October 17, 2026

BPBD Cilacap Tangani 7,26 Hektare Karhutla Sepanjang Juli-Agustus 2026

0


News
BPBD Cilacap Tangani 7,26 Hektare Karhutla Sepanjang Juli-Agustus 2026

Petugas BPBD Cilacap bersama unsur terkait saat berada di lokasi kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Cilacap Utara usai memadamkan api. (Foto: dok. Suara Indonesia)

BERITA PLUS, CILACAP – Sepanjang 13 Juli-27 Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, bersama sejumlah pihak terkait, telah melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 7,26 hektare.

Adapun kondisi kemarau yang kering saat ini, berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Cilacap. 

“El Nino saat ini berdasarkan informasi dari BMKG adalah El Nino yang sangat kering, artinya potensi kebakaran itu juga cukup tinggi,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo, Jumat (28/8/2026).

Taryo menyebut, luasan yang ditangani oleh BPBD Cilacap masih relatif kecil. Kendati demikian, tetap harus diantisipasi dan diwaspadai agar tidak meluas.

“Walaupun kecil, kalau tidak kita antisipasi juga bisa menjadi persoalan, jadi jangan sampai ini malah semakin membesar,” ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Cilacap, sedikitnya terjadi 9 karhutla di 7 Kecamatan yang ada di Kabupaten Cilacap. Akibat kejadian itu, sebanyak 75 KK atau 287 jiwa terdampak.

Selain pembakaran sampah, putung rokok yang diduga dibuang sembarang menjadi penyebab kebakaran terjadi, dan masih mendominasi. 

Sedikitnya terjadi 3 kali kebakaran akibat pembakaran sampah, dan 2 kali kebakaran akibat puntung rokok. 

Kemudian 1 kali kebakaran akibat aktifitas proses sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan kejadian lainnya, namun belum diketahui pasti penyebab kejadian sebanyak 2 kali.

Sementara untuk taksiran kerugian akibat karhutla mencapai Rp 2,5 juta. Dalam hal ini, BPBD Cilacap telah melakukan upaya penanggulangan seperti assesment (kaji cepat) di lokasi kejadian, pemadaman kebakaran hingga pendataan.

Taryo mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia juga mengingatkan agar menghindari aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api.

“Ajakan saya kepada masyarakat untuk hati-hati dan selalu waspada terhadap situasi dan kondisi,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Satria Galih Saputra
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *