{"id":7819,"date":"2026-03-04T00:04:54","date_gmt":"2026-03-04T00:04:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/03\/04\/niat-bantu-teman-pria-di-gresik-malah-jadi-korban-penipuan\/"},"modified":"2026-03-04T00:04:54","modified_gmt":"2026-03-04T00:04:54","slug":"niat-bantu-teman-pria-di-gresik-malah-jadi-korban-penipuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/03\/04\/niat-bantu-teman-pria-di-gresik-malah-jadi-korban-penipuan\/","title":{"rendered":"Niat Bantu Teman, Pria di Gresik Malah Jadi Korban Penipuan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/03\/03\/a1e3b383cd17.jpg\" alt=\"Niat Bantu Teman, Pria di Gresik Malah Jadi Korban Penipuan\"\/>\n            <\/div>\n<p>Korban didampingi kuasa hukum usai membuat laporan di Mapolres Gresik. (Foto: Istimewa)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, GRESIK <\/b>\u2013 Niat baik seorang pria di Kabupaten Gresik untuk membantu teman justru berujung masalah. Pria berinisial JAT (37), warga perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar tersebut malah jadi korban dugaan penipuan dan penggelapan hingga mobil pribadi miliknya amblas ditarik oleh pihak debt collector atau penagih hutang.<\/p>\n<p>Informasi dihimpun, peristiwa bermula saat korban diajak seorang teman berinisial FA, warga Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar untuk kerjasama usaha cucian mobil. Saat itu FA meminjam dokumen surat BPKB kendaraan mobil Terios Nopol W 1301 E milik korban dengan dalih tambahan modal.<\/p>\n<p>Tanpa menaruh curiga, korban pun menyerahkan dokumen surat BPKB kendaraan mobil tersebut karena menganggap FA sudah menjadi teman dekat, dengan kesepakatan surat BPKB kendaraan mobil itu dikembalikan dalam jangka waktu selama empat bulan.<\/p>\n<p> Namun sampai batas waktu yang sudah disepakati, dokumen BPKB tidak kunjung dikembalikan, bahkan usaha yang dijanjikan tidak ada progres sama sekali.<\/p>\n<p>\u201cWaktu itu saya percaya dan tidak ada rasa curiga sama sekali karena yang bersangkutan saya anggap sudah menjadi teman dekat,\u201d kata korban, Rabu (4\/3\/2026).<\/p>\n<p>Ia kemudian mempertanyakan dokumen surat BPKB kendaraan mobil miliknya kepada FA. Namun FA selalu berbelit-belit, hingga akhirnya korban mendapat informasi bahwa surat BPKB kendaraan mobil tersebut sudah digadaikan di salah satu leasing.<\/p>\n<p>Bahkan tak lama kemudian, belasan orang mengaku debt collector atau penagih hutang dengan membawa surat perintah dari pihak leasing mendatangi rumah korban untuk meminta mobil miliknya karena telah terjadi gagal bayar. <\/p>\n<p>Padahal sebelumnya korban mengaku tidak pernah ada survey, bahkan tidak mengetahui bahwa dokumen surat BPKB kendaraan mobil miliknya dijadikan jaminan pencairan dana dari leasing.<\/p>\n<p>\u201cSaya merasa sangat dirugikan, karena dalam hal ini mobil saya juga dibawa oleh debt collector, dan keluarga saya sampai trauma karena rumah saya didatangi belasan orang mengaku debt collector tersebut,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Merasa dirugikan, korban didampingi tim kuasa hukum akhirnya membawa perkara ini ke ranah hukum dan melaporkan FA ke Polres Gresik. Laporan dibuat karena korban menilai FA sudah tidak punya i\u2019tikad baik untuk menyelesaikan persoalan, bahkan yang bersangkutan saat ini sudah tidak merespon komunikasi korban.<\/p>\n<p>Kuasa hukum korban, Reza Fahmi Susetio menyatakan komitmen untuk mengawal perkara yang menimpa kliennya tersebut hingga tuntas, serta meminta aparat kepolisian segera menindak terduga pelaku sesuai hukum yang berlaku demi menegakkan keadilan.<\/p>\n<p>\u201cKami akan kawal kasus ini hingga tuntas, sampai aparat penegak hukum menindak pelaku. Karena klien kami sudah mengalami kerugian hingga keluarga korban trauma karena didatangi belasan debt collector,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Rifki Ahmad<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69a74be4e3801\/Niat-Bantu-Teman-Pria-di-Gresik-Malah-Jadi-Korban-Penipuan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Korban didampingi kuasa hukum usai membuat laporan di Mapolres Gresik. (Foto: Istimewa) BERITA PLUS,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7820,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-7819","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/a1e3b383cd17.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/a1e3b383cd17-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/a1e3b383cd17-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/a1e3b383cd17.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/a1e3b383cd17.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/a1e3b383cd17.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/a1e3b383cd17.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/a1e3b383cd17.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/a1e3b383cd17.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/a1e3b383cd17.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/a1e3b383cd17-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/a1e3b383cd17-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7819"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7819\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7820"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}