{"id":3663,"date":"2024-08-01T07:51:59","date_gmt":"2024-08-01T07:51:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2024\/08\/01\/respons-rekomendasi-pdip-di-pilkada-sumenep-2024-pengamat-politik-calon-tunggal-hingga-potensi-kemenangan-kotak-kosong\/"},"modified":"2024-08-01T07:51:59","modified_gmt":"2024-08-01T07:51:59","slug":"respons-rekomendasi-pdip-di-pilkada-sumenep-2024-pengamat-politik-calon-tunggal-hingga-potensi-kemenangan-kotak-kosong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2024\/08\/01\/respons-rekomendasi-pdip-di-pilkada-sumenep-2024-pengamat-politik-calon-tunggal-hingga-potensi-kemenangan-kotak-kosong\/","title":{"rendered":"Respons Rekomendasi PDIP di Pilkada Sumenep 2024, Pengamat Politik: Calon Tunggal hingga Potensi Kemenangan Kotak Kosong"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Politik<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2024\/07\/30\/f0c9e1f7c099.jpg\" alt=\"Respons Rekomendasi PDIP di Pilkada Sumenep 2024, Pengamat Politik: Calon Tunggal hingga Potensi Kemenangan Kotak Kosong\"\/>\n            <\/div>\n<p>Pengamat politik Wildan Rosaili. (Foto: Istimewa)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, SUMENEP-<\/b> Dikeluarkannya rekomendasi resmi PDIP untuk Achmad Fauzi Wongsojudo dan Imam Hasyim, agar berduet di Pilkada Sumenep 2024, menuai beragam respons dari masyarakat, khususnya pengamat politik. &#13;\n<\/p>\n<p>Salah seorang pengamat politik Wildan Rosaili menilai, dengan adanya rekomendasi tersebut, dirinya hampir bisa memastikan bahwa di Sumenep mutlak akan ada calon tunggal. &#13;\n<\/p>\n<p>Menurutnya, masyarakat Sumenep pada akhirnya seolah disajikan memilih dan menentukan Achmad Fauzi sebagai Bupati di periode selanjutnya. &#8220;Kayaknya hampir mutlak di Sumenep itu sudah ada calon tunggal,&#8221; katanya. &#13;\n<\/p>\n<p>Sebetulnya, kata Wildan, jika hal tersebut benar-benar terjadi, maka Achmad Fauzi-Imam Hasyim akan memiliki tantangan untuk menghadapi kotak kosong. &#13;\n<\/p>\n<p>Dia menjelaskan, jika kotak kosong tersebut lebih banyak suaranya, maka Pilkada tidak bisa dilanjutkan dan dipending hingga pemilu yang akan datang. &#13;\n<\/p>\n<p>Kendati demikian, pria yang juga merupakan Dosen di Universitas Wiraraja tersebut mengatakan, potensi kotak kosong untuk menang melawan Fauzi cukup berat. &#13;\n<\/p>\n<p>Dia menerangkan alasannya, yakni tingginya partisipasi masyarakat Sumenep di Pilkada masih didorong karena adanya calon-calon dan ongkos politik yang kuat. &#13;\n<\/p>\n<p>Kemudian sikap apatis masyarakat, yang sudah meyakini bahwa petahana akan kembali memenangkan Pilkada 2024.&#13;\n<\/p>\n<p>&#8220;Potensi untuk kotak kosong menang itu berat juga. Bahasa saya, hampir memastikan lah, kita sama-sama mengucapkan selamat kepada Pak Fauzi untuk periode pemerintahan keduanya,&#8221; lanjutnya. &#13;\n<\/p>\n<p>Maka dari itu, menurutnya sejauh ini pasangan Achmad Fauzi-Imam Hasyim masih belum memiliki tantangan yang berarti untuk memenangkan kontestasi politik tersebut. &#13;\n<\/p>\n<p>Kecuali, jika masyarakat ingin melawan petahana, berpartisipasi karena sadar politik dan mencoblos kotak kosong. Maka Fauzi perlu memiliki kekhawatiran dan strategi tertentu.&#13;\n<\/p>\n<p>Akan tetapi, Wildan menambahkan, sejauh ini dirinya mengamati masih belum melihat adanya perlawanan tersebut. &#8220;Ya akhirnya orang akan ya sudahlah, yang menang Pak Fauzi kok,&#8221; tandasnya. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Wildan Mukhlishah Sy<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/politik\/66a9a3049d1af\/Respons-Rekomendasi-PDIP-di-Pilkada-Sumenep-2024-Pengamat-Politik-Calon-Tunggal-hingga-Potensi-Kemenangan-Kotak-Kosong\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Politik Pengamat politik Wildan Rosaili. (Foto: Istimewa) BERITA PLUS, SUMENEP- Dikeluarkannya rekomendasi resmi PDIP untuk&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3664,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/f0c9e1f7c099.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/f0c9e1f7c099-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/f0c9e1f7c099-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/f0c9e1f7c099.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/f0c9e1f7c099.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/f0c9e1f7c099.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/f0c9e1f7c099.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/f0c9e1f7c099.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/f0c9e1f7c099.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/f0c9e1f7c099.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/f0c9e1f7c099-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/f0c9e1f7c099-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3663"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3663\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}