Dishub Bone Respons Soal Kerab Laka Truk Kontainer di Bypass Sumpallabbu: Kami Lanjutkan ke Balai
Abustian
– 01 June 2026 | 19:06 – Dibaca 13 kali
Truk kontainer mundur dan melintang di tanjakan Bypass Sumpallabbu. (Foto: SIB/SuaraIndonesia.co.id)
BERITA PLUS, BONE- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bone merespons soal berita kerab terjadi laka truk mundur hingga terjungkal di tanjakan bypass sumpallabbu (jelloe) Desa Timusu-Tea Musu Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone, Sulsel.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bone Andi Syamsul Mursyad mengatakan, usai menerima informasi terkait sering laka truk mundur di bypass sumpallabbu, langsung melanjutkan informasi ke pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulsel.
Langkah tersebut diambil Kadishub Bone agar informasi tersebut segera diketahui dan mendapat respons dari Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulsel. Balai disebut sebagai pihak yang memiliki wewenang terhadap jalan tersebut.
Mantan Camat Patimpeng itu menyebutkan, status bypass sumpallabbu adalah jalan nasional. Olehnya itu, ia meneruskan informasi ke Balai agar merespons harapan pemasangan rambu jalan di jalan tersebut.
“Info terkait sering kecelakaan mobil kontainer baru kami terima, ini jalan juga berstatus jalan nansional, nanti kami lanjutlan info beritanya ke Balai untuk mereka survei,”ungkap Andi Syamsul Mursyad saat dikonfirmasi BERITA PLUS, Senin (01/06/2026).
Pantauan BERITA PLUS siang tadi, sebanyak 6 truk terlihat masih berada di tanjakan bypass tersebut. Truk kontainer terjebak macet selama dua malam lantaran terlanjur masuk di jalur bypass dan tidak bisa putar balik. Truk kontainer melintang di tanjakan bypass diketahui oleh sopir saat akan menuruni atau berada di area tanjakan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, insiden Truk kontainer mundur hingga melintang di jalan kembali terjadi di tanjakan ekstrem Bypass Sumpallabbu atau Jelloe Desa Timusu-Tea Musu, Sabtu (30/05/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun sempat memicu gangguan lalu lintas di jalan tersebut.
Pantauan di lokasi, hingga hingga Ahad (31/5/2026) sejumlah pengendara roda empat harus putar balik lantaran truk kontainer mundur dan melintang di tengah jalan belum dievakuasi. Bahkan pengedara roda dua juga ada yang putar balik karena takut melintas disamping truk kontainer itu.
“Dari kemarin sore ini kasian, belum ada bisa bantu. Ada truk yang mau bantu tapi tidak kuat juga. Saat ini (siang tadi, red) motor bisa lewat hanya agak licin karena lewat di samping truk di luar aspal. Kalau mobil tak bisa atau susah sekali lewat,”ungkap salah satu masyarakat pengguna jalan, Tang, Ahad (31/05/2026).
Informasi dihimpun menyebutkan, berbagai alasan pengguna jalan dengan Truk kontainer nekat melintas di jalan bypass diduga lantaran diburu waktu, kabel PLN melintang di atas jalan nasional Koppe-Taccipi yang kerab nyangkut di kontainer hingga alasan hemat karena jarak tempuh lebih dekat.
Parahnya, hingga saat ini tidak ada rambu jalan yang terpasang di jalur masuk bypass dengan tanjakan esktrem tersebut. Padahal, dari beberapa insiden di jalan ini diduga terjadi lantaran pengguna jalan yang tidak tahu keberadaan tanjakan ekstrem itu karena tidak ada rambu jalan.
Rentetan insiden memicu masyarakat pengguna jalan mendesak pihak terkait agar segera memasang rambu jalan di area sebelum masuk jalur bypass tersebut. Namun hingga kini desakan masyarakat pengguna jalan untuk keselamatan bersama masih diabaikan pihak terkait.
Padahal pasca sekian kali insiden truk mundur hingga truk terjungkal, memicu kekhawatiran masyarakat pengguna jalan untuk melintas di jalan itu. Mereka mengaku was-was melewati tanjakan ekstrem yang kerab dilewati truk kontainer bermuatan berat itu.
Masyarakat pengguna jalan menilai sudah saatnya dipasang rambu jalan di jalur masuk bypass, agar truk kontainer bermuatan berat tidak lagi melewati jalan tersebut. Rambu ini dinilai sebagai langkah pencegahan laka lantas yang berpotensi menimbulkan korban jiwa bagi sesama pengguna jalan.
Masyarakat pengguna jalan berharap pihak terkait segera turun memasang rambu lalu lintas di jalan bypass tersebut, agar pengguna jalan yang baru melintas dapat dengan jelas melihat pentunjuk kondisi tanjakan ekstrem dan kendaraan yang bisa melintas di jalan itu.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Abustian |
| Editor | : Alfiana Putri |
