October 16, 2026

Siap Sambut 400 Imam Besar Dunia, IGIC Didorong Jadi Panggung Diplomasi Perdamaian

0



Jefri Hadi
– 03 August 2026 | 19:08 – Dibaca 6 kali

News
Siap Sambut 400 Imam Besar Dunia, IGIC Didorong Jadi Panggung Diplomasi Perdamaian

Suasana Istigasah dan Tabligh Akbar dalam rangkaian Bridging to IGIC 2026 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. (Foto: Humas Kakanwil Kemenag Jatim/suaraindonesia.co.id)

BERITA PLUS, SURABAYA – Indonesia bersiap menjadi tuan rumah International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang akan mempertemukan sekitar 400 imam besar dari berbagai negara pada September mendatang di Jakarta. 

Forum internasional tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat diplomasi keagamaan Indonesia sekaligus mendorong peran masjid sebagai pusat peradaban, pendidikan, dan penyebaran nilai-nilai perdamaian.

Rencana penyelenggaraan konferensi itu disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menghadiri Istigasah dan Tabligh Akbar dalam rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang digelar Kementerian Agama bersama Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) tersebut diikuti sekitar 11 ribu jemaah dari unsur pemerintah, akademisi, ulama, dan organisasi kemasyarakatan.

Turut hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, Ketua Steering Committee IGIC Irjen Pol. M. Sabilul Alif, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), tokoh agama, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam.

Sebelum tabligh akbar digelar, rangkaian acara diawali Seminar Nasional bertema “Masjid Harmony: Religious Diplomacy and Global Peace”. 

Tujuan kegiatan yang dikemas seminar tersebut, dikatakan menjadi bagian dari sosialisasi menuju penyelenggaraan IGIC 2026 sekaligus menguatkan peran masjid sebagai ruang dialog dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar mengatakan puncak IGIC 2026 akan berlangsung di Masjid Istiqlal dan Hotel Borobudur, Jakarta. 

Konferensi itu dijadwalkan menghadirkan sekitar 400 imam besar dunia, termasuk Imam Besar Masjidil Haram Syekh Abdulrahman Al-Sudais, Grand Syekh Al-Azhar, serta para imam dari Amerika Serikat, sejumlah negara di Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan kawasan lainnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kehadiran para pemimpin agama tersebut bukan sekadar menghadiri konferensi internasional, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama antarulama dan membangun diplomasi keagamaan yang berorientasi pada perdamaian dunia.

Nasaruddin juga mengungkapkan Indonesia direncanakan menjadi tuan rumah pemilihan Presiden Asosiasi Imam Besar Internasional yang baru. Kesempatan itu dinilai akan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam membangun jejaring dan kepemimpinan Islam di tingkat global.

“Indonesia akan menjadi tuan rumah pemilihan Presiden Asosiasi Imam Besar Internasional yang baru. Momentum ini penting untuk membangun kesamaan visi, memperkuat ukhuwah, serta meneguhkan semangat toleransi dan perdamaian dunia,” ujarnya.

Ia menegaskan, masjid tidak cukup dipahami hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah. 

Sejak masa Rasulullah saw., masjid telah menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pembinaan akhlak, pemberdayaan masyarakat, hingga penyelesaian persoalan sosial.

Karena itu, Nasaruddin menegaskan fungsi tersebut perlu terus dihidupkan agar masjid mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Senada Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan istigasah dan tabligh akbar menjadi momentum memperkuat persatuan umat sekaligus mendukung suksesnya penyelenggaraan IGIC 2026.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai salah satu pusat perkembangan peradaban Islam di Indonesia yang terus mendorong nilai-nilai Islam moderat, inklusif, dan berkeadilan.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, ulama, akademisi, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah di tengah dinamika kehidupan berbangsa.

Ketua Steering Committee IGIC Irjen Pol. M. Sabilul Alif menjelaskan konferensi internasional tersebut akan diikuti peserta dari sekitar 50 negara. 

Disebutkan, kota Surabaya menjadi kota keempat dalam rangkaian sosialisasi IGIC setelah sebelumnya digelar di Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Banten.

Sabilul Arif juga menerangkan, imam bukan hanya pemimpin ibadah, tetapi juga memiliki peran sebagai panutan moral yang mampu membangun jejaring hingga tingkat internasional. 

Melalui IGIC 2026, urainya mengungkapkan Indonesia mampu bersanding dan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat diplomasi keagamaan yang mengedepankan harmoni, moderasi, dan perdamaian

Penyelenggaraan IGIC 2026, tambahnya diharapkan tidak hanya memperluas kerja sama antarimam besar dunia, tetapi juga memperkuat kontribusi Indonesia dalam membangun dialog lintas bangsa melalui pendekatan keagamaan. 

“Semangat perdamaian, toleransi, dan persaudaraan yang diusung dalam konferensi tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan masyarakat serta menjadi wajah diplomasi Indonesia di tingkat global,” tuturnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Jefri Hadi
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *