{"id":9884,"date":"2026-04-02T08:23:33","date_gmt":"2026-04-02T08:23:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/02\/asap-pabrik-terjang-permukiman-warga-tiga-desa-di-gresik\/"},"modified":"2026-04-02T08:23:33","modified_gmt":"2026-04-02T08:23:33","slug":"asap-pabrik-terjang-permukiman-warga-tiga-desa-di-gresik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/04\/02\/asap-pabrik-terjang-permukiman-warga-tiga-desa-di-gresik\/","title":{"rendered":"Asap Pabrik Terjang Permukiman Warga Tiga Desa di Gresik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/04\/02\/f6248ad0738c.jpg\" alt=\"Asap Pabrik Terjang Permukiman Warga Tiga Desa di Gresik\"\/>\n            <\/div>\n<p>Asap pabrik menyelimuti permukiman warga tiga desa di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, GRESIK<\/b> \u2013 Warga tiga desa di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dibuat resah dengan adanya pencemaran udara yang diduga berasal dari aktivitas salah satu perusahaan di wilayah tersebut. Asap tebal berwarna putih itu menyelimuti area permukiman hingga membuat sebagian warga mengalami batuk dan gangguan pernafasan.<\/p>\n<p>Tiga desa di Kecamatan Manyar yang terdampak meliputi Desa Manyarejo, Desa Manyar Sidorukun, dan Desa Manyar Sidomukti. Asap tebal yang diduga berasal dari aktivitas salah satu pabrik itu muncul beberapa hari belakangan setiap malam hari mulai sekitar pukul 02.00 WIB.<\/p>\n<p>\u201cAsapnya tebal dan menutup pandangan jalan, baunya menyengat bikin batuk dan tenggorokan gatal juga,\u201d kata Aunurrofiq Hidayah (33), warga Manyarejo, Kecamatan Manyar.<\/p>\n<p>Ainur mengungkapkan bahwa beberapa warga yang gerap dengan kondisi ini sempat melakukan swipping di kawasan perusahaan sekitar permukiman untuk mencari sumber asap tersebut. <\/p>\n<p>Hasilnya warga menemukan bahwa asap dengan bau menyengat seperti bekas pembakaran itu diduga kuat berasal dari PT. Liku Telaga, sebuah perusahaan yang memproduksi Asam Sulfat (Sulfuric Acid), Aluminium Sulfat (Tawas), dan Sodium Silicate.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa warga sempat mendatangi pabrik tersebut dan menemui pihak security perusahaan, dan menyampaikan keluhan warga. Tidak lama setelah itu asapnya hilang,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Selain menyelimuti sejumlah komplek pemukiman warga di tiga desa, asap tebal itu juga menutup pandangan di sepanjang ruas jalan lingkungan. Ainur menyebut asap tebal ini belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi sangat mengganggu pernafasan.<\/p>\n<p>\u201cSemoga kondisi ini segera berakhir, agar tidak mengganggu kesehatan dan keselamatan warga,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Sementara warga lain, Fajar Rubianto (36), asal Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar juga merasakan hal serupa, ia pun mengeluhkan bau menyengat dari asap pabrik tersebut hingga menyebabkan batuk-batuk.<\/p>\n<p>\u201cPihak perusahaan sumber asap tersebut harus bertanggungjawab, karena asap yang masuk permukiman menimbulkan bau menyengat dan jika permasalahan ini tidak segera diatasi, khawatir akan menjadi masalah kesehatan terutama anak-anak,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan mengenai persoalan tersebut. Namun warga berharap pihak-pihak terkait termasuk pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, serta aparat penegak hukum segera melakukan tindakan tegas agar tidak semakin berdampak terhadap keselamatan warga. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Rifki Ahmad<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69cdfd33a34d0\/Asap-Pabrik-Terjang-Permukiman-Warga-Tiga-Desa-di-Gresik\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Asap pabrik menyelimuti permukiman warga tiga desa di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9885,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-9884","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/f6248ad0738c.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/f6248ad0738c-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/f6248ad0738c-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/f6248ad0738c.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/f6248ad0738c.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/f6248ad0738c.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/f6248ad0738c.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/f6248ad0738c.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/f6248ad0738c.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/f6248ad0738c.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/f6248ad0738c-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/f6248ad0738c-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9884","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9884"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9884\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9884"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9884"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9884"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}