{"id":2153,"date":"2024-06-22T04:29:57","date_gmt":"2024-06-22T04:29:57","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2024\/06\/22\/menelusuri-sejarah-di-monumen-van-der-wijck-lamongan\/"},"modified":"2024-06-22T04:29:57","modified_gmt":"2024-06-22T04:29:57","slug":"menelusuri-sejarah-di-monumen-van-der-wijck-lamongan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2024\/06\/22\/menelusuri-sejarah-di-monumen-van-der-wijck-lamongan\/","title":{"rendered":"Menelusuri Sejarah di Monumen Van der Wijck Lamongan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Aditya<\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>22 June 2024 | 10:06<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 95 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Wisata<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2024\/06\/21\/6086d8528f07.jpg\" alt=\"Menelusuri Sejarah di Monumen Van der Wijck Lamongan\"\/>\n            <\/div>\n<p>Monumen Van der Wijck, Lamongan. (Foto: Instagram\/@daffanafis_)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, LAMONGAN-<\/b> Lamongan, sebuah kota yang berada di bagian utara Jawa Timur, terkenal dengan keindahan alam dan sejarahnya.<\/p>\n<p>Wilayah ini termasuk dalam dataran rendah dan memiliki banyak destinasi wisata menarik yang patut dikunjungi.<\/p>\n<p>Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah Monumen Van der Wijck.<\/p>\n<p>Monumen ini tidak hanya terkenal karena sejarahnya yang mendalam, tetapi juga pernah diangkat menjadi film layar lebar yang membuatnya semakin populer.<\/p>\n<p>Monumen Van der Wijck terletak di Brondong, Lamongan.<\/p>\n<p>Monumen ini dibangun untuk mengenang sebuah tragedi besar yang terjadi pada tahun 1336.<\/p>\n<p>Pada tahun tersebut, terjadi kecelakaan kapal Van der Wijck yang menewaskan banyak penumpang.<\/p>\n<p>Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi maritim terbesar di Indonesia dan meninggalkan jejak sejarah yang mendalam.<\/p>\n<p>Monumen ini dirancang untuk memberikan penghormatan kepada para korban yang kehilangan nyawanya dalam tragedi tersebut.<\/p>\n<p>Selain itu, monumen ini juga menjadi simbol kekuatan dan ketahanan masyarakat Lamongan dalam menghadapi tragedi.<\/p>\n<p>Berkunjung ke Monumen Van der Wijck, pengunjung dapat merasakan atmosfer sejarah yang kental dan belajar tentang peristiwa yang terjadi ratusan tahun lalu.<\/p>\n<p>Lokasi Monumen Van der Wijck sangat strategis dan mudah diakses.<\/p>\n<p>Monumen ini berada di Jl. Tuban-Gresik, Brondong, Kecamatan Sedayulawas, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.<\/p>\n<p>Dengan lokasinya yang berada di pinggir jalan utama, pengunjung tidak akan kesulitan menemukan monumen ini.<\/p>\n<p>Untuk masuk ke area monumen, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket alias gratis.<\/p>\n<p>Hal ini menjadikan Monumen Van der Wijck sebagai destinasi wisata yang terjangkau dan edukatif.<\/p>\n<p>Selain itu, di sekitar monumen terdapat fasilitas umum yang memadai sehingga pengunjung bisa dengan nyaman menikmati kunjungannya.<\/p>\n<p>Monumen Van der Wijck menawarkan wawasan yang luas tentang sejarah maritim Indonesia.<\/p>\n<p>Dengan mengunjungi monumen ini, Anda dapat belajar lebih dalam mengenai tragedi yang terjadi pada tahun 1336 dan bagaimana dampaknya terhadap masyarakat saat itu.<\/p>\n<p>Berada di jalan utama Tuban-Gresik, monumen ini mudah diakses oleh siapa saja yang melintas di daerah tersebut.<\/p>\n<p>Lokasinya yang strategis membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk berhenti sejenak dan menikmati sejarah.<\/p>\n<p>Tanpa perlu merogoh kocek untuk membeli tiket masuk, Anda sudah bisa menikmati keindahan dan nilai edukatif yang ditawarkan oleh Monumen Van der Wijck.<\/p>\n<p>Hal ini tentunya menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin berwisata hemat namun tetap mendapatkan pengalaman berharga.<\/p>\n<p>Monumen Van der Wijck juga menjadi tempat yang populer untuk berfoto.<\/p>\n<p>Dengan latar belakang monumen yang megah dan artistik, foto Anda akan terlihat lebih menarik dan berkesan.<\/p>\n<p>Monumen Van der Wijck di Lamongan adalah destinasi wisata yang menawarkan lebih dari sekedar pemandangan.<\/p>\n<p>Ini adalah tempat di mana Anda bisa mengenang dan belajar tentang sejarah, sambil menikmati suasana yang tenang dan nyaman.<\/p>\n<p>Jadi, saat Anda berada di Lamongan, jangan lewatkan kesempatan untuk berkunjung ke Monumen Van der Wijck. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Aditya<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/wisata\/66763caa34e19\/Menelusuri-Sejarah-di-Monumen-Van-der-Wijck-Lamongan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aditya &#8211; 22 June 2024 | 10:06 &#8211; Dibaca 95 kali Wisata Monumen Van der&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2154,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-2153","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6086d8528f07.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6086d8528f07-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6086d8528f07-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6086d8528f07.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6086d8528f07.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6086d8528f07.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6086d8528f07.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6086d8528f07.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6086d8528f07.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6086d8528f07.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6086d8528f07-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/6086d8528f07-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2153","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2153"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2153\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2153"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2153"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2153"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}