{"id":3407,"date":"2024-07-12T07:18:52","date_gmt":"2024-07-12T07:18:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2024\/07\/12\/ketua-dpc-pkb-bondowoso-tegaskan-pendamping-ra-hamid-akan-ambil-hasil-dari-kesepakatan-para-ulama\/"},"modified":"2024-07-12T07:18:52","modified_gmt":"2024-07-12T07:18:52","slug":"ketua-dpc-pkb-bondowoso-tegaskan-pendamping-ra-hamid-akan-ambil-hasil-dari-kesepakatan-para-ulama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2024\/07\/12\/ketua-dpc-pkb-bondowoso-tegaskan-pendamping-ra-hamid-akan-ambil-hasil-dari-kesepakatan-para-ulama\/","title":{"rendered":"Ketua DPC PKB Bondowoso Tegaskan, Pendamping Ra Hamid akan Ambil Hasil dari Kesepakatan Para Ulama"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Politik<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2024\/07\/12\/c09a837ad9d2.jpg\" alt=\"Ketua DPC PKB Bondowoso Tegaskan, Pendamping Ra Hamid akan Ambil Hasil dari Kesepakatan Para Ulama\"\/>\n            <\/div>\n<p>H. Ahmad Dhafir Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso<\/p>\n<p><b>SUARAINDONESIA,BONDOWOSO- <\/b>H. Ahmad Dhafir Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso menegaskan bakal calon wakil bupati (Cawabup) yang dipilih untuk mendampingi KH Abdul Hamid Wahid atau Ra Hamid di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 akan mengambil nama berdasarkan hasil dari kesepakatan para Ulama.<\/p>\n<p>Demikian disampaikan H. Ahmad Dhafir pada sejumlah media, Kamis (11\/7\/2024) pasca DPC PPP Bondowoso mengumumkan nama bakal Cawabup yang disodorkan mendampingi Ra Hamid untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2024.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, H. Ahmad Dhafir menerangkan, jargon PKB adalah dari ulama untuk bangsa, maka di Pilkada Bondowoso 2024 ini PKB tetap konsisten mengusung calon bupati berdasarkan hasil kesepakatan para ulama. Terutama para ulama yang menjadi panutan masyarakat Bondowoso.<\/p>\n<p>\u201cSaya selaku Ketua DPC PKB menghormati apa yang diputuskan oleh DPC PPP Bondowoso. Tapi PKB dalam Pilkada 2024 Bondowoso tetap konsisten mengusung format kesepakatan para masyaikh, terutama masyaikh yang menjadi panutan masyarakat Bondowoso. Kenapa PKB harus menggunakan kesepakatan para ulama ?, karena jargon PKB itu adalah dari ulama untuk bangsa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>H. Ahmad Dhafir, mengingatkan supaya masyarakat tidak mempersoalkan ketika para ulama cawe cawe dalam politik Pilkada.<\/p>\n<p>Menuruturnya, ulama juga punya kontribusi dan memiliki hak menata kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, Indonesia ini merdeka tidak terlepas dari perjuangan para ulama.<\/p>\n<p>Kata Dhafir, peran perjuangan para ulama sangat besar untuk Indonesia merdeka, diketahui seperti para ulama Nahdlatul Ulama (NU) mulai dari KH Hasyim Asy&#8217;ari, KH Wahid Hasyim, sampai ke KH As&#8217;ad Syamsul Arifin sampai ditetapkan sebagai pahlawan nasional, maka itu telah membuktikan, bahwa pengakuan Negara terhadap para ulama yang ikut andil berjuang untuk bangsa Indonesia ini, sehingga merdeka.<\/p>\n<p>\u201cDi saat Indonesia sudah merdeka, maka juga tidak salah para ulama ikut terlibat menata kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menjaga negeri ini yang sudah merdeka, sekaligus untuk mengisi kemerdekaan. Maka itu lah yang menjadi pertimbangan PKB, mengapa harus mengusung calon pemimpin dengan kesepakatan para ulama. Bukan direstui, kalau direstui siapapun yang sowan kepada para ulama pasti direstui, tetapi yang dimaksud kami yang disepakati KH Achmad Azaim Ibrahimy, disepakati oleh KH Moh. Zuhri Zaini, dan disepakati oleh KH Kholil As\u2019ad Syamsul Arifin. Nama yang disepakati oleh beliau-beliau, kami akan terima, tanpa bertanya lagi itu siapa,\u201d uajarnya.<\/p>\n<p>Selain itu, kata Dhafir, PKB juga akan berkoalisi bersama-sama para partai politik yang mempunyai niat yang sama untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, partai dipilih oleh rakyat, kemudian partai memiliki kursi di DPR dan tentu keyakinan rakyat bagaimana bisa dilayani.<\/p>\n<p>Rakyat memilih wakil di DPR, bagaimana para wakil yang sudah terpilih dapat mewakili keinginan, aspirasi rakyat. Di saat memilih bupati, bagaimana bupati setelah terpilih bisa melayani dan bisa berjuang untuk kesejahteraan rakyat, percepatan pembangunan, memenuhi kebutuhan dasar dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Menurutnya, padangan itu lah yang memiliki kepentingan, landangan, dan niat yang sama untuk melayani rakyat, maka kemudian, PKB ingin bersama-sama dengan partai partai lain.<\/p>\n<p>Katanya, tidak mungkin PKB dapat bergerak sendiri, sekalipun PKB ini cukup syarat untuk mengusung calon sendiri, tapi PKB tetap akan berkoalisi dengan skema yang diusung adalah kesepakatan para ulama.<\/p>\n<p>\u201cMunggo sekalipun PPP sudah menentukan nama, maka dikonsultasikan dengan para ulama dan disepakati oleh para ulama panutan masyarakat Bondowoso, dan kami tidak akan bertanya siapapun yang diusulkan PPP, jika sudah hasi melalui kesepakatan para ulama,\u201dujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, pemilih PKB dan PPP terdapat kesamaan yang mayoritas pemilihnya warga Nahdliyin. Tentunya yang menjadi panutan dalam memilih pemimpin itu para ulama.<\/p>\n<p>\u201c Kan tidak salah menentukan pilihan berdasarkan calon hasil kesepakatan para ulama. Apalagi lebih tegas PKB, dari ulama untuk bangsa, makan kemudian PKB sepakat mengusung Ra Hamid tentu perlu wakil. Kami ingin sesuai arahan dengan ulama, bagaimana wakilnya dengan PPP atau partai lain. Tetapi bagaimana calon yang akan diusung itu disepakati oleh para ulama. Kami tidak bisa mengatakan nama calon wakil Ra Hamid yang disodorkan oleh PPP diterima atau ditolak. Namun kami menerima berdasarkan hasil kesepakatan para ulama,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Diketahui, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bondowoso resmi menyodorkan nama KH. Muhammad Hasan Abdul Muiz sebagai pendamping KH Abdul Hamid Wahid atau Ra Hamid sebagai bakal calon wakil bupati untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2024.<\/p>\n<p>Hal itu sebagai respon atas pernyataan H. Ahmad Dhafir yang memberi slod wakil Ra hamid yang diserahkan ke PPP.<\/p>\n<p>Ahmadi, Kominfo DPC PPP membenarkan jika KH. Mohammad Hasan Abdul Muiz merupak disodorkan PPP untuk mendampingi Ra Hamid.<\/p>\n<p>\u201cKH. Mohammad Hasan memang kader terbaik PPP untuk mendampingi Ra Hamid. Kita sudah menganalisa bahwa sosok yang pas mendampingi Ra Hamid ada KH Hasan,\u2019 ujarnya.<\/p>\n<p>Dia menilai, berpasangan dengan PKB yang meraup 16 kursi, bakal jadi koalisi ideal untuk menyatukan kultur NU dalam kontestasi politik daerah.<\/p>\n<p>\u201cSama-sama partainya kiai, sama-sama partainya ulama, ini agar bersama-sama. Ya kita terima itu, kita laksanakan. Dan selaras dengan apa yang ditawarkan oleh ketua PKB,\u201d jawabnya.<\/p>\n<p>Ahmadi menegaskan jika pengajuan sosok Kiai Hasan sudah final, walaupun semua keputusan mutlak ada di DPP PPP.<\/p>\n<p>\u201cJika mereka (PKB) tidak berkenan dengan sosok yang kita tawarkan, maka tidak ada pilihan lain, kita tancap bendera sendiri,\u201d sergahnya.<\/p>\n<p>Menariknya, PPP Bondowoso mengaku menyiapkan opsi sosok Bacabup lain apabila tidak jadi \u2018bersanding\u201d dan justru \u2018bertanding\u2019 melawan PKB.<\/p>\n<p>\u201cBisa dari internal, bisa dari eksternal. Kalau internal ada beberapa nama lah yang disiapkan, termasuk koalisinya sudah kita persiapkan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Kendati demikian, koalisi PKB dan PPP menjadi prioritas sebab hasil dawuh dari para ulama.<\/p>\n<p>\u201cKarena yang paling pantas, kader yang militan ya Kiai Hasan,\u201d nilai Ahmadi<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Imam Hairon<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/politik\/6690d86368a5b\/Ketua-DPC-PKB-Bondowoso-Tegaskan-Pendamping-Ra-Hamid-akan-Ambil-Hasil-dari-Kesepakatan-Para-Ulama\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Politik H. Ahmad Dhafir Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso SUARAINDONESIA,BONDOWOSO-&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3408,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/c09a837ad9d2.jpg",750,470,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/c09a837ad9d2-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/c09a837ad9d2-300x188.jpg",300,188,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/c09a837ad9d2.jpg",640,401,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/c09a837ad9d2.jpg",640,401,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/c09a837ad9d2.jpg",750,470,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/c09a837ad9d2.jpg",750,470,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/c09a837ad9d2.jpg",750,470,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/c09a837ad9d2.jpg",750,470,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/c09a837ad9d2.jpg",750,470,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/c09a837ad9d2-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/c09a837ad9d2-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3407"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3407\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}