October 16, 2026

Jalan Provinsi Rusak Parah, Warga Blora Sentil Gubernur: Ojo Cangkeman!

0



Team Work
– 30 May 2026 | 21:05 – Dibaca 96 kali

News
Jalan Provinsi Rusak Parah, Warga Blora Sentil Gubernur: Ojo Cangkeman!

Warga Blora geram dan protes yang diwujudkan dengan tulisan pada ruas jalan provinsi Randublatung–Cepu yang mengalami kerusakan. Tulisan tersebut berbunyi,

BERITA PLUS, BLORA — Kegeraman warga terhadap kondisi jalan provinsi di Kabupaten Blora yang dinilai semakin terabaikan memunculkan aksi protes unik. 

Aksi tersebut muncul setelah pernyataan Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, terkait kerusakan jalan provinsi mendapat tanggapan dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam forum Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu.

Bentuk protes itu diwujudkan dengan tulisan pada ruas jalan provinsi Randublatung–Cepu yang mengalami kerusakan. Tulisan tersebut berbunyi, “Wisata Jalan Bosok (Busuk)”.

Di bagian lain jalan juga tertulis kalimat, “Dolan Pak Gub Jateng? Ojo Cangkeman” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Jalan-jalan Pak Gubernur Jawa Tengah? Jangan banyak bicara.”

Aksi tersebut dilakukan oleh warga Blora, Lilik Yuliantoro. Menurutnya, respons Gubernur Jawa Tengah terhadap aspirasi yang disampaikan Wakil Bupati Blora tidak mencerminkan upaya mendengarkan keluhan masyarakat.

“Wabup sudah menyampaikan aspirasi masyarakat yang resah dengan kondisi jalan provinsi di Blora. Namun respons gubernur justru terkesan menyepelekan karena menyebut masyarakat tidak memahami status jalan,” ujar Lilik, Sabtu (30/5/2026).

Ia menilai pernyataan tersebut tidak seharusnya disampaikan oleh seorang gubernur yang memiliki tanggung jawab terhadap pembangunan daerah.

“Harusnya gubernur bisa memberikan solusi. Toh beliau juga pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah,” katanya.

Lilik juga menilai tanggapan tersebut menunjukkan kurangnya perhatian terhadap kondisi infrastruktur di Blora. 

Menurutnya, terdapat dua ruas jalan provinsi yang sangat vital karena menjadi jalur utama kendaraan berat, yakni Purwodadi–Blora dan Singget–Randublatung–Cepu.

“Di Blora hanya ada dua jalan provinsi yang sangat penting dan dilalui kendaraan berat. Kalau ada keluhan dari masyarakat, seharusnya didengar,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerusakan jalan juga terjadi pada ruas Kunduran–Blora yang hingga kini masih dikeluhkan masyarakat.

Selain kerusakan jalan, Lilik juga menyoroti minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Blora.

“Kalau masalah di Blora tidak didengar, masyarakat bisa merasa seolah-olah Blora bukan bagian penting dari Jawa Tengah,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, belum memberikan tanggapan terkait aksi vandalisme tersebut maupun keluhan warga mengenai kondisi jalan provinsi di Kabupaten Blora.

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Team Work
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *