Kades Fafinesu B Bungkam, Diduga Sebagai Dalang Dibalik Pengeroyokan Brutal
Salah Satu Korban Pengeroyokan Brutal di Wilayah Fafinesu B, TTU. (Foto: Roland Tahoni/suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS – Keluarga korban penganiayaan di Desa Fafinesu B, Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur bernama Simon Saku mengungkap dugaan keterlibatan Kepala Desa Fafinesu B Agustinus Naibesi dalam aksi penganiayaan brutal di wilayahnya.
Melansir pos kupang, Selasa, (26/5/2026) kepala Desa Fafinesu B disebut-sebut sebagai oknum yang memimpin warga untuk menghadang para korban ketika melintas di wilayah Fafinesu.
Sang kades juga diduga kuat ikut menghasut warga, untuk memukul tiang listrik untuk memberikan signal kepada seluruh warganya agar menghampiri para korban.
“Seluruh masyarakat, orang dewasa, anak kecil, orang tua, anak muda semua keluar dan pukul korban tiga orang ini, ada yang pukul, ada tendang, sebagian pukul pakai kayu ada yang pakai besi,” ujarnya.
Selain dianiaya, ketiga orang korban itu kemudian diikat secara bersamaan dan salah satunya sempat ditelanjangi oleh warga, para korban kemudian diseret menggunakan tali oleh massa.
“Penghasutnya kami duga adalah kepala desa. Ini secara hukum ada pasal yang mengatur di sana. Ada pelaku utama dan pelaku ikut serta. Pelaku utamanya ini yang harus diamankan,” ucapnya.
Ia mengatakan pihaknya sangat menyayangkan sikap Kepala Desa Fafinesu B Pasalnya dirinya selaku pimpinan wilayah seharusnya menjadi teladan kepada warganya.
Namun faktanya, sang kades justru menjadi dalang dan pemimpinan masa dalam aksi pengeroyokan brutal tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa ketiga korban itu dihadang ketika sedang melintas di jalan umum dan bukan sedang berada di rumah warga.
“Pempin di Desa itu seharusnya menjadi contoh untuk masyarakat, bukan malah memimpin masa untuk melakukan tindakan anarkis”ujarnya
Sementara itu, Kepala Desa Fafinesu B, Agustinus Naibesi saat dikonfirmasi wartawan sejak Senin, (25/5/2026) malam, melalui pesan WhatsApp belum memberikan jawaban namun telah membaca whatsApp dari Wartawan.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Rolandus Tahoni |
| Editor | : Alfiana Putri |
