October 17, 2026

Bupati Bondowoso Beberkan Strategi Investasi dan Penyelamatan Perumdam Ijen Tirta

0



Bahrullah
– 25 May 2026 | 13:05 – Dibaca 0 kali

News
Bupati Bondowoso Beberkan Strategi Investasi dan Penyelamatan Perumdam Ijen Tirta

Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD Bondowoso terkait Raperda investasi dan penyertaan modal Perumdam Ijen Tirta di Graha Paripurna DPRD Bondowoso, Senin (25/05/2026).

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai menata ulang arah investasi daerah. Tak sekadar mengejar angka, investasi ke depan diwajibkan memberi dampak langsung bagi masyarakat lokal, mulai dari pelibatan UMKM hingga penyerapan tenaga kerja daerah.

Komitmen itu disampaikan Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, saat Rapat Paripurna DPRD Bondowoso di Graha Paripurna DPRD Bondowoso, Senin (25/5/2026). Agenda rapat membahas jawaban bupati atas pandangan umum fraksi terkait dua Raperda strategis.

Dua rancangan aturan yang menjadi sorotan yakni Raperda tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi serta Raperda Penyertaan Modal Daerah kepada Perumdam Air Minum Ijen Tirta Bondowoso.

Dalam pidatonya, Hamid Wahid menegaskan Pemkab Bondowoso tak ingin investasi hanya dinikmati pemodal besar. Pemerintah daerah, kata dia, sedang menyiapkan pola kemitraan yang menghubungkan investor dengan pelaku UMKM lokal.

“Keberpihakan terhadap UMKM dan ekonomi lokal sudah diatur dalam sejumlah pasal. Investor nantinya juga diarahkan menggunakan tenaga kerja dan bahan baku lokal,” ujar Hamid di hadapan anggota dewan.

Pernyataan itu menjadi jawaban atas kekhawatiran sejumlah fraksi DPRD terkait potensi ketimpangan ekonomi akibat masuknya investasi besar ke Bondowoso. Pemkab memastikan skema pengawasan investasi telah dimasukkan dalam regulasi.

Tak hanya bicara ekonomi, Pemkab juga menyinggung ancaman sosial dari investasi yang dinilai berpotensi memicu konflik maupun kerusakan moral di tengah masyarakat. Menurut Hamid, mekanisme pengendalian investasi telah dimuat dalam pasal pengawasan khusus.

Pemkab Bondowoso juga mengandalkan keberadaan Mal Pelayanan Publik untuk mempercepat proses perizinan sekaligus memperkuat kepastian hukum bagi investor. Langkah ini disebut menjadi bagian transformasi pelayanan investasi daerah.

Di sisi lain, capaian investasi Bondowoso ternyata masih naik turun. Pada 2024, target investasi dipatok Rp 1,9 triliun, namun realisasinya baru sekitar Rp 654 miliar. Sementara pada 2025, target Rp 1,278 triliun dengan realisasi sekitar Rp 667 miliar.

Meski demikian, Pemkab masih optimistis. Sebab pada 2023 lalu, realisasi investasi Bondowoso sempat melonjak hingga Rp 5,2 triliun atau mencapai 238 persen dari target tahunan.

“Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan terus melakukan upaya peningkatan capaian investasi,” kata Hamid menjawab pandangan Fraksi Gerindra.

Selain investasi, perhatian besar DPRD juga tertuju pada kondisi Perumdam Ijen Tirta Bondowoso. Dalam forum itu, Hamid mengakui perlunya pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola perusahaan air minum milik daerah tersebut.

Pemkab bahkan berencana menurunkan Inspektorat untuk melakukan audit manajemen, keuangan, sumber daya manusia hingga kualitas pelayanan Perumdam Ijen Tirta. Audit eksternal melalui BPKP dan Kantor Akuntan Publik juga bakal dioptimalkan.

Tak berhenti di situ, Pemkab juga menegaskan penyertaan modal kepada Perumdam akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Langkah itu dilakukan agar stabilitas fiskal daerah tetap terjaga.

Hamid menyebut hasil audit dan pengawasan nantinya akan dibuka secara transparan melalui kanal resmi pemerintah daerah. Pemkab ingin pengelolaan Perumdam berjalan dengan prinsip Good Corporate Governance atau tata kelola perusahaan yang baik.

Dalam rapat tersebut, persoalan distribusi air bersih ke wilayah rawan kekeringan juga ikut disorot. Pemkab mengakui layanan air bersih melalui truk tangki masih belum mampu menjangkau seluruh wilayah terdampak akibat keterbatasan akses jalan.

Di akhir pidatonya, Hamid berharap dua Raperda strategis itu bisa menjadi fondasi baru pembangunan Bondowoso. Ia menekankan investasi harus tumbuh, namun tetap berpihak kepada masyarakat lokal serta memperkuat pelayanan dasar publik seperti air bersih.

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Bahrullah
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *