Ratusan KK Penghuni Huntara di Kabupaten Tegal Krisis Air Bersih, PMI Distribusikan 8000 liter Air Bersih
Warga berebut air bersih yang disalurkan PMI Kabupaten Tegal di lokasi huntara Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Senin (27/04/26). (Foto : Istimewa)
BERITA PLUS, TEGAL – Ratusan kepala keluarga korban tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, yang tinggal di hunian sementara (huntara) Desa Capar menghadapi krisis air bersih. Fasilitas air yang tersedia dinilai tidak layak konsumsi karena berlumpur dan berasa asin.
Air bersih kini menjadi persoalan utama bagi warga yang mengungsi ke huntara di Desa Capar sejak bencana tanah bergerak melanda Desa Padasari. Mereka kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci. Sehari-hari warga sangat bergantung pada bantuan air yang datangnya tidak menentu.
Merespon kesulitan warga, PMI Kabupaten Tegal mendistribusikan 2 tangki air bersih setara 8000 liter, Senin (27/04/26). Kedatangan mobil tangki air bersih tangki air bersih langsung diserbu warga.
Selain disalurkan langsung kepada warga, air bersih yang didistribusikan juga ditampung di tempa-tempat penampungan yang tersedia di lokasi huntara.
Menurut warga, jika bantuan air tak kunjung datang, warga terpaksa mengambil air ke sungai. Kondisi ini terpaksa dilakukan lantaran fasilitas air yang ada di huntara tidak memadai dan kualitasnya buruk, seperti bercampur lumpur serta berasa asin.
“Kondisinya memang susah. Air yang ada tidak bisa dipakai, kalau tidak ada bantuan kami ambil air sungai,” kata Warningsih, salah satu warga korban tanah bergerak.
Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, mengatakan penyaluran bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian untuk meringankan beban warga yang terdampak.
“Kami usahakan untuk penyaluran air bersih di huntara dilakukan rutin sehingga kebutuhan air bersih untuk warga selalu tercukupi,” ujarnya.
Selain air bersih, warga yang tinggal di huntara juga terkendala fasilitas lain. Sarana pendidikan, tempat ibadah, dan layanan kesehatan belum memadai, sehingga menambah beban kehidupan pengungsi di lokasi sementara tersebut.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menyediakan sumber air bersih yang layak serta melengkapi fasilitas dasar di huntara agar kehidupan mereka lebih terjamin.(*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wiwit Kuncoro |
| Editor | : Imam Hairon |
