Dorong Literasi Publik, PMII UPI Sumenep Bangun Sinergi dengan SKK Migas
SKK Migas Jabanusa dan KKKS Sumenep berikan edukasi mahasiswa PMII UPI Sumenep kenali industri hulu Migas. Foto: Istimewa.
BERITA PLUS, SUMENEP- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas PGRI Sumenep (UPI) terus memperkuat perannya dalam mendorong literasi publik, termasuk pada sektor migas. Salah satunya melalui penyerahan policy brief, terkait revitalisasi Pusat Informasi KKKS Migas kepada SKK Migas wilayah Jabanusa di Surabaya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi lintas lembaga untuk memperkuat transparansi dan edukasi publik terkait sektor hulu migas, khususnya di Kabupaten Sumenep. Sebelumnya, dokumen serupa juga telah disampaikan kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Dalam policy brief itu, PMII UPI menyoroti belum optimalnya fungsi Pusat Informasi KKKS Migas sebagai ruang edukasi masyarakat. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada rendahnya pemahaman publik mengenai industri migas serta berpotensi memunculkan disinformasi di tengah masyarakat.
Ketua Komisariat PMII UPI, Diky Alamsyah, menilai keterlibatan SKK Migas menjadi elemen penting dalam memperkuat komunikasi publik sektor hulu migas agar lebih terbuka dan mudah dipahami masyarakat.
PMII UPI juga mendorong adanya langkah konkret berupa penguatan legal standing pusat informasi, penyusunan program kerja yang lebih terarah, hingga pengembangan sistem informasi berbasis digital agar akses masyarakat terhadap informasi migas menjadi lebih luas dan transparan.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas organisasi, PMII UPI juga melakukan kunjungan edukatif ke Migas Corner ITS. Kegiatan itu dilakukan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai proses industri hulu migas secara menyeluruh, mulai dari tahap eksplorasi hingga produksi.
Melalui langkah tersebut, PMII UPI berharap sinergi antara SKK Migas, pemerintah daerah, dan KKKS dapat terus diperkuat demi menciptakan tata kelola informasi migas yang lebih edukatif, transparan, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“SKK Migas memiliki posisi strategis dalam mengoordinasikan komunikasi publik sektor hulu migas. Kami berharap policy brief ini tidak hanya menjadi dokumen semata, tetapi juga bisa ditindaklanjuti sebagai bagian dari perbaikan sistem informasi yang selama ini belum berjalan maksimal,” ujar Diky pada suaraindonesia.co.id, Jumat (15/05/2026).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Febri Ihsan, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan mahasiswa.
Ia menambahkan, penguatan komunikasi publik menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan harmonis antara industri migas dan masyarakat di wilayah operasi.
“Kami sangat mengapresiasi masukan yang dibuat oleh teman-teman PMII. Ini akan menjadi bahan yang akan kami tindak lanjuti. Pada dasarnya tujuan kita sama, yaitu membangun pusat informasi KKKS yang lebih baik, transparan, dan dapat diterima oleh masyarakat,” tandasnya.(*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
