{"id":19743,"date":"2026-10-17T17:04:51","date_gmt":"2026-10-17T10:04:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/10\/17\/clara-yunita-tefa-terpilih-pimpin-pmkri-kupang-usai-pihak-lawan-walk-out\/"},"modified":"2026-10-17T17:04:51","modified_gmt":"2026-10-17T10:04:51","slug":"clara-yunita-tefa-terpilih-pimpin-pmkri-kupang-usai-pihak-lawan-walk-out","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/10\/17\/clara-yunita-tefa-terpilih-pimpin-pmkri-kupang-usai-pihak-lawan-walk-out\/","title":{"rendered":"Clara Yunita Tefa Terpilih Pimpin PMKRI Kupang, Usai Pihak Lawan Walk Out"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/10\/17\/0259869a8214.jpg\" alt=\"Clara Yunita Tefa Terpilih Pimpin PMKRI Kupang, Usai Pihak Lawan Walk Out\"\/>\n            <\/div>\n<p>Clara Yunita Tefa resmi terpilih sebagai Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang Santo Fransiskus Xaverius periode 2026\u20132027. (Foto: Istimewa)<\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\"><strong>BERITA PLUS, KUPANG<\/strong><\/span><span style=\"font-size:17px\"> &#8211; Clara Yunita Tefa resmi terpilih sebagai Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang Santo Fransiskus Xaverius periode 2026\u20132027 pada Sabtu, (17\/10\/ 2026). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">Diketahui, Clara ditetapkan sebagai ketua presidium PMKRI Kupang secara aklamasi lantaran salah satu lawannya memilih walk out dari ruang sidang sebelum voting dilakukan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">Terpilihnya Clara menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi, sekaligus menegaskan bahwa perempuan memiliki kapasitas dan hak yang sama untuk mengambil bagian dalam kepemimpinan serta menentukan arah gerakan mahasiswa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">Kepercayaan yang diberikan kepada Clara bukan sekadar pergantian kepemimpinan dalam struktur organisasi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">Lebih dari itu, terpilihnya seorang perempuan sebagai Ketua Presidium membawa pesan tentang pentingnya kesetaraan, keberanian, dan keterbukaan dalam membangun ruang kepemimpinan yang memberikan kesempatan kepada setiap kader untuk bertumbuh dan berkontribusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">Dalam dinamika organisasi mahasiswa, kepemimpinan perempuan masih kerap dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari stereotip gender hingga keraguan terhadap kapasitas perempuan dalam mengambil keputusan strategis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">Clara mengatakan, penetapan dirinya sebagai ketua menjadi pengingat bahwa kualitas seorang pemimpin tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh integritas, keberanian, tanggung jawab, serta kemampuannya memperjuangkan nilai-nilai organisasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">&#8220;Penetapan diri saya sebagai Ketua Presidium merupakan alaram bahwa, kualitas pemimpin tidak hisa dilihat dari jenis kelamin saja&#8221; Ujarnya <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">Ia menegaskan Kepemimpinannya, dirinya akan membawa PMKRI Cabang Kupang menjadi organisasi yang semakin progresif, kritis, dan berakar kuat pada nilai-nilai kekatolikan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">Sebagai organisasi kader, PMKRI memiliki tanggung jawab untuk melahirkan pribadi-pribadi yang beriman, berilmu, dan berjuang bagi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">&#8220;Saya berkomitmen membawa PMKRI Kupang lebih progresif, kritis dan berakar kuat pada nilai kekatolikan&#8221; Ucapnya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">Selain itu, dirinya juga mengatakan\u00a0 tantangan kepemimpinan periode 2026\u20132027 tentu tidak ringan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\"> Dibutuhkan konsolidasi internal, penguatan kualitas kader, perluasan ruang diskusi intelektual, serta keberanian untuk merespons berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">Di tengah perubahan zaman, PMKRI juga dituntut untuk tetap berpegang pada nilai-nilai dasar perjuangannya tanpa kehilangan relevansi terhadap realitas kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">Kepemimpinan Clara diharapkan dapat memperkuat ruang partisipasi perempuan dalam organisasi, bukan hanya sebagai pelengkap struktur, tetapi sebagai subjek yang memiliki gagasan, daya kritis, dan kemampuan untuk menentukan arah perjuangan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">Kehadiran perempuan dalam posisi strategis harus menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih inklusif, demokratis, dan berkeadilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">Kini, amanah kepemimpinan berada di tangan Clara Yunita Tefa. Harapannya, periode 2026\u20132027 menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan kader, menghidupkan kembali tradisi intelektual, memperluas keberpihakan terhadap persoalan rakyat, dan menjadikan PMKRI Cabang Kupang sebagai rumah perjuangan yang terbuka bagi setiap kader.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">&#8220;Perempuan bukan sekadar diberi ruang untuk hadir. Perempuan harus dipercaya untuk memimpin, mengambil keputusan, dan menentukan arah perjuangan,&#8221; Tutupnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:17px\">Terpilihnya Clara Yunita Tefa menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk membuktikan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari siapa yang berdiri di depan, melainkan dari nilai yang diperjuangkan, keberanian yang ditunjukkan, dan perubahan yang mampu diwujudkan.(*)<\/span><!--\/data\/user\/0\/com.samsung.android.app.notes\/files\/clipdata\/clipdata_bodytext_261017_174107_449.sdocx--><\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Rolandus Tahoni<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6ad3433beb4cd\/Clara-Yunita-Tefa-Terpilih-Pimpin-PMKRI-Kupang-Usai-Pihak-Lawan-Walk-Out\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Clara Yunita Tefa resmi terpilih sebagai Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19744,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-19743","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/0259869a8214.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/0259869a8214-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/0259869a8214-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/0259869a8214.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/0259869a8214.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/0259869a8214.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/0259869a8214.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/0259869a8214.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/0259869a8214.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/0259869a8214.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/0259869a8214-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/0259869a8214-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19743","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19743"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19743\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}