{"id":19385,"date":"2026-10-08T17:50:06","date_gmt":"2026-10-08T10:50:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/10\/08\/smart-cengkeh-pengering-bantu-petani-kanrung-percepat-pengeringan-cengkeh\/"},"modified":"2026-10-08T17:50:06","modified_gmt":"2026-10-08T10:50:06","slug":"smart-cengkeh-pengering-bantu-petani-kanrung-percepat-pengeringan-cengkeh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/10\/08\/smart-cengkeh-pengering-bantu-petani-kanrung-percepat-pengeringan-cengkeh\/","title":{"rendered":"Smart Cengkeh-Pengering Bantu Petani Kanrung Percepat Pengeringan Cengkeh"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Irman<\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>08 October 2026 | 16:10<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 0 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/10\/08\/bd4dce3b4872.jpg\" alt=\"Smart Cengkeh-Pengering Bantu Petani Kanrung Percepat Pengeringan Cengkeh\"\/>\n            <\/div>\n<p>Staf Ahli Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Sinjai, H.Sofwan Sabirin Yahya saat sambutan. (Foto: dok. Istimewa)<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\"><b>BERITA PLUS, SINJAI &#8211;<\/b> Pengeringan cengkeh yang sebelumnya bisa memakan waktu hingga lima hari dan sangat bergantung pada panas matahari, kini berpotensi dipangkas menjadi hanya 18\u201324 jam.<\/span><\/p>\n<p><span><span>Perubahan itu hadir melalui Smart Clove-Dryer, teknologi berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk membantu petani Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah, menjaga kualitas sekaligus meningkatkan nilai jual hasil panen mereka.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Teknologi ini menjadi angin segar bagi petani yang selama ini menahan cuaca dalam proses pascapanen. Hujan yang datang tiba-tiba dapat memperpanjang waktu kekeringan, memicu pertumbuhan jamur, dan pada akhirnya menurunkan mutu cengkeh.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Smart Clove-Dryer hadir dengan sistem pengeringan yang lebih terkontrol pada suhu 40\u201350 derajat Celsius. Dengan teknologi ini, proses pengeringan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca, sementara risiko kerusakan hasil panen dapat ditekan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMATIK Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan diserahkan kepada BUMDes Desa Kanrung bersama aplikasi Kanrung Digi-Clove, dalam acara penutupan program di Aula Kantor Desa Kanrung, Kamis (8\/10\/2026).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Mewakili Bupati Sinjai, Staf Ahli Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Sinjai, H. Sofwan Sabirin, mengapresiasi inovasi tersebut sebagai bentuk kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat yang menghadirkan solusi langsung bagi kebutuhan petani.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>\u201cDengan demikian, kehadiran Unit Pengering Cengkih Cerdas yang hari ini kami serahkan kepada BUMDes Desa Kanrung merupakan jawaban konkret atas permasalahan tersebut,\u201d ujar Sofwan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Dikatakannya, cengkeh merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Sinjai. Berdasarkan data BPS, produksi cengkeh Sinjai mencapai 5.626 ton pada tahun 2022 dan 5.241 ton pada tahun 2023. Kecamatan Sinjai Tengah menjadi salah satu wilayah yang memberikan kontribusi terhadap produksi cengkeh di daerah ini.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Selama ini, sebagian petani masih mengandalkan cara konvensional dengan menjemur cengkeh di ruang terbuka, termasuk di atas jalan aspal. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Selain membutuhkan waktu beberapa hari, metode tersebut membuat petani harus terus menjaga kondisi cuaca dan memindahkan hasil jemuran ketika hujan turun.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Dengan Smart Clove-Dryer, proses tersebut diharapkan menjadi lebih praktis dan efisien. Petani tidak hanya dapat menghemat waktu, tetapi juga mengurangi beban fisik dalam mengangkat dan menjemur hasil panen secara berulang.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Teknologi ini juga dipadukan dengan Kanrung Digi-Clove, aplikasi yang membantu petani mencatat hasil panen sekaligus mendukung sistem penelusuran. Melalui sistem tersebut, asal-usul dan kualitas cengkeh dapat ditelusuri mulai dari kebun hingga ke pasar.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Bagi Desa Kanrung, kombinasi mesin pengering dan aplikasi digital ini bukan sekadar menghadirkan peralatan baru. Terlebih lagi, inovasi tersebut membuka peluang bagi petani untuk mengelola hasil panen secara lebih modern, efisien, dan terukur.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Sofwan berharap teknologi tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh BUMDes sehingga manfaatnya benar-benar kembali kepada masyarakat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>\u201cHarapan kita, inovasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani cengkeh di Desa Kanrung, serta menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas, kualitas hasil pertanian, dan kesejahteraan masyarakat,\u201d katanya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Bagi petani cengkeh Kanrung, teknologi ini diharapkan menjadi langkah kecil yang membawa perubahan besar: pengeringan lebih cepat, kualitas lebih terjaga, pekerjaan lebih ringan, dan hasil panen memiliki nilai tambah yang lebih baik. (*)<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Irman<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6ac75302153cf\/Smart-Cengkeh-Pengering-Bantu-Petani-Kanrung-Percepat-Pengeringan-Cengkeh\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Irman &#8211; 08 October 2026 | 16:10 &#8211; Dibaca 0 kali News Staf Ahli Bidang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19386,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-19385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bd4dce3b4872.jpg",1200,900,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bd4dce3b4872-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bd4dce3b4872-300x225.jpg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bd4dce3b4872-768x576.jpg",640,480,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bd4dce3b4872-1024x768.jpg",640,480,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bd4dce3b4872.jpg",1200,900,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bd4dce3b4872.jpg",1200,900,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bd4dce3b4872-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bd4dce3b4872-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bd4dce3b4872-1024x768.jpg",1024,768,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bd4dce3b4872-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bd4dce3b4872-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19385"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19385\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19386"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}