October 16, 2026

Pemkab Lamongan dan DPRD Sepakati KUA-PPAS Tahun 2027

0



Irqam
– 29 July 2026 | 11:07 – Dibaca 120 kali

News
Pemkab Lamongan dan DPRD Sepakati KUA-PPAS Tahun 2027

Pemkab Lamongan bersama DPRD Lamongan Sepakati KUA-PPAS Tahun 2027. (Foto: Diskominfo Lamongan)

BERITA PLUS, LAMONGAN – Pemkab Lamongan bersama DPRD Lamongan menyepakati Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2027. 

Kesepakatan lembaga legislatif dan eksekutif di Lamongan itu dilakukan melalui rapat paripurna persetujuan bersama, Senin (27/7) di Kantor DPRD Lamongan. 

Kesepakatan tersebut akan menjadi pijakan strategis dalam penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 yang berorientasi pembangunan prioritas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS merupakan wujud komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif dalam menyepakati arah kebijakan fiskal serta prioritas pembangunan daerah.

Menurut orang nomor satu di Kota Soto itu, berbagai masukan selama pembahasan akan menjadi bahan penyempurnaan pembangunan daerah. 

“Termasuk upaya memperkuat kemandirian fiskal melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), revitalisasi BUMD, evaluasi regulasi pendapatan daerah, serta penguatan tata kelola keuangan yang lebih efektif,” kata Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes.

Berdasarkan hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah, KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 menetapkan proyeksi pendapatan daerah sebesar 3 triliun 99 miliar 584 juta 627 ribu 643 rupiah, yang terdiri dari PAD sebesar 713,857 miliar dan pendapatan transfer sebesar 2,385 triliun.

Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan sebesar 3 triliun 99 miliar 499 juta 421 ribu 760 rupiah, meliputi belanja operasi 2,146 triliun, belanja modal 382,918 miliar, belanja tidak terduga 5 miliar, dan belanja transfer 565,558 miliar. Postur anggaran tersebut menghasilkan surplus sebesar 85,2 juta yang akan dikelola melalui mekanisme pembiayaan daerah.

Pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar 42 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar 42,085 miliar, sehingga SILPA Tahun Anggaran 2027 diproyeksikan nol rupiah.

Dalam pembahasannya, Badan Anggaran DPRD juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, di antaranya optimalisasi PAD melalui digitalisasi pajak dan retribusi daerah, pembenahan pengelolaan BUMD secara profesional.

Kemudian optimalisasi pemanfaatan aset daerah, penguatan pengawasan OPD penghasil, evaluasi regulasi pendapatan daerah, serta peningkatan alokasi anggaran untuk mendukung percepatan Universal Health Coverage (UHC). (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Irqam
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *