October 16, 2026

Capaian 2025 Dinilai Mampu Dongkrak Ekonomi dan Tekan Kemiskinan, DPRD Apresiasi Pemkab Batam

0



Redaksi
– 06 May 2026 | 22:05 – Dibaca 6 kali

News
Capaian 2025 Dinilai Mampu Dongkrak Ekonomi dan Tekan Kemiskinan, DPRD Apresiasi Pemkab Batam

Rapat Paripurna DPRD Batam di ruang sidang utama, Rabu (6/5/2026). (Foto: Wisnu/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BATAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Sepanjang tahun 2025, berbagai capaian pembangunan dinilai menunjukkan tren yang semakin positif, baik dari sisi ekonomi maupun program prioritas daerah.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Batam yang digelar pada Rabu (6/5/2026) di ruang sidang utama. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Muhammad Kamaluddin dan dihadiri 37 dari total 50 anggota dewan.

Laporan hasil pembahasan terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Batam Tahun 2025 dibacakan oleh H. Arlon Veristo selaku perwakilan panitia khusus (pansus). 

Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa LKPJ bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan menjadi instrumen penting dalam mengukur kinerja pemerintah sekaligus dasar evaluasi untuk perbaikan ke depan.

Dari hasil pembahasan, DPRD mencatat sejumlah indikator makro ekonomi Batam menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Batam pada 2025 mencapai 6,78 persen, melampaui rata-rata Provinsi Kepulauan Riau sebesar 5,88 persen dan nasional sebesar 5,11 persen.

Capaian ini dinilai mencerminkan ketahanan ekonomi Batam yang tetap kuat, terutama ditopang oleh sektor industri manufaktur serta meningkatnya investasi, meskipun di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global.

Selain itu, indikator sosial juga menunjukkan perbaikan. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 3,81 persen dari sebelumnya 4,85 persen pada 2024. Sementara itu, tingkat pengangguran berada di angka 7,57 persen, yang masih dipengaruhi oleh tingginya arus urbanisasi ke Batam. 

Untuk indeks gini, tercatat di angka 0,375, masuk kategori sedang namun menunjukkan kecenderungan membaik.

DPRD juga menyoroti sejumlah program prioritas yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Di antaranya peningkatan layanan air bersih, penanganan banjir, serta program pengobatan gratis yang sudah mulai memberikan dampak nyata.

Adapun program lainnya seperti pinjaman modal tanpa bunga untuk pelaku UMKM, pembagian seragam sekolah gratis, bantuan sosial bagi lansia, hingga pelatihan tenaga kerja turut dinilai sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Meski demikian, DPRD tetap memberikan sejumlah catatan penting. Di sektor pendidikan, masih terdapat kekurangan tenaga pendidik dan kebutuhan ruang kelas baru. 

Pada 2025, kekurangan guru tercatat mencapai 1.508 orang, dan pada 2026 masih tersisa sekitar 802 orang, terutama di jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Kondisi ini diperparah dengan adanya kebijakan moratorium pengadaan dan pengangkatan pegawai, sehingga membutuhkan solusi strategis dari pemerintah daerah.

Di sektor kesehatan, pelaksanaan program pengobatan gratis berbasis KTP Batam dinilai belum berjalan optimal. DPRD menemukan masih adanya kendala teknis di lapangan, termasuk kurangnya pemahaman petugas serta koordinasi dengan rumah sakit swasta.

Untuk itu, DPRD merekomendasikan agar pemerintah meningkatkan sosialisasi serta memperkuat implementasi program di tingkat teknis. Hal serupa juga menjadi perhatian dalam program pinjaman modal UMKM. (Wisnu)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Redaksi
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *