October 16, 2026

Kemenag Tuban Tindaklanjuti Kasus Dugaan Penganiayaan Santri oleh Guru

0



Irqam
– 05 August 2026 | 14:08 – Dibaca 111 kali

News
Kemenag Tuban Tindaklanjuti Kasus Dugaan Penganiayaan Santri oleh Guru

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, TUBAN – Kementerian Agama (Kemenag) Tuban, Jawa Timur turun tangan menindaklanjuti soal kasus dugaan penganiayaan santri tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di salah satu lembaga pendidikan Islam berbasis asrama atau pondok pesantren (ponpes).

Mirisnya, dugaan penganiayaan santri SMP Boarding School itu dilakukan oleh gurunya berinisial R. Peristiwa tersebut diungkap oleh pemilik akun Threads @unicorn.93718293922 dan ramai menjadi perbincangan di media sosial (medsos).

Dalam unggahan itu menyebutkan terduga pelaku melakukan pemukulan tanpa alasan yang jelas terhadap santri di lantai empat gedung asrama sekolah.

Tak hanya kekerasan fisik, beberapa santri disebut kerap mendapat intimidasi. Para santri juga diminta untuk tidak menyapa guru yang lain. Jika ketahuan tidak menjalankan perintah tersebut, santri akan mendapat hukuman lebih berat.

Meski belum mendapat laporan secara resmi, Kemenag Tuban langsung menerjunkan tim Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) untuk menemui pihak-pihak dan mengumpulkan informasi di lokasi kejadian.

“Kami belum dapat laporan resmi. Tapi Kasi PD Pontren (Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren) sudah berkunjung ke lokasi,” ujar Kepala Kemenag Tuban, Umi Kulsum, Rabu (5/8/2026).

Umi mengatakan, pihaknya berencana mengumpulkan para guru di lembaga pendidikan berbasis ponpes itu untuk menjalani pembinaan. Hal ini agar peristiwa penganiayaan serupa tidak lagi terjadi lagi.

“Besuk kamis akan kita lakukan pembinaan untuk asatidz (guru) dengan harapan kejadian seperti itu tidak terjadi lagi,” katanya.

Umi menyatakan bahwa Kemenag Tuban sebenarnya rutin melakukan pembinaan kepada ponpes untuk menekankan pentingnya pendidikan ramah. 

“Tapi ini kali ini terus kita kuatkan, sehingga tidak terjadi lagi bullying dan kekerasan dalam bentuk apapun,” ucap Mantan Ketua PC Fatayat NU Tuban ini.

Sebelumnya, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky juga merespons peristiwa dugaan penganiayaan santri tersebut. Ia mengaku belum mengetahui persis kronologi kasusnya. 

Namun, Bupati Tuban yang akrab disapa Mas Lindra ini meyakini Kemenag Tuban yang memiliki kewenangan sudah turun melakukan pendalaman.

“Itu menjadi salah satu kewenangan dari Kemenag, karena kaitannya dengan sekolah-sekolah keagamaan, pasti saya yakin Kemenag sudah turun untuk menindaklanjuti kejadian,” ujarnya.

Sementara, Kasatreskrim Polresta Tuban AKP Bobby Wirawan Wicaksono mengungkapkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan soal informasi kasus dugaan penganiayaan santri tersebut.

“Sedang ditindaklanjuti oleh Unit PPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak),” ujarnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Irqam
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *