October 16, 2026

Pelajar di Karimun Terima Bantuan Rp 200 Ribu untuk Ongkos Transportasi Laut Menuju Sekolah

0


Pendidikan
Pelajar di Karimun Terima Bantuan Rp 200 Ribu untuk Ongkos Transportasi Laut Menuju Sekolah

Kepala Sekolah SMAN 1 Moro, Heri Setiono, saat menyerahkan bantuan biaya transportasi laut bagi siswa dari pulau pelosok. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, KARIMUN – Memastikan anak-anak di pelosok Kepri bisa mengenyam pendidikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau, mengalihkan anggaran untuk seragam ke biaya personel para siswa.

Prioritas tersebut adalah bantuan ongkos transportasi laut bagi siswa SMA/SMK di wilayah pelosok yang harus menyeberang laut menggunakan kapal pompong menuju sekolah.

Pemprov Kepri melalui Dinas Pendidikan, kembali menyalurkan bantuan transportasi laut bagi pelajar pulau pelosok di SMAN 1 Moro, Kabupaten Karimun.

Kepala SMAN 1 Moro, Heri Setiono, mengungkapkan, penyaluran tahun ini dicairkan per triwulan dengan total alokasi anggaran yang dikucurkan untuk periode Januari–Maret 2026 ini mencapai Rp 30 juta.

“Bantuan yang kami serahkan kemarin adalah alokasi untuk bulan Januari, Februari, dan Maret 2026,” ungkap Heri, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, nominal uang bantuan yang diterima setiap pelajar bervariasi, perhitungan bantuan selain dihitung dari kehadiran siswa juga didasarkan pada tarif dan jarak tempuh penyeberangan asal siswa menuju sekolah, serta jumlah hari efektif sekolah.

“Bantuan ini dihitung dari hari ketika anak hadir ke sekolah, tidak termasuk pada hari libur dan tanggal merah,” jelas Heri.

Secara rata-rata, setiap siswa penerima manfaat mengantongi bantuan transportasi berkisar di angka Rp 200.000 untuk periode tiga bulan tersebut.

Program insentif bantuan ongkos transportasi laut bagi pelajar pesisir dan pulau pelosok ini telah berjalan secara berkelanjutan sejak tahun 2024.

Menurut Heri, program ini dinilai sangat berdampak positif memastikan anak-anak di pelosok Kepri bisa mengenyam pendidikan, sehingga tidak ada lagi siswa yang terancam putus sekolah akibat terkendala biaya transportasi.

“Menurut kami, program ini sangat membantu siswa. Terutama bagi mereka yang setiap hari harus mengeluarkan uang ekstra untuk bayar pompong demi bisa bersekolah. Dengan adanya bantuan ini, mereka sangat terbantu,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Syahid Bustomi
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *