{"id":3455,"date":"2024-07-13T00:18:12","date_gmt":"2024-07-13T00:18:12","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2024\/07\/13\/kasus-pelecehan-seksual-guru-smpn-di-sidoarjo-pengacara-sebut-penetapan-tersangka-cacat-prosedur\/"},"modified":"2024-07-13T00:18:12","modified_gmt":"2024-07-13T00:18:12","slug":"kasus-pelecehan-seksual-guru-smpn-di-sidoarjo-pengacara-sebut-penetapan-tersangka-cacat-prosedur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2024\/07\/13\/kasus-pelecehan-seksual-guru-smpn-di-sidoarjo-pengacara-sebut-penetapan-tersangka-cacat-prosedur\/","title":{"rendered":"Kasus Pelecehan Seksual Guru SMPN di Sidoarjo, Pengacara Sebut Penetapan Tersangka Cacat Prosedur\u00a0"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2024\/07\/12\/e98335559727.jpg\" alt=\"Kasus Pelecehan Seksual Guru SMPN di Sidoarjo, Pengacara Sebut Penetapan Tersangka Cacat Prosedur\u00a0\"\/>\n            <\/div>\n<p>Muara Harianja, Kuasa Hukum AM. (Foto: Amrizal\/Suara Indonesia)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS SIDOARJO <\/b>&#8211; Kuasa Hukum AM (29), guru SMPN di Sidoarjo yang menjadi tersangka kasus kekerasan seksual, menyatakan bahwa penetapan tersangka oleh polisi cacat hukum dan tidak mengikuti prosedur penyidikan yang benar.\u00a0<\/p>\n<p>Hal ini disampaikan oleh Muara Harianja, dalam keterangan resminya kepada media pada Kamis (11\/7\/24) kemarin.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Muara, penetapan tersangka terhadap AM dilakukan terlalu terburu-buru dan tidak sesuai dengan prosedur penyidikan yang berlaku.\u00a0<\/p>\n<p>Ia mengkritik pemanggilan AM sebagai saksi yang kemudian langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada hari yang sama tanpa melalui pemeriksaan yang sesuai.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Muara, mempertanyakan bukti yang digunakan untuk menetapkan AM sebagai tersangka, dengan mengatakan bahwa harus ada minimal dua alat bukti yang sah sesuai dengan Pasal 184 (1) Undang-Undang No. 1 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.\u00a0<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa penyidik harus mengikuti prosedur normatif dalam menangani kasus ini dan berencana untuk mengajukan praperadilan jika penangguhan penahanan tidak diterima.<\/p>\n<p>Selain itu, Muara, menyesalkan dampak negatif dari penetapan tersangka ini terhadap keluarga AM dan penghakiman masyarakat terhadap mereka. Ia juga mengkritik pemanggilan istri AM tanpa surat resmi.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Agus Sobarnapraja, mengonfirmasi bahwa AM telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan keterangan saksi, hasil visum et repertum, dan pemeriksaan terlapor.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Polisi menyatakan bahwa mereka memiliki minimal dua alat bukti untuk menetapkan AM sebagai tersangka,&#8221; ujar Agus Sobarnapraja.<\/p>\n<p>Sementara itu, istri AM, yakni LA, tidak mengetahui secara detail mengenai keseharian suaminya dengan korban. Namun LA juga sangat mempercayai betul bahwa suaminya tak akan melakukan hal tersebut.<\/p>\n<p>Ia juga menyebutkan bahwa kalau yang bersangkutan ini suka sama suaminya (AM). &#8220;Alasannya suami saya katanya wangi,&#8221; tutur LA.<\/p>\n<p>&#8220;Saya merasa sangat terpuruk dan dirugikan. Saya menyalahkan suami saya, dan juga pihak terkait, tanpa membela siapapun,&#8221; pungkasnya. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Amrizal Zulkarnain<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6691413b8c35f\/Kasus-Pelecehan-Seksual-Guru-SMPN-di-Sidoarjo-Pengacara-Sebut-Penetapan-Tersangka-Cacat-Prosedur\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Muara Harianja, Kuasa Hukum AM. (Foto: Amrizal\/Suara Indonesia) BERITA PLUS SIDOARJO &#8211; Kuasa Hukum&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3456,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3455","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/e98335559727.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/e98335559727-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/e98335559727-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/e98335559727.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/e98335559727.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/e98335559727.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/e98335559727.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/e98335559727.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/e98335559727.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/e98335559727.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/e98335559727-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/e98335559727-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3455","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3455"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3455\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3456"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}