October 16, 2026

Didukung UEA, Banyuwangi Bangun TPS3R Kertosari untuk Kurangi Beban Sampah Perkotaan

0


News
Didukung UEA, Banyuwangi Bangun TPS3R Kertosari untuk Kurangi Beban Sampah Perkotaan

Groundbreaking pembangunan TPS3R Kertosari, Banyuwangi. (Foto: Istimewa).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai merealisasikan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Jumat (3/7/2026). Fasilitas yang mendapat dukungan pendanaan dari Uni Emirat Arab (UEA) melalui program Clean Rivers tersebut diproyeksikan menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di kawasan perkotaan.

Prosesi dimulainya pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. TPS3R yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,5 hektare itu ditargetkan selesai dalam waktu 10 bulan.

Keberadaan fasilitas ini nantinya akan menerima sampah rumah tangga yang telah dipilah dari kawasan perkotaan. Sampah tersebut kemudian diolah sehingga volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.

TPS3R Kertosari dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 50 ton sampah per hari. Layanan fasilitas ini diproyeksikan mencakup 56 desa dan kelurahan di Kecamatan Banyuwangi serta sejumlah wilayah di kecamatan sekitarnya.

“TPS3R Kertosari ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan sampah yang ada di kota. Karena kota ini memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, maka pengelolaan sampah memang harus ditangani secara khusus,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah juga menjadi faktor penting agar sistem pengelolaan berjalan optimal.

“Kami harapkan nantinya tidak hanya selesai pembangunan fisik TPS3R, tetapi juga diiringi dengan perubahan perilaku masyarakat agar lebih sadar terhadap pengelolaan sampah, termasuk mengelola sampah sejak dari rumah tangga,” sambung Ipuk.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan sistem pengelolaan sampah di Banyuwangi. Sebelum memperoleh dukungan dari UEA, sejumlah proyek serupa telah lebih dulu didukung Pemerintah Norwegia dan perusahaan asal Austria.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, menjelaskan pembangunan TPS3R Kertosari menjadi bagian dari perluasan jaringan pengolahan sampah terpadu di Banyuwangi.

Saat ini, TPS3R di Desa Baluk, Kecamatan Songgon telah beroperasi sejak 2023 dengan kapasitas pengolahan mencapai 100 ton per hari dan melayani 73 desa. Sementara TPS3R di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, tengah dalam tahap pembangunan dengan progres sekitar 50 persen. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas 160 ton dan akan melayani 37 desa di delapan kecamatan.

Bayu menambahkan, pemerintah juga telah menyiapkan pembangunan dua fasilitas pengolahan sampah baru di wilayah lain.

“Setelah Kertosari, akan ada dua tempat pengelolahan sampah yang akan dibangun ke depan. Yakni di Kecamatan Genteng dan Wongsorejo. Untuk di Genteng, pembangunan melalui program Clean Rivers dan didanai Uni Emirat Arab. Sementara di Wongsorejo akan dibangun oleh Kementerian PU,” lanjut Bayu.

Senior Program Manager Banyuwangi Hijau, Lintong Manik, mengatakan pembangunan TPS3R Kertosari tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.

“Kami memperkuat keseluruhan ekosistem pengelolaan sampah, mulai dari rumah tangga, desa, hingga pengolahan akhir. TPS3R Kertosari ini adalah bagian dari upaya tersebut, yang akan meningkatkan kapasitas layanan serta mendorong praktik pengelolaan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Lintong. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *