamatan untuk melindungi jembatan kereta api.<\/p>\n<p>Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyayangkan kejadian tersebut dan mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap batas dimensi kendaraan.<\/p>\n<p>\u201cPortal dimensi bukan penghalang yang dipasang tanpa alasan. Portal tersebut merupakan bagian dari sistem perlindungan jembatan kereta api,\u201d ujar Cahyo.<\/p>\n<p>Menurutnya, kendaraan yang melebihi batas ketinggian dan tetap memaksakan melintas berpotensi merusak kendaraan, infrastruktur jembatan, sekaligus mengancam keselamatan perjalanan kereta api.<\/p>\n<p>\u201cKetika kendaraan dengan ketinggian melebihi batas tetap memaksakan diri untuk melintas, risikonya bukan hanya kendaraan mengalami kerusakan, tetapi dapat berdampak pada infrastruktur,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Viaduk BH 87A memiliki tinggi bebas minimum sekitar 4,05 meter. Sementara itu, portal pembatas ketinggian yang terpasang memiliki tinggi 4 meter.<\/p>\n<p>Portal tersebut berada sekitar 12 meter dari as jembatan ke arah Argopuro dan sekitar 16 meter dari as jembatan ke arah Ketapang.<\/p>\n<p>Cahyo mengatakan batas ketinggian kendaraan telah dilengkapi petunjuk yang dapat dilihat pengguna jalan. Pengemudi perlu memastikan tinggi kendaraan beserta muatannya sebelum melintas.<\/p>\n<p>Ketentuan tersebut juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 48 mengatur persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor.<\/p>\n<p>Persyaratan tersebut antara lain mencakup ukuran dan pemuatan kendaraan. Ketentuan kendaraan angkutan barang juga diperkuat melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2021.<\/p>\n<p>Regulasi tersebut mengatur tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan, serta kelas jalan yang dapat dilalui kendaraan angkutan barang.<\/p>\n<p>\u201cKetentuan mengenai dimensi kendaraan bukan semata-mata persoalan administrasi. Ada aspek keselamatan yang harus dipahami bersama,\u201d kata Cahyo.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, pengemudi harus memastikan kendaraan dan muatannya memenuhi batas yang diperbolehkan sebelum melakukan perjalanan, terutama saat melewati ruas jalan dekat jembatan kereta api.<\/p>\n<p>Menurut KAI, portal dimensi memiliki fungsi strategis karena jembatan kereta api yang melintas di atas jalan memiliki ruang bebas tertentu yang harus dijaga.<\/p>\n<p>Benturan kendaraan dengan struktur jembatan berpotensi menyebabkan kerusakan konstruksi dan dapat memengaruhi keselamatan perjalanan kereta api.<\/p>\n<p>Dalam insiden tersebut, perjalanan kereta api tetap aman dan tidak terdampak. KAI Daop 9 Jember langsung melakukan pemantauan serta pemeriksaan kondisi prasarana.<\/p>\n<p>KAI juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani portal yang roboh dan mencari solusi agar perlindungan terhadap Viaduk BH 87A kembali optimal.<\/p>\n<p>Penanganan tersebut akan mengedepankan aspek keselamatan sekaligus mempertimbangkan kepentingan seluruh pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.<\/p>\n<p>Cahyo menegaskan keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI. Pengguna jalan juga berperan penting ketika melintasi ruas yang bersinggungan dengan jalur kereta.<\/p>\n<p>\u201cKami mengajak seluruh pengguna jalan untuk tidak mengabaikan rambu maupun batas ketinggian yang telah dipasang. Jangan memaksakan kendaraan melewati portal,\u201d tegas Cahyo.<\/p>\n<p>Ia meminta pengemudi memilih berhenti dan mencari jalur alternatif apabila dimensi kendaraan tidak memungkinkan melewati portal, daripada mengambil risiko membahayakan diri maupun pengguna lainnya.<\/p>\n<p>KAI Daop 9 Jember berharap kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa selisih beberapa sentimeter ketinggian kendaraan dapat menentukan keselamatan banyak orang.<\/p>\n<p>\u201cKeselamatan bukan soal siapa yang paling cepat sampai, tetapi bagaimana setiap orang dapat sampai dengan selamat,\u201d pungkas Cahyo. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Bahrullah <\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6ac727f97414c\/Truk-Hantam-Portal-Viaduk-BH-87A-Banyuwangi-KAI-Ingatkan-Risiko-Keselamatan-Kereta-Api\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News TPK Portal Viaduk BH 87A yang ditabrak truk Hino. (Foto: Istimewa). BERITA PLUS, BANYUWANGI&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19376,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-19375","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/094432bb099e.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/094432bb099e-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/094432bb099e-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/094432bb099e.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/094432bb099e.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/094432bb099e.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/094432bb099e.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/094432bb099e.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/094432bb099e.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/094432bb099e.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/094432bb099e-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/094432bb099e-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19375","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19375"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19375\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}