BP Batam Siapkan Hujan Buatan Antisipasi El Nino, Jaga Pasokan Air Bersih untuk Warga dan Industri
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan, Denny Tondano saat memimpin rapat ( foto : wisnu h/suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, BATAM- Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan langkah antisipatif menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026. Bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta AirNav Indonesia, BP Batam akan melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau buatan hujan guna menjaga ketahanan dan ketersediaan air baku di Kota Batam.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan langkah-langkah tersebut penting untuk menjaga volume air di sejumlah waduk agar tetap berada pada tingkat aman sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat maupun sektor industri dapat berjalan optimal.
Beberapa waduk yang menjadi perhatian utama antara lain Waduk Nongsa, Sei Ladi, Sei Harapan, Mukakuning, Tembesi, dan Duriangkang yang mengalami penurunan permukaan air baku yang cukup signifikan.
“Kami merencanakan modifikasi cuaca ini sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan El Nino. Meskipun hujan masih turun, sering kali tidak jatuh di daerah tangkapan waduk. Oleh karena itu, kami berupaya agar hujan dapat diarahkan ke wilayah waduk sehingga mampu menambah cadangan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Denny saat memimpin rapat koordinasi, minggu (17/5/2026).
Menurutnya, operasi hujan buatan tahap awal akan dilaksanakan selama satu pekan. Selama pelaksanaan, BP Batam akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas operasi serta dampaknya terhadap peningkatan debit air di waduk-waduk utama.
Selain upaya teknis, BP Batam juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air demi menjaga ketahanan pasokan di tengah ancaman musim kemarau panjang.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih menghemat penggunaan udara. Jika menemukan tindakan di luar prosedur terhadap jaringan udara, segera laporkan kepada kami agar distribusi dan kebutuhan udara dapat tetap terkendali,” tegasnya.
Belajar dari Singapura
Dalam rapat tersebut, Denny Tondano juga menyinggung rencana jangka panjang BP Batam dalam memperkuat ketahanan air baku dengan belajar dari keberhasilan Singapura dalam pengelolaan air.
Meski tidak memiliki sumber air alami yang melimpah, Singapura dinilai berhasil membangun sistem pengelolaan air modern melalui empat sumber utama pasokan udara atau “keran nasional”, yakni air impor, desalinasi air laut, penampungan air hujan, dan NEWater atau air daur ulang.
Denny menyebut pengalaman Singapura menjadi inspirasi penting bagi BP Batam dalam menyusun strategi jangka panjang menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan udara akibat pertumbuhan penduduk serta industri di Batam.
“Seluruh kajian teknis yang berkaitan dengan ketahanan air baku di Batam sudah kita pertimbangkan. Saya juga akan berkoordinasi dengan pimpinan BP Batam terkait langkah-langkah antisipatif lain agar pasokan udara baku ini bisa terus maksimal di tengah pertumbuhan penduduk dan industri saat ini,” tutupnya.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wisnu Hidayatullah |
| Editor | : Alfiana Putri |
