{"id":19543,"date":"2026-10-13T14:07:29","date_gmt":"2026-10-13T07:07:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/10\/13\/spidi-berangkatkan-35-santri-ke-makkah-perkuat-pendidikan-al-quran-bahasa-arab\/"},"modified":"2026-10-13T14:07:29","modified_gmt":"2026-10-13T07:07:29","slug":"spidi-berangkatkan-35-santri-ke-makkah-perkuat-pendidikan-al-quran-bahasa-arab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/10\/13\/spidi-berangkatkan-35-santri-ke-makkah-perkuat-pendidikan-al-quran-bahasa-arab\/","title":{"rendered":"SPIDI Berangkatkan 35 Santri ke Makkah, Perkuat Pendidikan Al-Qur&#8217;an Bahasa Arab"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Irman<\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>13 October 2026 | 10:10<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 0 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Pendidikan<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/10\/12\/8e5e1d22384f.jpg\" alt=\"SPIDI Berangkatkan 35 Santri ke Makkah, Perkuat Pendidikan Al-Qur'an Bahasa Arab\"\/>\n            <\/div>\n<p>Siswa Spidi Makassar saat di bandara Sultan Hasanuddin Makassar. (Foto: Irman\/Suara Indonesia)<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\"><b>BERITA PLUS, MAKASSAR &#8211;<\/b> Sekolah Pendidikan Islam (SPIDI) mulai merealisasikan program Hidup dan Belajar di Arab Saudi (SPIDI Makkah) dengan memberangkatkan 35 santri bersama lima pendamping menuju Makkah, Arab Saudi, Selasa (13\/10\/2026). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Selama 2,5 bulan, para santri akan mengikuti program pembelajaran yang mengintegrasikan pendalaman Al-Qur&#8217;an, penguatan bahasa Arab, dan pembentukan karakter kepemimpinan di Tanah Suci.<\/span><\/p>\n<p><span><span>Rombongan angkatan pertama tersebut diberangkatkan dari Makassar menggunakan maskapai Garuda Indonesia. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Keberangkatan ini menjadi langkah konkret SPIDI dalam memperluas pengalaman belajar santri melalui pendidikan langsung di lingkungan masyarakat dan tradisi keilmuan Islam di Makkah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Program ini dirancang tidak hanya untuk memperkaya wawasan keislaman dan kemampuan akademik, tetapi juga membangun kemandirian, kedisiplinan, serta kematangan karakter santri melalui pengalaman hidup dan belajar di luar negeri.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Direktur SPIDI, Mukhlisah Arif, mengatakan pemilihan Makkah sebagai lokasi program merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman pendidikan yang lebih mendalam bagi para santri. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Menurutnya, keistimewaan Makkah tidak hanya terletak pada kedudukannya sebagai kota suci umat Islam, namun juga pada kesempatan bagi santri untuk menjalani kehidupan sehari-hari dalam suasana spiritual yang kuat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>\u201cMengapa Makkah? Karena Makkah bukan sekadar tempat belajar. Ia adalah tanah haram, tanah wahyu, tempat Ka&#8217;bah berdiri dan kiblat kaum Muslimin. Kita ingin anak-anak kita bukan hanya berkunjung ke Makkah, tetapi hidup, belajar, beribadah, dan bertumbuh dalam suasana spiritual tanah suci,\u201d ujar Mukhlisah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Ia menegaskan, pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan santri dengan Al-Qur&#8217;an sekaligus membentuk perspektif keislaman yang lebih luas. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Proses pembelajaran di Tanah Suci juga menjadi kesempatan bagi para santri untuk mengembangkan potensi diri melalui interaksi langsung dengan lingkungan pendidikan setempat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>SPIDI Makkah bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pendalaman Al-Qur&#8217;an bersama para syaikh dan syaikhah, penguatan bahasa Arab bersama penutur asli (native speaker), serta pembentukan karakter kepemimpinan (leadership).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Program ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Jam&#8217;iyyah Al-Balad Al-Amin Al-&#8216;Ilmiyyah Makkah bersama Syaikh Prof. Ali Salih Al-Mihmadi. Adapun asrama dan pusat kegiatan santri dipusatkan di kawasan Ar-Rajhi, An-Nasim, Kota Makkah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Melalui tiga pilar tersebut, SPIDI berupaya menghadirkan pendidikan yang menghubungkan penguasaan ilmu, penguatan nilai-nilai keislaman, dan pengembangan kapasitas kepemimpinan. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Santri diharapkan tidak hanya mencapai peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Direktur SPIDI Makkah, Muthahhir Arif, mengatakan keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari pengalaman yang diperoleh santri selama berada di Arab Saudi. Hal yang lebih penting adalah perubahan positif yang mereka bawa kembali ke Indonesia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>\u201cHarapan kami, ketika mereka kembali nanti, mereka tidak hanya membawa kenangan dari Makkah, tetapi membawa Makkah di dalam hati mereka; bahasa Arab yang lebih hidup, hubungan dengan Al-Qur&#8217;an yang lebih kuat, dan karakter kepemimpinan yang lebih matang,\u201d kata Muthahhir.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Menurutnya, masa pembelajaran selama 2,5 bulan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya santri yang lebih percaya diri, mandiri, serta memiliki orientasi keilmuan dan spiritual yang kuat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Pemberangkatan santri SPIDI Makkah berlangsung tiga hari setelah penyelenggaraan SPIDI Islamic Edufest and Grand Launching di Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf (Gedung Manunggal), Makassar, Sabtu (10\/10\/2026).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Kegiatan peluncurannya menghadirkan ribuan orang tua santri serta sejumlah tokoh daerah, termasuk Bupati Maros Chaidir Syam dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Keberangkatan angkatan pertama ini menjadi tindak lanjut dari peluncuran sekaligus penanda dimulainya pelaksanaan SPIDI Makkah. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Bagi lembaga pendidikan tersebut, program ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pengalaman belajar santri melalui lingkungan pendidikan internasional yang berfokus pada penguatan ilmu dan karakter.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Di balik keberangkatan 35 santri itu, terdapat harapan orang tua dan para pendidik agar pengalaman di Tanah Suci menjadi bekal jangka panjang bagi masa depan mereka. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Para santri diharapkan kembali dengan kemampuan bahasa Arab yang lebih baik, pemahaman Al-Qur&#8217;an yang semakin kuat, serta karakter kepemimpinan yang berkembang.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Melalui SPIDI Makkah, SPIDI menempatkan pendidikan bukan sekadar sebagai proses transfer pengetahuan di ruang kelas, melainkan juga sebagai pengalaman pembentukan diri. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Perjalanan dari Makassar menuju Makkah ini menjadi langkah awal untuk menguji sekaligus mewujudkan tujuan tersebut melalui pengalaman belajar secara langsung di Tanah Suci. (*)<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Irman<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/pendidikan\/6acd873f8a3e6\/SPIDI-Berangkatkan-35-Santri-ke-Makkah-Perkuat-Pendidikan-Al-Quran-Bahasa-Arab\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Irman &#8211; 13 October 2026 | 10:10 &#8211; Dibaca 0 kali Pendidikan Siswa Spidi Makassar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19544,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-19543","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/8e5e1d22384f.jpg",712,521,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/8e5e1d22384f-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/8e5e1d22384f-300x220.jpg",300,220,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/8e5e1d22384f.jpg",640,468,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/8e5e1d22384f.jpg",640,468,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/8e5e1d22384f.jpg",712,521,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/8e5e1d22384f.jpg",712,521,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/8e5e1d22384f.jpg",712,521,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/8e5e1d22384f-712x500.jpg",712,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/8e5e1d22384f.jpg",712,521,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/8e5e1d22384f-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/8e5e1d22384f-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19543"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19543\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19544"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}