Menu Pedas untuk Balita Talok Malang Tuai Sorotan, Ahli Gizi MBG Didesak untuk Evaluasi
Menu MBG di Talok Malang untuk balita yang menyajikan menu ayam pedas. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, MALANG – Program Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam rangka pemenuhan gizi anak balita di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang menuai kritik tajam. Sorotan ini muncul setelah ditemukan adanya menu ayam bumbu pedas yang disajikan kepada balita, yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan gizi serta sistem pencernaan anak usia dini.
Temuan tersebut langsung memicu reaksi dari Zulham Akhmad Mubarrok, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang. Ia menyayangkan ketidaktelitian pihak penyelenggara dalam menyusun menu khusus balita, terutama dalam program yang bertujuan menangani persoalan stunting.
Menurutnya, makanan untuk anak dalam masa pertumbuhan harus disusun berdasarkan standar kesehatan yang ketat dan berbasis rekomendasi ahli, bukan disamakan dengan konsumsi orang dewasa.
“Kami sangat menyayangkan mengapa menu untuk balita bisa disamakan dengan menu orang dewasa. Memberikan ayam pedas kepada balita menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap kebutuhan gizi dan kondisi fisik anak,” ujar Zulham kepada Suara Indonesia, Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan bahwa program SPPG (Satuan Pelayanan Percepatan Gizi) seharusnya dijalankan secara profesional dan terukur. Untuk itu, ia mendesak adanya evaluasi menyeluruh, khususnya terhadap peran tenaga ahli gizi yang bertanggung jawab dalam penyusunan menu makanan tambahan tersebut.
“Ahli gizi yang terlibat harus dievaluasi. Kejadian ini membuktikan adanya pengawasan yang lemah dalam rantai distribusi makanan tambahan. Kita tidak ingin anggaran besar untuk stunting justru terbuang sia-sia karena makanan yang diberikan tidak bisa dikonsumsi oleh anak-anak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Zulham meminta agar ke depan tidak ada lagi improvisasi menu yang menyimpang dari pedoman gizi klinis bagi balita. Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, kata dia, akan terus mengawal kasus ini guna memastikan setiap anak mendapatkan asupan nutrisi yang layak, aman, dan sesuai usia.
Temuan awal datang dari salah satu warga Desa Talok yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku menerima paket MBG untuk anaknya yang masih berusia 14 bulan dengan menu nasi, ayam pedas, tahu, sawi, dan potongan buah semangka.
Ia menyayangkan adanya menu ayam pedas dalam paket tersebut, karena tidak mungkin dikonsumsi oleh anak seusia itu.
“Anak saya masih 14 bulan, jelas tidak bisa makan pedas. Harusnya menu disesuaikan dengan usia anak,” keluhnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka stunting di Kabupaten Malang. Diharapkan evaluasi segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan tujuan program benar-benar tercapai. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Mahrus Sholih |
