October 17, 2026

Penyintas Tragedi Kanjuruhan Wadul ke DPRD Kabupaten Malang, Tolak Laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan

0


News
Penyintas Tragedi Kanjuruhan Wadul ke DPRD Kabupaten Malang, Tolak Laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan

Para penyintas dan korban tragedi Kanjuruhan ketika wadul DPRD Kabupaten Malang. (Foto: Aditya Mahatva Yodha/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, MALANG – Suasana haru dan ketegangan mewarnai Gedung DPRD Kabupaten Malang pada Selasa (14/4/2026). Puluhan penyintas serta keluarga korban Tragedi Kanjuruhan mendatangi wakil rakyat untuk mengadukan rencana laga panas Arema FC vs Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April mendatang.

Ketua Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK), Devi Atok, menegaskan bahwa menggelar pertandingan tersebut di lokasi kejadian merupakan tindakan yang melukai perasaan keluarga korban. Menurutnya, luka atas peristiwa kelam masa lalu belum sepenuhnya sembuh, dan stadion tersebut memiliki nilai emosional yang sangat berat bagi mereka.

“Ini sangat menyakiti perasaan kami. Kami mendesak agar laga tersebut tidak digelar di Stadion Kanjuruhan,” tegas Devi Atok di hadapan anggota dewan. Ia juga mengkritik keras operator penyelenggara PT LIB dan manajemen Arema FC yang dinilai hanya mengejar keuntungan tanpa memedulikan trauma psikologis para korban.

Tak hanya itu, kekecewaan juga diarahkan kepada Komisi III DPR RI. Para keluarga korban menyayangkan sikap para wakil rakyat di pusat yang hingga kini tidak memberikan tindak lanjut atas surat maupun permohonan audiensi yang telah berulang kali dikirimkan.

Kehadiran para penyintas ini disambut langsung oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Malang, di antaranya Ali Murtadlo (PKB), M. Ukasyah Ali (Gerindra), Fakih Pilihan (Golkar), serta jajaran anggota Fraksi PDIP seperti Zulham Akhmad Mubarrok, Abdul Qodir, Muchammad Hafidz, dan Redam Guruh.

Ketua Komisi II, Ali Murtadlo, mengakui bahwa Tragedi Kanjuruhan adalah sejarah hitam yang meninggalkan duka bagi seluruh masyarakat Malang. Senada dengan itu, anggota Komisi IV, Zulham Akhmad Mubarrok, mengenang kembali masa-masa sulit saat dirinya turun langsung melakukan validasi data korban bersama Dinas Kesehatan sesaat setelah tragedi terjadi.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua Fraksi PDIP Abdul Qodir berjanji akan mengawal penuh aspirasi ini. Pihaknya berencana segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan penyelenggara Liga untuk mencari jalan tengah.

“Kami akan segera berdiskusi dengan kepolisian dan pihak penyelenggara. Kami berupaya agar suara para korban benar-benar didengarkan dan tidak diabaikan begitu saja,” pungkas Abdul Qodir. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *