October 16, 2026

Keluarga Inti Dokter Icha Pakaenoni Datangi Polda NTT, Resmi Laporkan Tiga Oknum DPRD TTU

0


News
Keluarga Inti Dokter Icha Pakaenoni Datangi Polda NTT, Resmi Laporkan Tiga Oknum DPRD TTU

Keluarga Dokter Icha Pakaenoni saat Mendatangi Mapolda NTT. (Foto: Roland/suaraindonesia.co.id)

BERITA PLUS, TTU – Keluarga almarhumah dokter Icha mendatangi Markas Polda Nusa Tenggara Timur untuk melaporkan tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara yang diduga melakukan intimidasi, ancaman, penghinaan, dan kekerasan verbal. Mereka menuntut para pelaku diberi sanksi hukum yang tegas.

Hasil pantauan Media, seluruh keluarga inti dokter Icha mendatangi Markas Polda NTT pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Ada ayah, ibu, dan dua adik almarhumah. Salah satu di antara mereka memegang pigura foto dokter Icha.

Tiba di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu, pihak keluarga bersama kuasa hukum langsung menyampaikan laporan resmi kepada polisi.

”Ini mekanisme hukum yang harus kami tempuh. Kami harus menyampaikan laporan langsung secara resmi kepada polisi,” kata Viktor Manbait, keluarga yang juga penasihat hukum keluarga.

Hingga siang hari, pembuatan laporan masih berlangsung, yang menurut inforimasinya, keluarga akan langsung menjalani pemeriksaan awal sebagai pelapor di Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang.

Menurut Viktor, keluarga akan terus berjuang untuk mencari keadilan bagi almarhumah dokter Icha. Ia pun mengajak publik untuk bersama mengawal kasus tersebut.

”Kami berterima kasih atas dukungan publik selama ini,” katanya.

Intimidasi, ancaman, penghinaan, dan kekerasan verbal diduga dilakukan oleh tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara. Mereka adalah Therensius Lazakar dari Fraksi Golkar, Norbertus Tubani dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, dan Veronika Lake dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra mengatakan, tim yang dibentuk Kepala Polda NTT Inspektur Jenderal Rudi Darmoko sudah siap memproses hukum kasus tersebut. Sejumlah bukti permulaan sudah dikumpulkan oleh penyidik.

”Kami berharap publik sabar mengikuti proses hukum yang kini sedang berlangsung. Kami akan bekerja profesional. Kembali kami tegaskan bahwa semua warga sama di mata hukum,” tutur Henry.

Tim tersebut dipimpin oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTT dengan melibatkan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polres Timor Tengah Utara, dan Polres Kupang.

Penyidik, lanjut Henry, akan berkoordinasi dengan sejumlah ahli, di antaranya ahli pidana, ahli psikologi, dan ahli grafologi, untuk pembandingan tulisan ataupun tanda tangan apabila diperlukan. Selain itu, tenaga medis untuk mendalami kondisi kesehatan korban berdasarkan rekam medis sebagai bagian dari pembuktian ilmiah.

Pada kesempatan itu juga pihak keluarga meminta dukungan publik untuk mengawasi proses hukum kasus kematian dokter Icha. Namun pihak kepolisian tegaskan, semua warga sama di depan hukum. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Rolandus Tahoni
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *