October 16, 2026

Bank Jatim Catat Laba Tertinggi BPD 2025, Ditopang Strategi Transformasi dan Digitalisasi

0



Redaksi
– 06 May 2026 | 23:05 – Dibaca 0 kali

Advertorial
Bank Jatim Catat Laba Tertinggi BPD 2025, Ditopang Strategi Transformasi dan Digitalisasi

Bank Jatim catat laba tertinggi BPD 2025, ditopang strategi transformasi dan digitalisasi. (Foto: dok. Suara Indonesia)

SUARA INDINESIA, SURABAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan laba tertinggi di antara seluruh bank pembangunan daerah (BPD) di Indonesia sepanjang 2025. 

Kinerja tersebut ditopang strategi transformasi bisnis, penguatan struktur pendanaan, serta akselerasi digitalisasi layanan di tengah dinamika ekonomi.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengatakan perseroan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas aset melalui sejumlah langkah strategis.

“Manajemen terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas aset di tengah kondisi ekonomi yang dinamis,” ujar Winardi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, strategi utama meliputi penguatan dana pihak ketiga (DPK) dengan meningkatkan porsi dana murah (CASA), penerbitan obligasi untuk menjaga stabilitas pendanaan (stable fund), serta penyaluran kredit secara selektif pada sektor prospektif.

Perseroan juga mengoptimalkan efisiensi biaya dan mendorong transaksi digital guna meningkatkan pendapatan nonbunga (fee based income), serta menjaga kualitas aset sesuai profil risiko (risk appetite).

“Kami melanjutkan transformasi untuk mendukung visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia,” kata Winardi.

Transformasi tersebut dijalankan melalui lima pilar utama, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan teknologi informasi dan digitalisasi, serta sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan Bank Jatim tidak sekadar berfungsi sebagai lembaga intermediasi, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

“Bank Jatim memiliki peran langsung dalam mengalirkan likuiditas, memperkuat sektor riil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.

Menurut Khofifah, posisi Jawa Timur sebagai salah satu penopang utama ekonomi nasional membuat peran Bank Jatim semakin strategis.

“Peran Bank Jatim menjadi krusial sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan kebijakan pembangunan terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, Bank Jatim juga berperan sebagai penghubung antara kekuatan fiskal daerah dan sektor riil melalui pembiayaan yang tepat sasaran.

Laba dan Aset Tumbuh Signifikan

Secara konsolidasi, Bank Jatim mencatat total aset sebesar Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Laba bersih mencapai Rp1,61 triliun, meningkat 24,80 persen YoY.

Pada level bank only, total aset tercatat Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,70 persen YoY, dengan laba bersih sebesar Rp1,546 triliun atau naik 20,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Capaian ini didukung produktivitas tim serta sinergi konsolidasi bersama empat BPD dalam KUB,” ujar Winardi.

Ia menambahkan, konsistensi strategi dan disiplin pengelolaan biaya menjadi faktor utama dalam menjaga pertumbuhan kinerja tersebut.

Kinerja Kuartal I 2026 Melonjak

Memasuki 2026, kinerja Bank Jatim menunjukkan akselerasi. Pada kuartal I/2026, laba bersih konsolidasi mencapai Rp661 miliar, tumbuh 90,41 persen YoY dari Rp347 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 39,61 persen YoY menjadi Rp2,35 triliun.

“Pencapaian ini tidak lepas dari berbagai terobosan strategis, termasuk sinergi dengan UMKM serta digitalisasi layanan yang membuat transaksi lebih mudah dan efisien,” ujar Winardi.

Hingga Maret 2026, total kredit konsolidasi mencapai Rp109,22 triliun atau tumbuh 40,85 persen YoY. Total aset tercatat Rp164,07 triliun atau naik 38,85 persen YoY, sementara DPK tumbuh 37,59 persen YoY menjadi Rp122,80 triliun.

“Bank Jatim berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan program pembangunan berdampak langsung ke sektor riil,” kata Winardi.

Pada level bank only, sepanjang Januari–Maret 2026, total kredit mencapai Rp65,97 triliun, dengan aset Rp101,06 triliun dan laba bersih Rp377 miliar.

Dividen Naik dan Perubahan Pengurus

Dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025, Bank Jatim menetapkan dividen sebesar Rp56,62 per lembar saham, meningkat dari Rp54,71 per lembar pada tahun sebelumnya. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp850,17 miliar atau setara 55 persen dari laba bersih.

Dengan harga penutupan saham di level Rp590 pada 5 Mei 2026, indikasi dividend yield mencapai sekitar 9,60 persen.

RUPS juga menyetujui perubahan nomenklatur sejumlah jabatan direksi serta penguatan struktur organisasi. Perseroan mengangkat Andry Wicaksono sebagai Direktur Manajemen Risiko dan Moh. Nasih sebagai Komisaris Independen. Sementara itu, posisi Anggota Dewan Pengawas Syariah diisi oleh Abdullah Syamsul Arifin.

Khofifah menekankan, ke depan peran strategis Bank Jatim perlu diperkuat melalui pendekatan digital mindset, tidak sekadar digitalisasi layanan, tetapi juga transformasi cara kerja dan pengambilan keputusan yang adaptif.

“Bank Jatim memiliki posisi strategis dalam mendukung arsitektur ekonomi nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, hal tersebut tercermin dari peran Bank Jatim sebagai induk Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan anggota terbanyak, yakni lima BPD: NTB Syariah, NTT, Sulawesi Tenggara, Lampung, dan Banten.

Winardi menegaskan, perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui manajemen risiko yang disiplin, menjaga kualitas aset, serta ekspansi secara selektif dan berkelanjutan.

“Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun,” ujarnya. (Adv)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Redaksi
Editor : Satria Galih Saputra





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *