October 16, 2026

Nelayan di Situbondo Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Hilang Kontak

0



Syamsuri
– 03 August 2026 | 17:08 – Dibaca 0 kali

Peristiwa
Nelayan di Situbondo Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Hilang Kontak

Sejumlah Petugas gabungan saat mengevakuasi jasad nelayan asal Jangkar Kabupaten Situbondo. (Foto: Syam/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, SITUBONDO – Ikhtiar pencarian terhadap Sugianto (45), nelayan asal Kampung Dami, Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, berakhir dalam suasana duka.

Pria yang sebelumnya dikabarkan hilang saat melaut tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di perairan Jangkar pada Senin pagi (3/8/2026).

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh sesama nelayan setempat, Suto (52), sekitar pukul 07.00 WIB. Saat sedang memancing di kawasan pesisir Padukuhan Asta, Suto melihat sesosok tubuh mengambang dalam radius 500 meter dari posisinya.

Kabar tersebut segera diteruskan kepada keluarga dan pihak berwenang guna memastikan identitas korban.

Berdasarkan konfirmasi visual dari pakaian dan ciri fisik, keluarga memastikan bahwa jasad tersebut adalah Sugianto, yang sebelumnya melaut menggunakan perahu fiber bertuliskan “Trobosss”.

Korban diketahui sempat mencari ikan hingga radius 12 mil dari bibir pantai sebelum akhirnya kehilangan kontak.

Proses evakuasi berlangsung khidmat dengan sinergi antara personel Satpolairud Polres Situbondo, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo, serta masyarakat nelayan.

Menggunakan perahu nelayan, jenazah berhasil dibawa mendarat di sisi timur Pelabuhan Jangkar pada pukul 08.30 WIB dan langsung dihantarkan ke rumah duka menggunakan ambulans Puskesmas Jangkar.

Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mewakili Kepala Pelaksana BPBD Timbul Surjanto, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan medis luar tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan atau unsur pidana. Korban murni dinyatakan wafat akibat tenggelam saat melaut.

Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian almarhum sebagai takdir dan musibah, serta secara resmi menolak tindakan autopsi.

Selepas pemeriksaan medis, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman secara layak.

Penanganan darurat ini melibatkan kolaborasi solid lintas unsur, mulai dari jajaran Forkopimcam Jangkar, Satpolairud, Kamla TNI AL, Tagana, hingga perangkat desa setempat. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Syamsuri
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *