Dampak Kemarau, 23 Ribu Warga Cilacap Alami Krisis Air Bersih
Warga Desa Kubangkangkung, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap saat antre menerima bantuan air bersih dari Anggota DPR RI Kaisar Kiasa Kasih Said Putra. (Foto: dok. Istimewa)
BERITA PLUS, CILACAP – Krisis air bersih yang dialami warga di Cilacap, Jawa Tengah akibat musim kemarau saat ini, semakin meluas di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, 23.365 jiwa atau 7.861 kepala keluarga (KK) merasakan krisis air bersih.
Adapun warga terdampak kekeringan akibat kemarau panjang ini, tersebar di 28 Desa di 13 Kecamatan. Sebagian besar berada di wilayah Cilacap Barat.
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Cilacap bergerak cepat menanggulangi bersama stakeholder terkait, menyalurkan bantuan air bersih untuk warga di wilayah terdampak.
“Hingga Selasa 4 Agustus 2026, kita telah menyalurkan sebanyak 1.003.000 liter air atau setara dengan 197 tangki untuk masyarakat terdampak,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, Rabu (5/8/2026).
Dari jumlah tersebut, bantuan 450.000 liter air atau setara 90 tangki bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap. Sedangkan 553.000 liter air lainnya dari CSR
“Selama musim kemarau, kami akan terus melakukan asesmen dan pendistribusian air bersih ke wilayah yang membutuhkan,” tegas Taryo.
Taryo menyebut bahwa penanggulangan kekeringan di wilayah, membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Termasuk pasokan air bersih.
Hal tersebut, menurutnya agar kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi dengan baik. “Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu,” kata Taryo.
Melalui sinergitas antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, TNI, dan berbagai elemen masyarakat ini, diharapkan mempercepat penanganan kekeringan di wilayah Kabupaten Cilacap.
“Kami juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih agar segera melapor ke Pusdalops PB BPBD, sehingga dapat segera ditindaklanjuti,” pungkas Taryo. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Satria Galih Saputra |
| Editor | : Alfiana Putri |
