{"id":8263,"date":"2026-03-10T23:01:18","date_gmt":"2026-03-10T23:01:18","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/03\/10\/petani-di-sampang-tewas-ditusuk-bambu-berpisau-pelaku-satu-desa\/"},"modified":"2026-03-10T23:01:18","modified_gmt":"2026-03-10T23:01:18","slug":"petani-di-sampang-tewas-ditusuk-bambu-berpisau-pelaku-satu-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/03\/10\/petani-di-sampang-tewas-ditusuk-bambu-berpisau-pelaku-satu-desa\/","title":{"rendered":"Petani di Sampang Tewas Ditusuk Bambu Berpisau, Pelaku Satu Desa"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Peristiwa<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/03\/10\/746ed6757e48.jpg\" alt=\"Petani di Sampang Tewas Ditusuk Bambu Berpisau, Pelaku Satu Desa\"\/>\n            <\/div>\n<p>Lokasi tempat kejadian kasus pembunuhan di areal persawahan Dusun Terbing, Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang. (Foto: Hoirur Rosikin\/Suaraindonesia.co.id)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, SAMPANG <\/b>&#8211; Pagi yang seharusnya menjadi awal aktivitas bertani berubah menjadi tragedi berdarah di area persawahan Dusun Terbing, Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.&#13;\n<\/p>\n<p>Seorang petani berinisial MR (56) tewas setelah ditusuk menggunakan bambu yang pada ujungnya dipasangi pisau oleh seorang pria yang masih satu desa dengannya.&#13;\n<\/p>\n<p>Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (10\/3\/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di area persawahan desa setempat.&#13;\n<\/p>\n<p>Kapolres Sampang AKBP Hartono melalui Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan adanya kasus pembunuhan tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 07.30 WIB ketika korban sedang berada di sawah.&#13;\n<\/p>\n<p>\u201cBenar, pada Selasa (10\/3\/2026) sekitar pukul 07.30 WIB di area persawahan Dusun Terbing, Desa Tragih, Kecamatan Robatal, terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku berinisial HB (50), yang juga berasal dari desa yang sama,\u201d kata Eko.&#13;\n<\/p>\n<p>Menurutnya, saat korban berada di sawah, pelaku tiba-tiba datang menghampiri dengan membawa bambu yang pada ujungnya terpasang sebilah pisau. Seorang saksi kemudian mendengar korban berteriak meminta pertolongan sambil berusaha melarikan diri.&#13;\n<\/p>\n<p>Korban sempat berlari sekitar 30 meter ke arah timur laut. Namun pelaku berhasil mengejar dan memukulkan bambu yang dibawanya ke arah korban hingga korban tersungkur.&#13;\n<\/p>\n<p>\u201cSalah satu warga berinisial M (50) yang melihat kejadian itu sempat mendatangi lokasi dan berusaha melerai. Namun pelaku justru membanting tubuh saksi,\u201d ujarnya.&#13;\n<\/p>\n<p>Setelah korban jatuh, pelaku kembali memukulkan bambu tersebut dan menusukkan ujung bambu yang terdapat pisau ke bagian dada kiri korban hingga korban tidak berdaya. \u201cAkibat tusukan tersebut korban meninggal dunia di lokasi kejadian,\u201d jelas Eko.&#13;\n<\/p>\n<p>Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri dengan membawa bambu yang digunakan untuk menyerang korban.&#13;\n<\/p>\n<p>Polsek Robatal yang menerima laporan dari warga kemudian bergerak cepat melakukan pengejaran. Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti.&#13;\n<\/p>\n<p>\u201cPelaku berhasil diamankan bersama barang bukti berupa bambu yang ujungnya terdapat pisau serta satu potong baju milik korban,\u201d katanya.&#13;\n<\/p>\n<p>Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka tusuk pada bagian dada kiri dengan panjang sekitar 2 sentimeter dan lebar 2 sentimeter. \u201cLuka tusuk di dada kiri tersebut menyebabkan korban meninggal dunia,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Hoirur Rosikin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/peristiwa\/69b02382ab760\/Petani-di-Sampang-Tewas-Ditusuk-Bambu-Berpisau-Pelaku-Satu-Desa\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peristiwa Lokasi tempat kejadian kasus pembunuhan di areal persawahan Dusun Terbing, Desa Tragih, Kecamatan Robatal,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8264,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-8263","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/746ed6757e48.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/746ed6757e48-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/746ed6757e48-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/746ed6757e48.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/746ed6757e48.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/746ed6757e48.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/746ed6757e48.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/746ed6757e48.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/746ed6757e48.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/746ed6757e48.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/746ed6757e48-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/746ed6757e48-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8263","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8263"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8263\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8263"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8263"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8263"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}