Viral di Facebook, Bang YD Sebut Pengangguran Lebih Mendesak daripada MPP Gunungsitoli
Caption foto: Dr. (Hc). H. Yusman Dawolo, M.Kom.I (Foto: Arro Zebua//Suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, GUNUNGSITOLI – Pernyataan pengusaha sukses asal Gunungsitoli, Yusman Dawolo atau yang akrab disapa Bang YD, viral di media sosial Facebook setelah dirinya menyoroti rencana pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.
Dalam wawancara bersama wartawan Suara Indonesia, Senin (25/5/2026), Bang YD menilai persoalan pengangguran dan lemahnya ekonomi masyarakat saat ini jauh lebih mendesak dibanding program pembangunan gedung pelayanan baru itu.
“Pernyataan tersebut secara khusus saya tujukan kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual untuk mengingatkan arah prioritas pembangunan daerah,” ujar Yusman Dawolo.
Menurutnya, substansi kritik yang ia sampaikan bukan semata-mata menolak pembangunan MPP, melainkan mengajak pemerintah menyesuaikan prioritas kebijakan berdasarkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat saat ini.
“Mestinya pemda mengambil keputusan yang mampu menurunkan pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat daya beli rakyat, dan menciptakan mobilitas ekonomi yang sehat,” katanya.
Bang YD menyebut, pembangunan daerah harus berangkat dari kebutuhan paling mendesak masyarakat, bukan sekadar orientasi proyek semata.
Ia bahkan memaparkan sejumlah sektor yang dinilai mampu menciptakan lapangan pekerjaan besar bagi masyarakat Nias, khususnya Kota Gunungsitoli.
“Pertama menciptakan setiap tahun 1.000 wirausaha UMKM melalui modal bergulir tanpa bunga, pelatihan manajemen usaha dan pendampingan langsung dari coach yang sudah terbukti,” ucapnya.
Selain itu, dirinya juga menyoroti pentingnya pengembangan industri perikanan terpadu, pertanian modern hingga peternakan babi berskala besar untuk pasar ekspor.
“Laut kita sangat luas, bahkan lebih luas dari daratan. Ini potensi yang tidak dimiliki daerah lain di Sumatera Utara,” ungkapnya.
Bang YD menilai, saat ini masyarakat Gunungsitoli sedang menghadapi tekanan ekonomi yang cukup serius mulai dari tingginya angka pengangguran, urbanisasi generasi muda hingga melemahnya daya beli masyarakat.
“Ketika lapangan kerja minim, maka konsumsi masyarakat turun, usaha kecil ikut melemah dan ekonomi daerah bergerak lambat,” jelasnya.
Ia bahkan memperkirakan jika anggaran daerah difokuskan ke sektor produktif, maka dalam tiga tahun ke depan dapat tercipta sekitar 15 ribu lapangan pekerjaan langsung maupun tidak langsung.
“Ukuran keberhasilan pemerintah bukan banyaknya gedung, tetapi berapa banyak rakyat keluar dari kemiskinan dan berapa banyak anak muda mendapat pekerjaan,” tegasnya.
Pernyataan Bang YD itu kemudian menuai beragam tanggapan dari masyarakat di media sosial setelah diunggah hampir 8 jam lalu.
Ozri Gea turut memberikan komentar dengan menilai bahwa di tengah kondisi ekonomi saat ini, masyarakat lebih membutuhkan kesempatan kerja, dukungan UMKM, pelatihan keterampilan dan program pemberdayaan ekonomi.
“Dana puluhan miliar rupiah tersebut dapat dialokasikan untuk program yang berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja seperti pengembangan sektor pertanian, perikanan, UMKM dan pelatihan tenaga kerja,” tulis Ozri Gea.
Ia juga menilai pelayanan publik tetap dapat ditingkatkan melalui optimalisasi kantor yang sudah ada serta pemanfaatan sistem pelayanan digital tanpa harus membangun gedung baru dengan biaya besar.
Sementara itu, komentar dukungan juga datang dari akun Junirawti Zebua yang menulis, “Setuju sekali pak Yusman Dawolo.”
Hal senada disampaikan akun Rintis Barasi Zega yang menuliskan, “Betul banget pak YD.”
Di akhir wawancara, Bang YD mengaku siap membantu pemerintah daerah dalam membuka jaringan usaha, komunikasi investasi hingga mendukung pelatihan generasi muda sesuai kapasitas yang dimilikinya.
Diakhir pernyataannya, dari ibu Kota Jakarta, bang YD berpesan agar generasi muda Nias mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman dengan meningkatkan keterampilan dan kemampuan usaha mandiri. (A1)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Arozatulo Zebua |
| Editor | : Alfiana Putri |
