{"id":8940,"date":"2026-03-20T02:07:39","date_gmt":"2026-03-20T02:07:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/03\/20\/abaikan-imbauan-kebersihan-festival-thong-thong-lek-rembang-sumbang-enam-ton-sampah\/"},"modified":"2026-03-20T02:07:39","modified_gmt":"2026-03-20T02:07:39","slug":"abaikan-imbauan-kebersihan-festival-thong-thong-lek-rembang-sumbang-enam-ton-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/03\/20\/abaikan-imbauan-kebersihan-festival-thong-thong-lek-rembang-sumbang-enam-ton-sampah\/","title":{"rendered":"Abaikan Imbauan Kebersihan, Festival Thong-Thong Lek Rembang Sumbang Enam Ton Sampah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/03\/18\/995cf30477f6.jpg\" alt=\"Abaikan Imbauan Kebersihan, Festival Thong-Thong Lek Rembang Sumbang Enam Ton Sampah\"\/>\n            <\/div>\n<p>Foto kolase tumpukan sampah dan kerusakan fasilitas publik di sepanjang rute Jalan Pemuda hingga Jalan Kartini, Rembang, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, REMBANG<\/b> &#8211; Penyelenggaraan Festival Thong-Thong Lek 2026 di Kabupaten Rembang menyisakan catatan merah. Meski berhasil menyedot antusiasme warga, gelaran budaya ini justru mencederai estetika kota akibat tumpukan sampah dan kerusakan fasilitas publik di sepanjang rute Jalan Pemuda hingga Jalan Kartini.<\/p>\n<p>Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang mencatat volume sampah yang dievakuasi usai acara mencapai angka fantastis, yakni 6 ton. Ironisnya, jumlah ini muncul di tengah kondisi penonton yang relatif lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya akibat guyuran hujan pada Selasa malam (17\/3\/2026).<\/p>\n<p>Untuk mengembalikan wajah kota sebelum aktivitas pagi dimulai, DLH harus bekerja ekstra keras. Sebanyak 31 petugas kebersihan dan 10 kru sampah dikerahkan mulai tengah malam hingga Rabu pagi (18\/3) pukul 07.00 WIB.<\/p>\n<p>Proses evakuasi melibatkan satu unit dump truck dan satu mini dump yang harus melakukan enam kali pengangkutan menuju TPA Landoh. Kepala DLH Rembang, Ika Himawan Affandi, mengungkapkan kekecewaannya atas rendahnya kesadaran pengunjung dan pedagang.<\/p>\n<p>&#8220;Kami butuh waktu hampir 7 jam untuk memastikan jalanan bersih kembali. Ini menjadi beban tambahan yang seharusnya bisa diminimalisir jika semua pihak tertib,&#8221; tegas Ika.<\/p>\n<p>Selain persoalan limbah plastik dan kertas, dampak negatif festival juga terlihat pada rusaknya sejumlah taman kota di sepanjang Jalan Kartini akibat aktivitas pedagang yang tidak tertib, seperti penumpukan karung stok barang di area hijau, peletakan alat masak di atas tanaman, hingga pembuangan sisa es balok di area resapan yang mengakibatkan tanaman hias hancur.<\/p>\n<p>Kerusakan ini memaksa petugas taman melakukan perbaikan darurat pada hari yang sama agar fasilitas publik tidak semakin terbengkalai.<\/p>\n<p>DLH Rembang menilai koordinasi dari pihak penyelenggara acara terkait pengelolaan limbah secara sistematis masih sangat minim. Meskipun kantong sampah telah disediakan, faktanya fasilitas tersebut tidak efektif membendung ceceran sampah di lapangan.<\/p>\n<p>Menjelang perayaan Syawalan mendatang, Ika Himawan mendesak panitia pelaksana untuk lebih proaktif dan menjalin kerja sama yang lebih ketat dengan DLH.<\/p>\n<p>&#8220;Penambahan titik tempat sampah dan pengawasan ketat di area sensitif seperti taman kota menjadi kewajiban yang tidak boleh diabaikan agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahunnya,&#8221; tandasnya. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Ezra Vandika<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69bacab9abd28\/Abaikan-Imbauan-Kebersihan-Festival-Thong-Thong-Lek-Rembang-Sumbang-Enam-Ton-Sampah\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Foto kolase tumpukan sampah dan kerusakan fasilitas publik di sepanjang rute Jalan Pemuda hingga&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8941,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-8940","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/995cf30477f6.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/995cf30477f6-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/995cf30477f6-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/995cf30477f6.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/995cf30477f6.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/995cf30477f6.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/995cf30477f6.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/995cf30477f6.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/995cf30477f6.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/995cf30477f6.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/995cf30477f6-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/995cf30477f6-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8940","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8940"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8940\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}