October 17, 2026

Komisi IV DPRD Trenggalek Soroti Layanan Antrean Apotek RSUD Soedomo

0


News
Komisi IV DPRD Trenggalek Soroti Layanan Antrean Apotek RSUD Soedomo

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin saat menyampaikan protes atas pelayanan apotek RSUD dr Soedomo.

BERITA PLUS – Pelayanan apotek di RSUD dr. Soedomo Trenggalek menuai sorotan dari Komisi IV DPRD Trenggalek. Tingginya jumlah pasien rawat jalan yang dinilai memicu antrean panjang pengambilan obat hingga berpotensi mengganggu efektivitas pengobatan pasien.

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, mengungkapkan jumlah pasien rawat jalan di RSUD dr. Soedomo kini mencapai sekitar 800 orang setiap hari.

“Jika dalam sehari pasien mencapai 800 orang, pasti layanan apotek akan memicu antrean panjang. Fenomena inilah yang kini menjadi fokus perhatian serius kami,” ujar Sukarodin.

Dikatakannya, ditambahkan pasien membuat petugas farmasi kesehatan, terutama saat jam pelayanan padat

Ia menjelaskan pihak rumah sakit sebenarnya telah menjalankan program pengiriman obat gratis bekerja sama dengan jasa pos untuk mengurai antrean.

Melalui layanan tersebut, pasien cukup membayar ongkos kirim sekitar Rp10 ribu dan obat akan diantar langsung ke rumah.

Namun DPRD menilai program tersebut belum mampu menyelesaikan permasalahan secara menyeluruh, terutama bagi pasien yang membutuhkan obat sesegera mungkin setelah pemeriksaan dokter.

“Jika pasien harus segera meminum obatnya tetapi proses antrean di apotek memakan waktu yang sangat lama, tentu ini menjadi masalah serius. Pasien akhirnya terlambat mendapatkan penanganan obat,” kritik Sukarodin.

Oleh karena itu, DPRD meminta manajemen RSUD dr. Soedomo segera melakukan pembenahan pelayanan farmasi agar tidak menjadi titik lemah pelayanan kesehatan rumah sakit.

Untuk memangkas antrean panjang, Komisi IV DPRD mendorong rumah sakit menambah jumlah tenaga pelayanan kefarmasian.

Selain penambahan SDM, DPRD juga meminta perluasan ruang pelayanan atau pembukaan loket apotek tambahan agar distribusi pelayanan pasien lebih cepat.

“Manajemen perlu menambah SDM di bagian apotek. Jika ruangnya kurang, silakan perluas area pelayanan atau sekalian buka jaringan apotek tambahan di area rumah sakit,” tegasnya.

Di tengah sorotan terhadap layanan apotek, Komisi IV DPRD juga menyampaikan kabar baik terkait pengembangan fasilitas kesehatan di RSUD dr. Soedomo.

Mulai bulan depan, rumah sakit tersebut akan mengoperasikan unit layanan hemodialisa atau cuci darah baru dengan kapasitas hingga 30 pasien dalam satu sesi terapi.

“Alhamdulillah, bulan depan layanan cuci darah baru ini sudah siap beroperasi. Sekali pelayanan, mesin-mesin baru ini bisa langsung menangani 30 pasien secara bersamaan,” ungkap Sukarodin.

Ia menilai fasilitas baru tersebut akan sangat membantu masyarakat Trenggalek karena pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk menjalani cuci darah.

“Ini tentu menjadi kabar yang sangat baik bagi masyarakat Trenggalek. Kini warga tidak perlu jauh-jauh lagi keluar daerah hanya untuk mendapatkan akses layanan cuci darah,” tutupnya. (ADV)

 

 

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wahyu Asmoro
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *