October 16, 2026

Pembangunan Jalan Poros Desa, Pemkab dan DPRD Gresik Ajak Semua Pihak Kawal Bersama

0


Politik
Pembangunan Jalan Poros Desa, Pemkab dan DPRD Gresik Ajak Semua Pihak Kawal Bersama

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir saat menyampaikan materi dalam Dialog Publik yang digelar KWGe di Gedung Nasional Indonesia. (Istimewa)

BERITA PLUS, GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat pembangunan Jalan Poros Desa (JPD) di berbagai wilayah. Pembangunan jalan poros desa saat ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah, terutama setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan yang memperkuat peran pemerintah daerah dalam penyelenggaraan dan pembinaan jalan desa.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam Dialog Publik bertema ‘Sinergi DPRD Gresik dan KWGe dalam Mengawal Jalan Poros Desa’ yang digelar di Gedung GNI, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Gresik Syahrul Munir, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik Dhiannita Tri Astuti, para camat, kepala desa, serta insan media yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Grissee (KWGe).

“Kalau dulu pemerintah desa masih dimungkinkan melakukan perawatan melalui dana desa maupun bantuan keuangan desa, sekarang pemerintah kabupaten memiliki peran yang lebih besar dalam penanganan jalan poros desa,” kata Bupati Gresik.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada KWGe dan DPRD Kabupaten Gresik yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah.

“Kami mengapresiasi teman-teman KWGe yang selama ini menjadi mitra pemerintah, ikut mengawal, mengawasi, sekaligus memberikan masukan dan kontribusi bagi pembangunan di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Bupati Gresik menyampaikan bahwa tantangan pembangunan JPD cukup besar di tengah keterbatasan fiskal daerah. Meski demikian, Pemkab Gresik bersama DPRD telah menyatukan visi untuk menjadikan pembangunan jalan poros desa sebagai prioritas pembangunan pada 2026 hingga 2027.

“Alhamdulillah, kami dan DPRD memiliki pandangan yang sama. Fokus pembangunan diarahkan pada jalan poros desa. Setelah dipetakan bersama Dinas PU, hampir seluruh kecamatan memang membutuhkan penanganan prioritas,” tandasnya.

Ia lantas menegaskan pembangunan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan yang paling mendesak, terutama pada ruas jalan dengan mobilitas tinggi.

“Kami tidak bisa menghitung satu ruas jalan secara keseluruhan tanpa melihat kondisi detail di lapangan. Mana yang rusak berat dan mana yang rusak sedang harus dipetakan agar kemampuan fiskal daerah benar-benar efektif,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Gresik juga mencontohkan pembangunan Jalan Menganti yang sebelumnya dianggap sulit direalisasikan, tetapi kini mulai menunjukkan hasil nyata.

“Kadang kita takut dengan bayang-bayang sendiri. Kalau dulu Jalan Menganti tidak mulai dibangun, mungkin sampai hari ini hasilnya belum terlihat. Namun, ketika dicicil dan dimulai sedikit demi sedikit, ternyata manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap pembangunan jalan poros desa dapat terus berjalan hingga tuntas pada akhir masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Gresik Syahrul Munir menegaskan bahwa DPRD dan pemerintah daerah telah menyelaraskan arah pembangunan agar fokus pada persoalan prioritas, termasuk jalan poros desa.

“Kami berharap media dapat terus menghadirkan informasi yang faktual dan objektif sehingga masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh terkait pembangunan daerah,” ujar Syahrul.

Menurutnya, tantangan terbesar pembangunan JPD adalah keterbatasan anggaran dan besarnya kebutuhan penanganan di lapangan.

“Total kebutuhan penanganan jalan poros desa diperkirakan mencapai Rp2,8 triliun. Karena itu, yang paling penting adalah menentukan prioritas pembangunan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti perlunya menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat desa. “Dulu masyarakat desa terbiasa bergotong royong memperbaiki jalan. Sekarang, ketika ada jalan rusak, langsung direkam dan diviralkan. Semangat gotong royong ini harus mulai kita hidupkan kembali,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Rifki Ahmad
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *