October 16, 2026

Polisi Pasang Garis Polisi di Lokasi Semburan Lumpur Oro-oro Kesongo

0



Team Work
– 07 August 2026 | 18:08 – Dibaca 41 kali

Peristiwa
Polisi Pasang Garis Polisi di Lokasi Semburan Lumpur Oro-oro Kesongo

Kepolisian memasang garis polisi di sekitar lokasi semburan lumpur Oro-oro Kesongo, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, untuk membatasi akses masyarakat ke titik letupan. (Foto: Polres Blora untuk Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BLORA – Kepolisian memasang garis polisi di sekitar lokasi semburan lumpur Oro-oro Kesongo, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, untuk membatasi akses masyarakat ke titik letupan.

Langkah tersebut dilakukan menyusul kembali munculnya fenomena alam berupa letupan lumpur atau yang oleh warga setempat disebut “kurdo” pada Jumat (7/8/2026) pagi.

Kapolsek Jati melalui Kanit Reskrim Bowo mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, semburan pertama terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dengan ketinggian mencapai 10-15 meter.

“Semburan kedua terjadi pada pukul 06.50 WIB, kemudian letupan ketiga sekitar pukul 07.15 WIB. Setiap letupan berlangsung kurang lebih lima menit. Hingga pukul 11.24 WIB, sudah terjadi lima kali semburan,” kata Ipda Adi saat dihubungi.

Menurut dia, aktivitas semburan pada Jumat pagi tersebut masih berskala kecil dengan intensitas sedang dan tidak sebesar sejumlah kejadian pada tahun-tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, kepolisian meminta masyarakat tidak mendekati lokasi karena semburan lumpur berpotensi disertai keluarnya gas beracun.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengimbau warga tetap waspada dan tidak mendekat untuk mengantisipasi gas beracun yang muncul bersamaan dengan semburan lumpur,” ujarnya.

Pemasangan garis polisi diharapkan dapat mencegah warga maupun pengunjung mendekati titik semburan, terutama ketika terjadi letupan susulan.

Fenomena semburan lumpur di kawasan Oro-oro Kesongo sebelumnya juga beberapa kali terjadi. Pada 27 Agustus 2020, empat orang mengalami keracunan dan 18 ekor kerbau dilaporkan hilang.

Kemudian pada 21 September 2021 terjadi kembali semburan lumpur tanpa menimbulkan korban jiwa. Pada 11 April 2023, seorang warga meninggal dunia akibat menghirup gas beracun yang muncul dari kawasan semburan.

Sementara pada 3 Desember 2024, Kawah Kesongo mengalami 10 kali letupan dengan ketinggian semburan lumpur antara 8 hingga 20 meter. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Team Work
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *