October 16, 2026

IAINU Resmi Beralih Status Jadi Universitas Nahdlatul Ulama Makhdum Ibrahim Tuban

0



Irqam
– 28 August 2026 | 16:08 – Dibaca 320 kali

Pendidikan
IAINU Resmi Beralih Status Jadi Universitas Nahdlatul Ulama Makhdum Ibrahim Tuban

Ditjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Suyitno (kiri) menyerahkan KMA perubahan status IAINU Tuban menjadi UNUMA Tuban kepada Rektor UNUMA Tuban Prof. Syamsul Huda (kanan). (Foto: Irqam/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, TUBAN – Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) resmi berubah menjadi Universitas Nahdlatul Ulama Makhdum Ibrahim (UNUMA) Tuban. Peningkatan status ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA).

KMA itu diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Suyitno kepada Rektor UNUMA, Prof. Dr. M. Syamsul Huda di Gedung Rektorat Aula KH. Hasyim Asyari pada Jumat (28/8/2026).

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Tuban, Umi Kulsum, Pengurus PCNU Tuban, Pengurus BPP IANU Tuban, dan seluruh jajaran wakil rektor, para ketua program studi (kaprodi), serta tenaga kependidikan (Tendik).

Ditjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Suyitno mengucapkan selamat atas transformasi IAINU menjadi UNUMA. Menurutnya, IAINU sudah sangat layak beralih universitas karena lebih dari 60 persen dosennya bergelar doktor. 

Kemudian, perguruan tinggi Islam di Jalan Manunggal, Tuban itu memiliki infrastruktur yang memadai. Mulai dari gedung permanen di atas lahan sekitar 3 hektar. 

“Bahkan ada akreditasi unggul untuk PAI. Ini menandakan bahwa UNUMA siap sejajar dengan kampus-kampus lain di Jawa Timur dan Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Suyitno berharap UNUMA bisa terus berkembang, baik pengembangan program studi (Prodi) dan penguatan sumber daya manusia (SDM). 

“Saya juga menekankan bagaimana Tridharma harus benar-benar terjadi paralel terutama pengajaran, riset, pengabdian kepada masyarakat. Di samping itu mengawal dosen yang 60 persen lebih tadi segera diurus guru besarnya,” ujar Prof. Suyitno.

Sementara itu, Rektor UNUMA Tuban, Prof. Syamsul Huda menyebut, peralihan institut ke universitas bukan persoalan status, tetapi bagian dari strategi pendidikan yang awalnya mono (satu arah) menjadi multidisplin.

Dengan berubah menjadi universitas, kampus saat ini harus memiliki relasi agama dan sains. Sehingga ke depan diproyeksikan akan ada penambahan dua prodi, yakni Ilmu Komunikasi dan Pendidikan Olahraga.

“Karena setelah ini kami harus membuka prodi umum. Kami akan bekerja sama dengan Brawijaya untuk sains dan olahraga pelatihan kami mengotak Unesa untuk dosen-dosennya sekaligus laboratorium,” ungkap Prof. Syamsul.

Menurut Prof. Syamsul, momen ini juga bagian dari strategi menaikkan level dan memperluas akses kampus. Pasalnya, ketika institut hanya fokus pada wilayah pendidikan agama dan sosial humaniora, belum menyentuh sains.

“Sementara kalau dinaikkan ke universitas kita bisa bicara secara empiris. Di Tuban itu butuh pendidikan sains, karena sumber daya alam dan sumber daya manusia sangat luar biasa. Maka kita harus melihat kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu juga memperluas akses mahasiswa dari berbagai daerah baik dari dalam maupun luar Kabupaten Tuban, melalui kerja sama dan pemanfaatan teknologi pembelajaran digital.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya berasal dari Tuban, tetapi juga dari kabupaten lain, provinsi lain, bahkan melalui pembelajaran berbasis teknologi,” tandasnya.

Sebelumnya, IAINU sudah punya 4 Fakultas yakni Fakultas Tarbiyah yakni 3 prodi untuk strata satu yakni Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) serta program S2 Prodi PAI.

Kemudian Fakultas Dakwah dengan Prodi Manajemen Dakwah dan Psikologi Islam. Lalu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan Prodi Perbankan Syariah (PS) dan Fakultas Syariah dengan Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI). (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Irqam
Editor : Satria Galih Saputra





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *