Cuaca Belum Stabil, Petani Garam di Sampang Belum Bisa Penen Awal
Petambak Garam asal Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Slamet saat di tempat lahan produksi semi tradisional (Foto; Hoirur Rosikin/Suaraindonesia.co.id)
SUARAINDONESIA, SAMPANG – Sejak awal bulan mei 2026 petambak garam semi tradisional di kabupaten Sampang menyiapkan lahan produksi.
Namun saat ini kondisi hujan di wilayah Sampang masih cukup kerap terjadi. Sehingga petambak garam di kabupaten Sampang masih belum bisa melakukan Penen awal.
Patambak garam asal desa Marparan, Kecamatan Sreseh, Sampang, Slamet (55 tahun) mengatakan, saat kondisi cuaca di bulan Mei 2026 masih hujan.
“Tapi pihak petambak garam terus menyiapkan lahan produksi sejak awal bulan Mei,” Jelasnya, Minggu (31/05/2026).
Karena menurutnya, menyiapkan lahan produksi lebih awal akan menguntungkan panen lebih awal untuk petambak garam nantinya.
“Karena ketika cuaca kalau sudah memang benar tidak hujan tinggal melakukan pengolahan air garam saja nantinya,” terangnya.
Senada dengan petambak garam asal kecamatan pengeringan, Sampang, Adul (42 tahun) menerangkan, memang saat ini kondisi hujan di bulan mei masih hujan.
Akan tetapi ia mengatakan, patambak garam saat ini tetap penyiapan lahan produksi sejak awal bulan mei 2026.
“Karena kalau nantinya memang cuaca sudah bener panas tinggal mengolah air untuk menghasilkan garam,” Singkatnya.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Hoirur Rosikin |
| Editor | : Alfiana Putri |
