Banjarnegara Jadi Target Oplah Nasional, Petani Mulai Rasakan Hasilnya
Kementan bersama jajaran Dinas Pertanian dan Forkopimcam Susukan melaksanakan gerakan tanam padi di Kedawung. (Foto: Iwan/Suara Indonesia)
BERITA PLUS BANJARNEGARA – Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggelar Gerakan Tanam Serempak di lahan Optimalisasi Lahan (oplah) di Desa Kedawung, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (23/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional percepatan tanam padi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kabupaten Banjarnegara menjadi salah satu dari 13 kabupaten di Jawa Tengah yang mendapat program optimalisasi lahan dari pemerintah pusat.
Koordinator Liaison Officer (LO) Luftan Makmun, mengatakan program optimalisasi lahan bertujuan meningkatkan indeks pertanaman di wilayah yang sebelumnya sulit ditanami lebih dari satu kali dalam setahun.
“Harapannya nanti dalam satu tahun bisa ditanam minimal dua kali atau lebih,” ujarnya.
Menurut Luftan, melalui program tersebut Jawa Tengah ditargetkan memperoleh tambahan luas tanam sekitar 25 ribu hektare. Sementara di Kabupaten Banjarnegara ditargetkan sekitar 750 hektare tambahan luas tanam.
“Mulai Oktober 2025 hingga September 2026 mendatang, lahan Oplah di Banjarnegara ditargetkan mampu menghasilkan lebih dari 1.500 hektare pertanaman padi,” katanya.
Ia menjelaskan, lahan Oplah merupakan kawasan pertanian yang selama ini terkendala untuk ditanami hingga dua atau tiga kali dalam setahun. Karena itu pemerintah memberikan berbagai bantuan fisik untuk mendukung produktivitas pertanian.
“Pemerintah memberikan bantuan berupa perbaikan jalan usaha tani, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dan infrastruktur pendukung lainnya,” jelas Luftan.
Dalam program ini, Kabupaten Banjarnegara juga membentuk empat Brigade Pangan yang beranggotakan petani milenial usia 19 hingga 39 tahun. Mereka dibekali kemampuan budidaya tanaman padi, manajemen usaha tani, hingga penggunaan alat dan mesin pertanian modern.
Sementara itu, para petani mengaku mulai merasakan dampak positif dari program optimalisasi lahan tersebut.
Salah seorang petani asal Desa Kemranggon, Subandi mengatakan lahan pertanian yang mendapatkan dukungan program oplah di wilayahnya mencapai sekitar 30 hektare.
Menurutnya, bantuan dari pemerintah membuat petani lebih terbantu dalam mengelola sawah dan meningkatkan hasil produksi panen.“Petani merasa senang dan terbantu dengan adanya program ini,” katanya.
Ia mengungkapkan, hasil panen padi pada musim tanam terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan. Jika sebelumnya produksi hanya sekitar 7 ton per hektare, kini meningkat menjadi sekitar 9 ton per hektare.
“Produksi panen meningkat dari 7 ton menjadi 9 ton per hektare. Saat ini petani juga kembali menanam padi untuk musim tanam kedua,” kata Subandi. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Iwan Setiawan |
| Editor | : Alfiana Putri |
