{"id":9089,"date":"2026-03-22T11:54:56","date_gmt":"2026-03-22T11:54:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/03\/22\/bukan-lempar-obor-bentrok-malam-takbiran-di-gresik-saling-baku-hantam\/"},"modified":"2026-03-22T11:54:56","modified_gmt":"2026-03-22T11:54:56","slug":"bukan-lempar-obor-bentrok-malam-takbiran-di-gresik-saling-baku-hantam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/03\/22\/bukan-lempar-obor-bentrok-malam-takbiran-di-gresik-saling-baku-hantam\/","title":{"rendered":"Bukan Lempar Obor, Bentrok Malam Takbiran di Gresik Saling Baku Hantam"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/03\/22\/0fd4a17fb6a7.jpg\" alt=\"Bukan Lempar Obor, Bentrok Malam Takbiran di Gresik Saling Baku Hantam\"\/>\n            <\/div>\n<p>Dua kelompok massa di Kabupaten Gresik terlibat bentrok saat malam Lebaran. (Foto: Istimewa)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, GRESIK<\/b>\u00a0&#8211; Bentrok antarkelompok dari dua desa pada malam takbiran Hari Raya Idulfitri 1447 H di wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, yang menyebabkan dua orang mengalami luka-luka hingga dilarikan ke puskesmas terdekat, bukanlah saling lempar obor, melainkan baku hantam.<\/p>\n<p>Fakta tersebut ditegaskan Kepala Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Ahmad Agam Prastiyo. Ia menyebut peristiwa yang terjadi pada Jumat (20\/3\/2026) sekitar pukul 20.45 WIB itu adalah bentrok antarkelompok massa dari dua desa. Yakni Desa Sukodono, Kecamatan Panceng dan Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun.<\/p>\n<p>\u201cSaya tegaskan bentrokan itu tidak ada saling lempar obor. Video (bentrok dua kelompok saling lempar obor, Red) yang beredar di medsos itu bukan kejadian sebenarnya, dan sudah lama kejadiannya,\u201d kata Agam, Minggu (22\/3\/2026).<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya pemerintah desa (Pemdes) Sukodono sebelum kejadian telah menyampaikan himbauan kepada masyarakat setempat agar tidak melaksanakan pawai takbir keliling keluar desa, dan tetap menjaga kondusifitas.<\/p>\n<p>\u201cJadi sebelumnya kita (Pemdes Sukodono, red) sudah memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak melaksanakan pawai takbir keliling keluar desa agar tetap kondusif, dan masyarakat juga patuh. Tetapi saat itu sekitar pukul 20.30 WIB, sekelompok massa yang didominasi pemuda tiba-tiba masuk ke desa kami dan menyerang pemuda desa, jadi lokasi kejadian ada di jalan Desa Sukodono bukan jalan raya,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Beruntung pemerintah desa (Pemdes) Sukodono bersama petugas segera turun ke lokasi untuk meredam situasi dan melerai dua kelompok massa yang terlibat bentrokan tersebut hingga situasi kembali kondusif. Insiden bentrokan ini sepenuhnya telah ditangani oleh pihak kepolisian dari Polsek Dukun.<\/p>\n<p>\u201cSekarang sudah kondusif, dan permasalahan ini sepenuhnya kami serahkan ke aparat penegak hukum, kami juga sudah membuat pengaduan masyarakat ke pihak kepolisian,\u201d terang Agam.<\/p>\n<p>Agam menambahkan, kedua belah pihak meliputi pemerintah desa (Pemdes) Sukodono dan Tebuwung, Polsek Dukun, Koramil Dukun, serta pihak-pihak terkait berencana akan menggelar mediasi ulang untuk membahas solusi yang terbaik atas insiden bentrokan tersebut, agar situasi tetap kondusif dan aman terkendali.<\/p>\n<p>\u201cRencana ada mediasi lagi, doakan ada hasil yang terbaik, agar situasi bisa tetap kondusif,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Kapolsek Dukun AKP Slamet Priyono memastikan, aksi bentrokan dua kelompok massa di Desa Sukodono saat malam Hari Raya Idul Fitri 1447 tersebut segera teratasi dan kondusif setelah kepala desa masing-masing bersama pihak-pihak terkait telah melakukan mediasi.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini situasi sudah kondusif, kedua kelompok bersama kepala desa masing-masing sudah ada mediasi,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Rifki Ahmad<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69bf689645695\/Bukan-Lempar-Obor-Bentrok-Malam-Takbiran-di-Gresik-Saling-Baku-Hantam\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Dua kelompok massa di Kabupaten Gresik terlibat bentrok saat malam Lebaran. (Foto: Istimewa) BERITA&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9090,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-9089","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/0fd4a17fb6a7.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/0fd4a17fb6a7-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/0fd4a17fb6a7-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/0fd4a17fb6a7.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/0fd4a17fb6a7.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/0fd4a17fb6a7.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/0fd4a17fb6a7.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/0fd4a17fb6a7.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/0fd4a17fb6a7.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/0fd4a17fb6a7.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/0fd4a17fb6a7-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/0fd4a17fb6a7-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9089","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9089"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9089\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9090"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9089"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9089"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9089"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}