{"id":19625,"date":"2026-10-14T17:09:35","date_gmt":"2026-10-14T10:09:35","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/10\/14\/sayangkan-pemblokiran-akses-kantor-pemkab-banyuwangi-oleh-pendemo-asn-setiap-orang-punya-kepentingan\/"},"modified":"2026-10-14T17:09:35","modified_gmt":"2026-10-14T10:09:35","slug":"sayangkan-pemblokiran-akses-kantor-pemkab-banyuwangi-oleh-pendemo-asn-setiap-orang-punya-kepentingan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/10\/14\/sayangkan-pemblokiran-akses-kantor-pemkab-banyuwangi-oleh-pendemo-asn-setiap-orang-punya-kepentingan\/","title":{"rendered":"Sayangkan Pemblokiran Akses Kantor Pemkab Banyuwangi oleh Pendemo, ASN: Setiap Orang Punya Kepentingan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/10\/14\/07f84286adce.jpg\" alt=\"Sayangkan Pemblokiran Akses Kantor Pemkab Banyuwangi oleh Pendemo, ASN: Setiap Orang Punya Kepentingan\"\/>\n            <\/div>\n<p>ASN Pemkab Banyuwangi terdampak aksi blokade sopir truk logistik. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin\/suaraindonesia.co.id).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI &#8211; <\/b>Aksi unjuk rasa ratusan sopir truk logistik yang berujung pada pemblokiran akses keluar masuk Kantor Pemkab Banyuwangi menuai tanggapan dari pegawai setempat.\u00a0<\/p>\n<p>Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkantor di lingkungan pemkab turut merasakan dampak dari penutupan gerbang tersebut.<\/p>\n<p>Pintu keluar masuk kantor Pemkab Banyuwangi, baik di sisi timur maupun utara, ditutup menggunakan truk yang dibawa oleh para massa aksi sejak pukul 14.50 WIB. Hingga jadwal jam kepulangan kantor pada pukul 16.00 WIB, blokade tersebut masih belum dibuka.<\/p>\n<p>Kondisi ini membuat aktivitas para pegawai lumpuh. Sejumlah ASN dan pekerja di lingkungan pemkab terpaksa memutar balik kendaraan setelah gerbang ditutup, memilih dijemput keluarga, hingga menggunakan jasa ojek online (ojol).<\/p>\n<p>Salah seorang ASN Pemkab Banyuwangi, Lucky, mengaku ikut terdampak langsung atas aksi pemblokiran jalan tersebut. Ia terpaksa memesan ojek online untuk bisa pulang ke kediamannya di Kelurahan Sobo karena ada urusan keluarga yang mendesak.<\/p>\n<p>&#8220;Kita ikut terdampak. Kalau mau menyampaikan aspirasi monggo, tapi harus tertib. Jangan mengganggu aktivitas,&#8221; ujar Lucky, dengan raut kesal sembari menunggu ojol yang menjemputnya datang.<\/p>\n<p>Lucky menyayangkan tindakan massa aksi yang menutup akses fasilitas umum dan perkantoran pemerintahan. Menurutnya, setiap orang memiliki kepentingan dan urusan mendesak yang berbeda-beda di luar jam kerja, seperti menjemput anak sekolah atau keperluan penting lainnya.<\/p>\n<p>&#8220;Silahkan menyampaikan aspirasi, tapi jangan menutup akses keluar masuk. Karena setiap orang punya kepentingan berbeda,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Hingga berita ini ditayangkan, aksi pemblokiran pintu Kantor Pemkab Banyuwangi oleh para sopir truk yang memprotes kemacetan di Pelabuhan Ketapang tersebut masih terus berlangsung.\u00a0<\/p>\n<p>Sebelumnya diberitakan, massa menuntut agar bisa langsung bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani terkait persolan Pelabuhan Ketapang yang kerap macet.<\/p>\n<p>Namun Bupati Ipuk dikabarkan lagi dinas di Jakarta. Sementara pendemo sudah menunggu sejak siang. Situasi kemudian memanas dan berujung pada pemblokiran.<\/p>\n<p>Sopir mengancam akan bermalam di Kantor Pemkab, dan tidak akan membuka akses yang diblokade sebelum mendapat kejelasan dari Bupati Banyuwangi. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6acf53618fe31\/Sayangkan-Pemblokiran-Akses-Kantor-Pemkab-Banyuwangi-oleh-Pendemo-ASN-Setiap-Orang-Punya-Kepentingan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News ASN Pemkab Banyuwangi terdampak aksi blokade sopir truk logistik. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin\/suaraindonesia.co.id). BERITA&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19626,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-19625","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/07f84286adce.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/07f84286adce-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/07f84286adce-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/07f84286adce.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/07f84286adce.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/07f84286adce.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/07f84286adce.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/07f84286adce.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/07f84286adce.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/07f84286adce.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/07f84286adce-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/07f84286adce-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19625","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19625"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19625\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19626"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19625"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19625"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19625"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}